Oleh: arantan | Januari 13, 2012

Penghancuran transportasi umum berbasis rel secara sistematis di US oleh General Motors

The Pacific Electric Railway served the Los Angeles basin with trolley service through World War II. In 1950, it abandoned most of its lines. The “Red Cars” were junked, stacked and left to rot. Similarly, General Motors targeted over 100 other U.S. cities through its front company, National City Lines.

This is a story about how things got the way they are. Why sitting in traffic seems natural. Why our public transportation is the worst in the industrialized world. And why superhighways cut right through the hearts of our cities.

Pacific Electric Railway streetcars stacked at a junkyard on Terminal Island, March 1956

Kasus konspirasi ini dikenal dengan nama General Motors Streetcar Conspiracy atau National City Lines Conspiracy. Yaitu beberapa tuduhan serta pembuktian di pengadilan terhadap General Motors (GM) dan perusahaan lain atas tindakannya membeli dan menghancurkan perusahaan tram dan kereta listrik di kota-kota di US, kemudian menggantinya dengan sistem bis yang kemudian merubah gaya hidup kebanyakan orang US untuk menggunakan mobil pribadi.

Latar belakang kejadian ini bermula sekitar tahun 1922, saat itu menurut filenya GM sendiri ada seorang bernama Alfred P. Sloan, Jr. jebolan MIT bekerja di GM yang ditugaskan membentuk sebuah unit khusus yang tujuannya untuk mengganti kereta api Amerika menjadi mobil, truk dan bus. Setahun sebelumnya atau tahun 1921, GM merugi 65 juta USD yang memberikan kesimpulan bagi Sloan bahwa pasar untuk otomotif di US sudah jenuh, rakyat Amerika yang ingin punya mobil sudah mempunyainya, dan agar GM bisa menjual mobil lebih banyak lagi caranya adalah menghancurkan kompetisi lainnya: kereta api listrik.

In 1922, only one American in ten owned an automobile. (Everyone else used rail.) At that time Alfred P. Sloan (President, General Motors) said, ‘Wait a minute, this is a great opportunity. We’ve got 90 percent of the market out there that we can somehow turn into automobile users. If we can eliminate the rail alternatives, we will create a new market for our cars. And if we don’t, then General Motors’ sales are just going to remain level.’

Saat itu 90 persen tranportasi di support oleh sistem rel, hanya satu dari 10 orang Amerika yang punya mobil. Perkereta apian di US saat itu lagi maju-majunya sehingga hampir semua kota di US mempunyai sistem kereta api listrik.

Caranya mudah saja, GM berkonspirasi dengan Firestone Tire, Mack Truck, Phillips Petroleum melakukan langkah awal pembelian perusahaan pengelola kereta listrik, misalnya Southern Pacific pemilik Los Angeles Pacific Electric, juga New York Central pemilik New York State Railways, mereka melakukan penurunan service, dari tadinya setiap 10 menit ada kereta jadi 12, dari 12 jadi 15 menit, terus menurun sampai 30 menit sehingga menurunkan minat penggunanya.

Di saat yang sama National City Lines, pengusaha bus berkembang dengan pesat, pada tahun 1946, mereka sukses di 83 kota, dari Baltimore ke St. Louis, Salt Lake City ke L.A, mereka jadi pengusaha besar. Kelihatannya waktu itu perusahaan bus suskses besar padahal mereka bermula dari Minnesota tanpa modal dan tiba-tiba muncul dan punya control perusahaan besar, kenyataannya ada perusahaan lain yang bermain dan membantu sebagai sponsor.

Buses were a tough sell. They jolted. They smelled. They inched through traffic. City by city, it took the hidden hand of General Motors to replace streetcars with Yellow Coach buses.

In 1936, a company was founded that would grow to dominate American city transportation. National City Lines had no visible connection to General Motors. In fact, the director of operations came from a GM subsidiary, Yellow Coach, and members of the Board of Directors came from Greyhound, which was founded and controlled by General Motors.

The money to start this new company also came from Greyhound and Yellow Coach. To hide these connections the company needed a front man.

Roy Fitzgerald got his start in Northern Minnesota where he hauled miners and school children in a couple of buses. General Motors would groom him to become president of National City Lines.

Over the next few years, Standard Oil of California, Mack Truck, Phillips Petroleum and Firestone Tire would join GM in backing this venture.

Sampai akhirnya pada tahun 1946 ada orang yang bernama Edwin Quinby, penggemar kereta yang juga punya latar belakang finance. Dia mengirimkan surat pada orang-orang penting di ratusan kota di US. Researchnya setebal 33 halaman begitu detail dan memperlihatkan apa yang selama ini disembunyikan oleh GM. Bergulir dari surat Edwin Quinby, masih pada tahun 1946 Justice Department mulai penyidikan ke National City Lines, GM dan investor lainnya.

Pada waktu itu National City lines, GM dan terdakwa lainnya di temukan bersalah atas konspirasi yang menuju ke monopoli sektor transportasi. Sayangnya konspirasi ini sudah sukses menghancurkan sistem transportasi yang kalau sekarang ingin dikembalikan butuh dana sekitar 300 billion dollar… pada waktu itu masing-masing tertuduh hanya dikenakan dengan 5.000 dolar.

Untuk 25 tahun selanjutnya Justice Department terus berusaha untuk menghambat pengaruh GM pada sektor transportasi, mereka melakukan 3 investigasi besar tentang praktek monopoli, 2 kasus di selesaikan di luar pengadilan sedang satu lagi akhirnya tidak dilanjutkan. Pembuktian dengan link ke GM tidak ditemukan dalam kasus tersebut.

General Motors and its subsidiary, National City Lines, along with seven other corporations were indicted on two counts under the Sherman Antitrust Act. They were charged with:

  • Conspiring to acquire control of a number of transit companies, forming a transportation monpoly;
  • Conspiring to monopolize sales of buses and supplies to companies owned by National City Lines.

The defendents were aquitted on the first count. General Motors was convicted on the second count: “to monopolize the sale of supplies used by the local transportation companies controlled by the City Lines defendants.

Untuk fairnya perlu diketahui juga kalau tidak semua kegagalan sistem kereta api berbasis rel karena GM. Kenyataannya New York Railways Company sudah menerima suntikan pemerintah selama 6 tahun sebelum akhirnya dibeli oleh New York Railways Corporation dengan dana GM. Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan matinya sistem tranportasi tersebut. Perlu diketahui juga selalu ada 2 sisi cerita, pada satu sisi mengatakan GM lah yang menghancurkan, yang satu sisi mengatakan ini cuman untuk publikasi saja, juga bahwa video-video ini adalah usaha dari para pengusaha kereta api untuk membentuk persepsi publik agar mengembalikan sistem transportasi rel.

Silahkan googling dan browse para bro.

Taken for a ride

Links

http://en.wikipedia.org/wiki/General_Motors_streetcar_conspiracy

http://www.lovearth.net/gmdeliberatelydestroyed.htm

http://www.baycrossings.com/Archives/2003/03_April/paving_the_way_for_buses_the_great_gm_streetcar_conspiracy.htm

Kisah ini juga di filmkan, Who framed Roger Rabbit, Taken for a ride, The end of Suburbia.


Responses

  1. wow, parah juga ya . . .
    klo di indonesia kayanya ga perlu, soalnya atpm disuport sama pemerintah (eh tebalik ya?)

  2. ijin menyimak bro…

    http://setia1heri.wordpress.com/2012/01/13/kritik-iklan-t…j-ladies-first/

  3. ijin sharing ke temen2 ya om:)

  4. …”And why superhighways cut right through the hearts of our cities.”
    ini sedikit persis yang terjadi di negara kita…kalau jalan tol pasti banyak yang support…kalo rel KA…beuhhh!!!…padahal itu sarana paling vital buat rakyat yang pas2-an…sampe yang naik ke atap KA masih terjadi karena mereka terpaksa, dan seakan menantang ancaman pidana yang akan mereka terima…sementara jalan tol yang semakin marak memanjakan yang punya mobil (sendiri) …memang keadilan itu susah didapat…

  5. konspirasi… dimana mana pasti ada yg kayak gini… sampe sekarang kita belom punya mobil / motor nasional… kayaknya juga ada konspirasi…

    • Kalau menurut saya sih, kita nggak punya motor nasional karena rakyatnya sendiri nggak mencintai barang produksi dalam negeri. Dukungan sebatas cuap-cuap saja sih memang ada dan malah sangat berapi-api, tapi sayangnya berhenti sampai disitu saja giliran diajak berkontribusi secara nyata sayangnya mundur atas beragam alasan. Apakah ada dari kita yang beli Kanzen? Nasibnya mobil nasionalpun saya rasa tidak akan jauh berbeda. Secara konsep bagus, tapi kalau sampapi betul-betul jadi siapa yang mau beli?

      Untuk angkutan umum juga sama, lebih baik jangan menyalahkan pemerintah atau menduga konspirasi dulu. Coba lihat ke diri sendiri, apakah betul-betul siap dan mau berpindah ke angkutan umum? Perlu diketahui juga secara fairnya kalau pembiayaan MRT di Jakarta, sekitar 80 persen ditanggung oleh Jepang. #eh.

      • tapi toh kita mesti pake barang2 jepang kan dgn duit 80% tersebut . jadi jepang ga rugi

      • untung di kotaku yaitu Kota Bontang sistem transportasi masal walau bukan kereta sudah membudaya sekali.
        Perusahaan-perusahaan menyediakan jemputan karyawan begitu juga anak sekolah diberikan jemputan dengan bis-bis sekolah dan jadwalnya tidak tumpang tindih satu sama lain, walaupun jumlah armada lumayan banyak.
        ada yang berangkat
        pukul 06.30 utk perusahaan tambang
        pukul 06.10 utk karyawan perusahaan Industri
        pukul 06.30 rata-rata bis-bis anak-anak sekolah
        pukul 07.00 Untuk beberapa perusahaan Asing.
        Jadi bagi karyawan sudah terbiasa dengan pola disiplin waktu agar tidak telat shutle bus. Shutle bus ini juga berlaku saat pulang, baik pulang daritempat bekerja dan pulang dari sekolah.

        Jadi saya kurang setuju kalo rakyat yang disalahin tidak mau menggunakan sarana transportasi masal. Dari 100 % masyarakat kota Bontang ada sekitar 70 % bekerja di sektor formal dan dari dan 70%nya menggunakan transportasi masal. Sistem shutle bus ini tidak semuanya gratis, tapi juga bayar loh…. melaui sistem potong gaji….

  6. apakah indonesia juga terjangkiti ? #ngelusperut

  7. pgunaan kereta api,bisa menghemat pmakaian energi dunia

  8. isunya di negeri antah berantah juga ada konsipirasi, pembangunan kreta sebagai angkutan masal dijegal oleh konspirasi perusahaan otomotif.. itu di negeri antah berantah sih..xixixi

    nitip om
    http://boerhunt.wordpress.com/2012/01/13/kontroversi-iklan-tv-tvc/

  9. salah sendiri motor nasional gak bikin matic. males ane pake bebek.

  10. Hmmmmm…….jadi inget, kalo kita sering nonton film hollywood setting tahun 80-90an, di film2 itu transportasi umum semacam bis kota dan kereta subway selalu digambarkan sebagai sarana transportasi umum yg rawan kejahatan, terutama di wilayah2 dan jam2 tertentu. Sekarang, kalo kita nonton film2 hollywood bersetting jaman sekarang, jarang sekali diperlihatkan masyarakat US yang naek transportasi umum. Yang diperlihatkan selalu orang2 yang naik kendaraan pribadi atau minimal naik TAXI. Bis sekolah pun udah jarang. Masalahnya, masyarakat dan pemerintah kita sudah terbiasa dari jaman dulu selalu berkiblat ke Amerika. Kebijakan2 yg dibuat pemerintah selalu mengaca ke Amerika. Bahkan masyarakat kita pun selalu keranjingan produk2 berbau Amerika. Apakah di Indonesia terdapat konspirasi ATPM2 otomotif juga? Itu mungkin saja terjadi. Yang jelas pemerintah kita tidak akan sekuat dan seaktif pemerintah Amerika yang berani menyelidiki kemungkinan terjadinya konspirasi macam ini

    • Like this, tq for sharing,
      Iya kalau 80-90 an jamannya break dance yang di sorot Bronx – New York dengan grafitinya🙂 iya kesannya banyak kriminalitas naik subway mereka. Dan betul juga kalau sekarang semuanya di US pada naik kendaraan pribadi.

      Kalau kiblat kita transportasi ke US saya rasa nggak juga karena bus rapid transit kita banyak mengacu dan mengcopy dari Trans Milenio – Bogota. MRT kita nantinya kemungkinan banyak dibantu dan mengcopy dari Jepang karena modalpun dari sana…

      Tapi memang yang sama antara penduduk Indo dengan US, adalah orang-orangnya yang terlanjur cinta mati dengan kendaraan pribadi.

  11. hemm…….baru tau yg ini, ,,,

  12. klo dari ulasan disejarahnya, keknya penuh konspirasi.. alias ada kepentingan akan peristiwa ini. th 1900 an mobil listrik sudah ditemukan, dan siap mass product.. tp sengaja di killed..

  13. edann sampe segitunya ya..cerdasss

  14. dan nama alfred p. sloan itu diabadikan menjadi nama sekolah bisnis dan manajemen bergengsi di mit: ‘MIT Sloan School of Management’ …🙂.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: