Oleh: arantan | Februari 29, 2012

Apakah Piaggio repaint menurunkan harga jual?

Beberapa skutik dari group Piaggio sering di repaint atau cat ulang oleh si empunya, soal warnanya apa ya tentu suka-suka yang punya toh, ada Piaggio MP3 orange, Vespa GTV putih, Piaggio X evo merah ferrari, ya kembali ke selera pribadi yang punya lah. Di repaint padahal 3 skutik yang saya sebutkan tersebut, tidak lagi masuk ke Indonesia, karena MP3 di luar 125 dan 300 sedangkan GTV ke 300, walau beda cuman 50 cc harga sudah jadi tinggi karena bakal terkena pajak barang mewah.

Jadi jelas, jumlah dari skutik-skutik ini tidak akan bertambah banyak, tapi di repaint juga. Padahal sekali di repaint, udah nggak mungkin dikembalikan ke warna aslinya, iya toooh???

Beberapa resiko repaint

  1. Resiko repaint adalah ketika skutiknya dijual. Coverage pembeli yang makin sempit atau lebih di segmenkan lagi.  Selera warna si penjual belum tentu sama dengan selera pembeli, paling tidak begitu. Harga jual belum tentu turun, tapi paling tidak sudah memperkecil pasar.eeeh, walau ada pemikiran lain juga. Apapun warnanya selalu ada selera pembeli. Mau tidak di repaint pun, tentunya tetap ada pembeli yang lebih memilih warna original biru, warna original hitam dan lain-lain.
  2. Selain masalah selera, juga ada masalah “asli” dan bukan “asli”: catnya dari Italy asli atau bukan? Namanya juga repaint, ya tentu bukan original. Sejago-jagonya si bengkel cat, selalu ada yang comment kok catnya nggak keluar ya? kok warnanya begini-begitu ya? Haiyaaaa! Kalau keluarnya dari Piaggio asli nggak akan ada keraguan begitu.Maklum, sebagian penggemar Piaggio – Vespa bisa cerewet untuk orisinalitas, kalau motor Jepang di repaint sudah biasa, tapi kalau sudah brandnya Piaggio – Vespa, yang ngecat orang Itali, atau Indonesia?Sampai aksesorisnya kok Bandung ya? kok boxnya pakai punya GIVI ya? Iya bener, sesama Itali aja tapi GIVI juga problem! Wedeeeehhhh, barang bukan dilihat dari kualitasnya “saja” tapi juga dilihat brandnya, GIVI atau Piaggio aslipun dihargai beda ya kenyataannya begitu.Padahal kalau mau jujur beberapa aksesoris original Piaggio tidak selamanya berkualitas perfect, ya contoh saja helm, saya bingung kenapa helm-helm keluaran groupnya Piaggio harganya bisa tinggi betul, padalah build qualitynya saya lihat biasa-biasa saja, plastiknya kok kretek-kretek juga…Note: jangan ngomel ke saya yah, ini kenyataan dari keseharian aja
  3. Pembeli Piaggio selain demanding (= cerewet) adalah orang yang sabar dan presistent, dalam arti walau jumlahnya sedikit, kalau barangnya nggak bener-bener sreg dengan calon pembeli, mending nggak diambil. Perlu diingat umumnya mereka berani mengambil bukan karena kebutuhan atau perlu sebagai kendaraan sehari-hari. Berani ngambil karena hatinya cocok, nggak buru-buru kok, bagian dari senangnya adalah ketika hunting nunggu jodoh. Jodoh ya nggak bisa diburu-buru kan?

Responses

  1. kalo udah hobby emang aneh2

  2. nunggu piaggio fly 150

  3. harusnya naik harga dong, kan buat ganti biaya cat.

  4. lha kalo karat og dipiara

  5. betul nt… kalo urusan vespa .. semua itu terngantung hati…. baca tulisan saya beli vespa 500 ribu….tapi sudah keluar duit 2.5 juta buat rehab…

  6. namanya motor hobi, bapak saya modif vespa PX 150 dibikin kinclong biayanya setara beli 4 vespa sejenis. tapi kembali lagi ke masalah hobi dan kepuasan batin. dan yg pasti scooteris hampir bisa dibilang anti alay di jalanan

  7. kalo pengalaman gw di ducati, kondisi mesin, electrical dan frame lebih penting (motor dibawah tahun 2007) sementara kalo bodi apakah cet asli ato enggak itu relatif, apalagi barangnya jarang.

    harusnya sih beda beda tipis yah sama vespa atau hd coz ini kategori hobby

  8. klo repaintnya bener2 berkualitas keknya mlh naikin hrg jual..

  9. ada orang ngambek gara2 nawar new PX 2005 yg mintanya sampe 30jt, ujung2nya modif sendiri vespa butut + setang bulet ori + front disc brake + oversize mesin + 5-speed gear habis 30jt juga … xixixixi

  10. Setuju om… Ane baru angkat mp3 second, rasanya kayak ketemu jodoh hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: