Oleh: arantan | Maret 4, 2012

Polteng? Citra polisi mau di bawa kemana?

Hampir setiap hari saat pagi berangkat kerja, saya bertemu dengan mobil golf milik polisi yang di bagian depannya sudah di berikan magnet untuk menyapu ranjau-ranjau paku yang disebarkan para pelaku tidak bertanggung jawab. Waktu turun dari jembatan layang Taman Ria dari arah TVRI masuk ke Gatot Subroto pun saya sering melihat ada Polisi yang menggunakan tongkat bermagnet untuk menyapu ranjau paku.

Saat saya pulang kerja pun, saya melihat banyak polisi yang membantu mengarahkan kendaraan karena pintu tol depan Jakarta Convention Center yang ditutup, mau keadaan hujan keras pun, mereka selalu ada.

Pernah juga saya impress oleh salah seorang vojrider pembuka jalan. Waktu saya pulang Jalan Denpasar yaitu jalan tembus dari Mega Kuningan menuju Gatot Subroto sungguh macet sampai para pengguna roda dua tumpah memenuhi kedua jalur. Dari arah berlawanan muncul sebuah mobil yang dikawal seorang vojrider. Apa yang dilakukan polisinya? Menyalakan strobo? sirine? No, Pak Polisi menggunakan loudspeakernya, “Roda dua tolong bisa memberikan jalan…” (*kira-kira begitu) Tonenya pun bersahabat. Sederhana dan simpatik. Padahal saat itu jelas-jelas sebetulnya roda dua berada di pihak yang salah.

Citra polisi terbentuk dari apa yang saya lihat mereka lakukan sehari-hari dan apa yang saya lihat sehari-hari pun sudah cukup baik kok. Kalau teman-teman di NTMC Polri dan Polda saya rasa memang tuntutan tugas untuk setidaknya tampil menarik memberikan informasi lalu lintas.

Bagaimana menurut Anda, apakah Polri perlu keluar effort untuk pencitraan? Apakah diperlukan kompetensi tambahan bagi polisi harus ganteng, bisa menari, menyanyi dan pintar main sulap?


Responses

  1. dari pada bersih2 paku mendingan bersih2 oknum yg suka malak truk di jalan tol

    • em.. Kalo ranjau paku resikonya jiwa dan roda dua lho bro.

    • kenapa harus pake daripada? kenapa ga pake dan. bersih2 paku dan
      bersih2 oknum yg suka malak truk di
      jalan tol

  2. htp://anharvictor.wordpress.com/2012/03/04/lupa-berucap-terimah-kasih-pada-pak-polisi/

    Mungkin ini citra yang laen kang…

  3. balikin ke selera asal aja, esensi polisi sebagai pengayom masyarakat

    http://www.sejutaumat.com/2012/03/04/catatan-trafik-blogger-roda-dua-per-maret-2012/

  4. polisi disiapkan untuk jadi pengawal dan pengayom rakyat, bukan sebagai artis, jadi gak perlu ganteng dan pinter nyanyi, yang penting siap dan sigap akan tugasnya. Polisi yang ingin jadi artis, out aja kayak si Norman Kamaru

  5. polteng!?
    menurutku cuma model yang diikutkan ke kepolisian, biar citra polisi ga cuma korup😈

  6. Jika Profesi Polisi dikerjakan sesuai dengan aturannya maka benar2 mulianya mereka

  7. polisi tuh konyol!! kenapa gak nangkepin tuh orang yg sebar paku.
    polisi tuh tempat mengeluh!! motor saya ilang gak ada kbr tuh, sampai tetangga saya juga ilang motor, sebelah nya lagi juga ilang, gak ada reaksi dari kepolisian. sampai heran!!! ada juga malah maling minta uang untuk nebus motor yg ilang. (terus polisi nya pada ngapain).
    anak cucu ku jangan sampai ada yg jadi polisi.

  8. Haha… Tukang sulap.. Tolong dibantu ya prok3x

  9. cukup tetap mengikuti aturan dan tujuan lembaga kepolisian, mengayomi masyarakat, menjaga ketertiban dan keamanan, dll..

  10. Apa yg dilakukan pak pol bnernya sdh ckp bagus. Saya cb ngebahas ranjau paku aja deh kbetulan riding di jkt pake vario dlm seminggu 2x kna ranjau paku.
    Mnrt hemat saya, polisi membersihkan ranjau paku bagus. Tp apa ga mubazir tuh kerjaannya gituuuu trus dan berulang tanpa nemu oknum penyebarnya. Sebar aja intel amati sapa oknum penyebarnya dan jgn lupa abadikan kejadian biar bs jd barang bukti. Lalu klo udah nemu hukim berat sekalian biar buat jera tukang ranjau pakunya. Gitu kali yee hemat saya
    –+
    http://www.dk8000.co.nr

  11. Urusan sama polisi = uang + jengkel

  12. Urusan sama polisi
    Mudah + polisi = susah berbelit-belit


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: