Oleh: arantan | April 14, 2012

Calon gubernur DKI asal janji saja

Kereta di Narita

Calon gubernur DKI banyak menjual janji: Saya akan begini – begitu! Gampangggg!!! Saya sudah punya resep manjur!

“Busway yang jalur padat diganti rail bus, trem, kalau raill bus kapasitasnya diatas lima ratus orang, busway paling tujuh puluhan orang, di Jakarta rail bus lebih keren lah, kayak di Eropa,” ujar Jokowi.

Dikutip dari http://jakarta.tribunnews.com/2012/03/31/jokowi-jakarta-harus-punya-otoritas-transportasi

Menurut Didik, sistem transportasi di Jakarta sangat ruwet. Perlu ada pembenahan sistem transportasi, yang dapat mengangkut warga dalam jumlah banyak. “Kita harus melakukan jihad transportasi massal, jadi bukan hanya bus-bus yang kecil,” ujarnya.

Slogan ‘Tiga Tahun Bisa’ akan diusung Alex Noerdin dan Nano Sampono, dalam kampanyenya. Pria kelahiran Palembang, 9 September 1950 itu siap mundur bila program yang dicanangkannya selama tiga tahun tak berjalan baik. Menurutnya, tiga tahun itu bukan sekadar slogan, melainkan sebuah janji. Alex Noerdin berjanji dalam tiga tahun Jakarta akan bebas banjir dan macet.

Alex pun berjanji biaya kesehatan dan sekolah akan gratis bagi penduduk Jakarta bila menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta. Janji itu akan dia kerjakan satu hari setelah dilantik jadi gubernur.

Dikutip dari http://fokus.vivanews.com/news/read/299109-tebar-janji-calon-gubernur-dki

HEBAT!

Problemnya kita tidak punya mekanisme probation ketika sudah menjadi gubernur. Begitu sudah menjadi orang nomor satu, si rakyat harus pasrah saja dengan kemampuan gubernur yang kita pilih.

Target dalam bentuk performance index harusnya bisa diberikan ke gubernur. Kalau mereka berani menjual janji dalam bentuk program akan begini-begitu, ya sudah set parameternya sebelum menjabat, tanda tangan atas janji tersebut. Ngitungnya nggak sulit! Kita hitung saja waktu tempuh normal pulang – pergi kantor selama 30 hari di rata-rata, naik mobil berapa lama, naik motor berapa lama, naik angkutan berapa lama. Sebelum menjabat, sesudah menjabat, on par nggak sama janji mereka sebelumnya. Fairnya ya guberunurnya sekalian ikut! Kasih juga semua informasi dalam bentuk OPEN ke calon gubernur itu, saat ini sebelum mereka menjabat isi brangkasnya seberapa, pendapatan-pengeluaran bagaimana, orang-orang yang bakal dipimpinnya gimana… kesulitannya gimana?

Kalau nggak tercapai targetnya apa sangsinya? Ada gituh gubernur DKI mengundurkan diri karena nggak sampai target? Atau apa pernah seorang gubernur DKI diturunkan? Apa pernah gubernur DKI merealisasikan apa yang dijanjikannya?

Seorang pegawai karyawan saja bisa diturunkan jabatannya atau malah bisa dipecat, nah gubernur yang sebegitu pentingnya untuk “kerja bener” nggak ada mekanisme seperti ini…

Weh?!!! Kalau benar mereka mampu merealisasi janjinya ya tentunya penduduk Jakarta sekarang ini nggak harus bermacet dan berbanjir ria kan?


Responses

  1. ulasan yang menarik mas, saya tertarik membacanya:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: