Oleh: arantan | Maret 20, 2012

Soal DP minimal 25 persen dan naiknya BBM, sayangnya tidak terintegrasi

Display jualan Yamaha, Mio J dan Fino di Indomaret dekat rumah. Saya beli motor juga di indomaret (*dulu Jameson) Dengan DP kecil saat ini banyak juga yang beli motor secara spontan, iseng beli karena barangnya ada di depan mata.

Bank Indonesia yaitu bank sentral yang berwenang untuk mengatur parameter bank dan finansial mengeluarkan surat edaran yang mengharuskan lembaga pengkredit untuk menyesuaikan uang muka minimum bagi kendaraan roda dua dan roda empat sebagai berikut:

(i) Untuk Roda Dua minimal DP sebesar 25%,
(ii) Roda Empat minimal DP 30%,
(iii) Roda Empat atau lebih untuk keperluan produktif minimal DP 20%. Penjelasan untuk keperluan produktif adalah, bila memenuhi salah satu syarat sebagai berikut
(a) Merupakan kendaraan angkutan orang atau barang yang memiliki izin yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, atau
(b) diajukan oleh perorangan atau badan hukum yang memiliki izin usaha tertentu yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dari usaha yang dimiliki.

Dikutip dari motorplus otomotif.

Ketentuan ini akan berlaku Juni 2012, limitasi minimum DP ini jauh lebih tinggi dari ketentuan sebelumnya yang hanya 10% saja untuk motor, setelah di “subsidi” ATPM konon bisa DP tinggal 500 ribu.

Kendala kedua adalah pasti akan naiknya harga BBM sekitar April 2012. Konon akibat dicabutnya “subsidi” untuk premium, kurang ngerti juga apa yang sebetulnya disebut “subsidi”. Apakah pemerintah betul-betul membayar sebagian atau merugi kalau membeli premium? Hitungan jelasnya mana?

Kalau dari dua setting parameter baru itu, kelihatannya ada niat serius untuk berkendaraan pribadi seperti mau dipersulit, dari soal pembelian dan pertumbuhannya sampai ke soal biaya pengoperasiannya. Nggak tahu juga apakah kedua langkah ini terintegrasi, atau jalan sendiri-sendiri?

Usul saya karena biar bagaimanapun bertransportasi adalah kebutuhan dasar, sekalian saja 2 langkah pemersulitini sekaligus di integrasi dengan pembenahan sektor transportasi publik. Bikin program sosialisasi penggunaan angkutan umum disertai pembenahan yang signifikan.

Kasih juga langkah nyata. Misal yang diberikan rakyat bukan seluruhnya berupa bantuan langsung tunai (BLT) tapi sebagian diberikan karcis angkutan umum gratis selama beberapa bulan? Lha memang efek naiknya BBM selain harga naik, biaya transportasi nya sendiri tentu juga naik kan? Efeknya jelas, kalau si kupon sudah dibagikan apa mau dibuang? kan sayang, paling tidak dengan sedikit pemaksaan, mungkin sebagian mau juga beralih menggunakan transportasi publik.

Ya sebetulnya agak rela juga bensin dinaikkan…. asal, duitnya di gunakan buat yang bener, penambahan armada, perbaikan fasilitas, sampai ke fasilitas untuk pejalan kakinya diperbaiki.

Ya kan?


Responses

  1. setujujuju… anyway.. BLT tuh beneran ga efektif -.-

  2. seandainya, semua angkutan bus umum (tinggal pilih yg sedang atau besar) d jakarta yg melewati jalan yg ada jalur trans jakarta, wajib melewati jalur transjakara. lalu disediakan 2 halte, halte transjakarta yg bayar dulu dan halte biasa. saya kira akan mengurangi kemacetan atas semerawutnya.

    lalu, kenaikan bbm, akan memicu yg punya mobil pindah ke motor (lagi), kecuali dapet mobil kantor dan bensin di tanggung lho ya. nah di jalan tol di perbolehkan masuk motor, mnimal 125cc 2 tak atau 250cc 4 tak gak boleh angkut barang. kenapa cc gede? karena buat ngimbangin akselerasi dan kecepatan mobil2 dan bus-truk di tol. belum nyalip2 dan kena anginnya, klo skutik atau bebek belum lagi angkur barang, buset, bisa terbang kena angin tuh.

  3. cakep tuh yang warna biru…

  4. harusnya budayakan PEOPLE MOBILITY, bukan VEHICLE MOBILITY.

  5. yg tengah mantap kang🙂

  6. yg disesalkan dan harus diberantas adalah mafia harga sembako. saya sendiri jelas menguruk mafia harga tersebut. baru rencana mau naik harga premium, harga sembako udah naik duluan bahkan 2x lipat. sedanggkan semua org tau bahwa distribusi sembako tidak memakai premium melainkan solar/diesel

  7. Sudah saatnya pemerintah menggratiskan angkutan umum yg dikelola bumn/bumd, sebab pendapatan pemerintah dari pajak luar biasa besarnya,

  8. bener.. harus sinkron dg pembenahan transportasi publik..
    waktu yg tepat

  9. http://nakawara.wordpress.com/2012/03/21/iriiitt-pilihan-realistis-di-tengah-krisis-bbm-2/

  10. salam kenal mas arantan

    http://nakawara.wordpress.com/2012/03/21/iriiitt-pilihan-realistis-di-tengah-krisis-bbm-2/

    mampir yoo

  11. Setujuuuuu

    http://www.dk8000.co.nr


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: