Oleh: arantan | Agustus 7, 2012

Pelajari dulu, angka korban jiwa karena handhpone di 2011 0.06%, growth YoY -70%

Dikutip dari

http://inet.detik.com/read/2012/08/06/123954/1984136/328/yuk-jangan-berponsel-saat-mengemudi

Mengutip data Polda Metro Jaya, dikatakan Tifatul, angka kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan ponsel jumlahnya meningkat dari tahun 2009 ke 2010 sebesar 1.200%. Dengan jumlah korban jiwa mencapai 1.000 orang.

“Memang dari 2011 mengalami penurunan, dengan jumlah korban jiwa 300 orang. Kita inginnya agar jumlah ini semakin menurun lagi. Bahkan kalau bisa ditekan hingga zero,” ungkapnya.

Mari berhitung…

Tahun 2010 jumlah korban yang terpicu pemakaian handphone adalah 1.000 korban jiwa, jumlah presentase konon sekitar 1.67-2%.

So total perkiraan kecelakaan 2010 adalah:

1% = 500 korban jiwa. Jadi kalau 100% = 50.000 korban jiwa.

Total 2011, angka kecelakaan karena handphone menjadi 300 korban jiwa. Walaupun angka kecelakaan dari tahun meningkat tapi angka korban jiwa karena handhpone, hebatnya turun! Seberapa presentase dan growthnya? Mari menghitung.

Soal presentase, anggaplah angka kecelakaan total sama dengan 2010, alias 50.000 (walau dipastikan naik sebetulnya)

300/50.000 = 0.006 alias presentase sekarang menjadi 0.6% dari total kecelakaan.
Berapa growthnya? 1000 jadi 300, sekarang jadi (300-1000)/1000 = -70%

Apa yang dipelajari dari update data 2011?

  • Walau tanpa sosialisasi, angka kecelaakaan yang dipicu pemakaian handphone menurun drastis Y0Y yaitu -70%
  • Presentase total angka korban jiwa yang dipiuc pemakaian handphone adalah 0.6%

So… sisanya bagaimana?

99.94% korban jiwa diakibatkan faktor diluar pemakaian handphone!

So… apakah betul menjadikan pemakaian handphone jadi kambing hitam baru penyebab kecelakaan? Kenapa angka kecelakaan karena faktor manusia seperti mengantuk, kurang trampil tetap jadi faktor paling tinggi penyebab kecelakaan? Apa yang sudah dilakukan bagi mereka yang mengantuk? effortnya teuntu mesti 99.94% baik dari government, regulator, publik… ya kan? ya dong?


Responses

  1. Lah.. tuh orang masih jadi mentri aja yak….

    :facepalm

  2. mari kita nyopir sambil nelpon, apalagi sms…. mantap… apalagi pakai (*edited by admin nama operator bukan XL)…. murah nyambung terus…

    • Mas Yoner As, 2 comment lainnya saya unapprove, atas alasan black campaign operator lain.

  3. dulu saya selalu mainan handphone sewaktu nyetir, setelah ke klinik tong fang kini saya bisa mainan handphone dan nyetir sambil teriak wow..

    terima kasih klinik tong fang..
    :mrgreen:

  4. Lalu…

    rokok kah kambing hitam serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan..?

    Maaf..gw bilang blogger ini gagal paham akan esensi bahaya keselamatan…
    masih banyak potensi bahaya..

    nah..kalau persentasi kecelakaan akibat penggunaan handphone saat berkendara itu berkurang, patut lah bersyukur.. Karena kesadaran pengguna kendaraan akan keselamatan diri meningkat..

    • Setuju, agree karena memang 99.94% nya disebabkan bukan dipicu pemakaian handphone.

  5. quote:
    “So… apakah betul menjadikan pemakaian handphone jadi kambing hitam baru penyebab kecelakaan?…..”

    bukan baru. kan emang dari dulu, hanya saja yg skarang presentasenya menurun. Dan masih betul bahwa pemakaian hp masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan…meski hanya mengambil porsi 0.6%. Kalau udah 0% baru ngga bisa disalahin lagi…., jadi mari ikut memperkecil angka 0.6% itu… jangan pake hp waktu berkendara.

  6. hmm coba balik ke statistik HSE di oil Field, Kecelakaan kerja karena HP hanya 0,0 sekian.. dan masih debatable. kesimpulan akhirnya tidak semua HP diperbolehkan masuk Oil Field, punishment yang keras bahkan all body screening hanya untuk cari HP. sedangkan penyebab lain yang almost 30 % seperti unproper PPE malah hanya dikendalikan dengan penyediaan PPE di Post Security dalam. karena assementnya berbeda bukan dilihat dari statistik semata kecenderungan untuk tidak awarness ketika pakai HP menjadi menyebab dilarangnya HP. kita masih untuk punya menteri yang masih peduli safety atas job descnya.

  7. Kayaknya gak ada yang bilang jadi kambing hitam penyebab kecelakaan deh to. Lu kan pasti udah terima email dari menkominfo, atau minimal XL udah terima itu surat edaran resminya kan? Kan dibilang, salah satu penyebab, bukan penyebab utama.

    Nah soal kenapa ini yang disoroti, lah kan ini ranahnya menkominfo, gak mungkin lah dia ngurusin infrastruktur jalan atau pelanggaran di jalan.
    Esensi statistiknya adalah menggunakan hape saat berkendara masih jadi salah satu penyebab. Jangan lihat turunnya sekian persen, itu manusia loh, bukan sekedar angka. Jadi kampanyenya untuk semakin menekan angka kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan hape saat berkendara. Bukan karena itu jadi penyebab utama.

    Gak ada salahnya XL turut berkampanye secara aktif bukan? Toh jika nantinya korban yang celaka akibat menggunakan hape bisa berkurang, berarti XL juga turut serta menyelamatkan konsumennya toh? Apakah ada benefit untuk XL dari kampanye ini? pastinya dong….

  8. ga usah pake angka persen2an tapi yang jelas pake hp saat berkendara (khususnya motor) bikin sebel kendaraan dibelakangnya

  9. hahaha.. broo ambil hikmahnya aja.. kalau sudah ada korban kita yang suka pake hp yang belum jadi korban. harus menjaga keselamatan jangan sampai jadi korban berikutnya..
    gak ada yang salah buat kita kalau kita melakukan hal yang buat kebaikan kita nantinya walaupun memang anda gak mslh mengendarai bil pake hp. tapi kalau ad klakson gak kedengaran jadinya, orang mau minta anda minggir malah jdi di tabrak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: