Oleh: arantan | Agustus 7, 2012

Effort komunikasi keselamatan berkendara apakah bisa disesuaikan dengan ROI?

ROI yang dimaksud adalah return on investment. Dalam arti effort yang dikeluarkan untuk marketing (misalnya)  x harus kembali berkali lipat dari x tadi. Ada juga yang menyebut ROI dengan rate of investment…

Sebagai contoh andai Anda adalah marketing director sebuah perusahaan sepatu. Anda diberikan budget terbatas untuk menjual sepatu sebanyak-banyaknya. Next step pekerjaan rumaha apa yang Anda lakukan?

Anda harus ketahui dulu tentang apa? Bwanyak, tentunya harus tahu dulu kondisi pasar lewat survey/research bisa diketahui  marketing needs, market behaviour, lingkungan, perilaku, pemusatan market dan lain-lain, banyak faktor lah.

Intinya mesti tahu dulu marketnya gemuk dimana? Market yang ditujukan untuk target produk sepatu itu siapa, dimana, golongan mana? Intinya market sizenya berapa?

Kalau sudah tahu market size baru di cross dengan budget promotion. Kalau di satu tempat, di sebuah target market sizenya besar secara nasional ya budget promotionnya juga harus besar secara proporsi. Kalau market sizenya kecil, ya media placementnya disesuaikan.

In reality nggak bisa semudah ini, ada banyak lagi yang mesti diperhitungkan, competitor ngapain? diferensiasi, kapasitas pabrik sepatu itu gimana? dan lain-lain lah *pastinya.

Anyway to keep it short semua investasi harus memikirkan juga sizenya, ujungnya returnnya. Keluar kecil harus kembali kecil (kalau bisa gede). Tapi kalau keluar budget gede, kembalinya juga harus gede!

OK lanjut…

Sekarang masuk soal kampanye keselamatan berkendara.

Tujuannya saya dan pembaca semoga sama, supaya memperkecil nilai kecelakaan/korban jiwa.

Saya ambil lagi perhitungan dari posting sebelumnya: 0.06% korban jiwa selama 2011 dipicu pemakaian handphone. Sisanya 99.94% tidak.

Seorang dengan basis marketing pasti mikir… Mending spend effort dan investement untuk 99.94% atau 0.06%?

OK, memang betul ini masalah jiwa, bukan numbers… BETUL! SETUJU GAN! Tapi yang satunya 99.94% GANNN! Mari kampanye sesuai proporsi. Bukan berarti si 0.06% nggak penting, tapi secara matematispun kelihatan 99.94% lebih penting! Perlu disadari bahwa tingkat kecelakaan yang bukan dikarenakan handphone berjumlah 165 kali lebih tinggi dari yang dipicu akibat berhandphone.

Kembali ke teori sepatu… mesti di caritahu dan dipahami tanpa pretensi dan asumsi tentang market size.

Coba cari tahu 99.94% korban jiwa disebabkan karena apa? Apa yang sudah dilakukan program keselamatan berkendara selama ini? Coba review kampanyenya? Siapa yang celaka? Kenapa mereka celaka? Apakah selama ini programnya belum menyentuh mereka? Bagaimana efektifitas kampanye keselamatan berkendara selama ini? Apakah sudah melakukan sosialisasi sesuai market size? Penyebab, geografis, audience?


Responses

  1. apapun penyebab celakanya minumnya teh botol sosro haha just kidding

    tapi buat saya kalo anda bergerak di suatu bidang yang punya dampak terhadap lingkungan akibat bidang yang anda geluti biarpun secara angka kecil anda harus konsen di ranah tersebut.

    • maksud anda bukan blog ini ya tapi siapapun

  2. jadi inget film i-robot

  3. perlu langkah yg strategic..

    • Betul, agreed! Jangan spot-spot, mesti punya agenda yang dibuat dan disusun sendiri berdasarkan calendar, saat ini kebanyakan baru bisa jalan kalau ada sponsor, ya sosialisasi butuh dana juga. Tapi kalau spot-spot marketnya sudah ditentukan oleh si sponsor, ya mau gimana lagi. Its OK…

      Apa bisa para penggiat keamanan berkendara itu membentuk yayasan, ada donatur, sehingga activation dan kegiatan berikut spendingnya diatur oleh si yayasan. Kalau sudah punya kemananan dari sisi resources, termasuk budget semoga bisa…

  4. 1 lagi si yg perlu diketahui.. audience dari segment mana yg cenderung sering mengalami kecelakaan. variable segmentasinya ya bisa macem2, umur, background ekonomi, background pendidikan, wilayah, dan lain2. ‘market size’ dan ‘market segment’ itu beda loh om..

    dan juga.. anyway.. saya sendiri ga pernah dateng ke acara2 semacam itu.. tapi apakah acara2 atau event mengenai keselamatan berkendara dihadiri atau diikuti oleh mereka yg (istilahnya) sakit atau malah dihadiri oleh yg sehat. Ibaratnya orang sehat berobat ke dokter lah ya kan aneh sedangkan yg sakitnya ga ngikut..

    • A++!
      Ya tentunya iya!🙂 Perlu tahu siapanya yang pantas di edukasi berdasarkan psikografis, demografis, geografis yang tepat, jadi harus tahu persis siapa yang tepat di edukasi. Ini saya rasa pemikiran berikutnya. Untuk kali ini bicara market sizenya dulu …

      Kalau bicara sepatu atau barang ya bisa saja mengincar market yang niche, product hobby, luxury, cuman untuk edukasi kemananan berkendara harusnya tidak, untuk sosialisasi keamanan berkendara dimana market besar harus masuk disitu.

      Agreed juga dengan point kedua… siapa yang selama ini datang ke acara? Apakah pernah mensosialisasi ke para supir angkot? busway? *misalnya. Soal ini saya sudah pernah ngomong sejak dulu. Juga bagi mereka yang datang apakah apakah mereka mengamalkan dengan baik dan benar? Gimana presentase kecelakaan berkendara? sebelum sosialisasi dan setelah sosialisasi? Apakah ada perubahan?

      • hoo.. kalo pemikiran saya si segmentasi itu untuk istilahnya ‘melabeli’ tingkat urgency-nya. katakanlah contoh saja 80% kecelakaan di daerah A banyak dialami oleh pelajar, maka urgency primary daerah tersebut akan ke pelajar… begitu… anyway.. well done.. artikel-nya selalu keren🙂

  5. kan kalu kata aa gym…. mulai dari yang kecil…. mulai dari diri sendiri… mulai saat ini juga… kalu dari yang kecil aja dibuat sinis gmana menjadi besar… ???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: