Oleh: arantan | Januari 9, 2012

Salah kaprah: Mobil yang diasuransi tidak mengalami kerugian jika ditabrak

Betul kalau mobil keluaran baru hampir selalu dilindungi dengan asuransi, jenis asuransinya secara umum setahu saya terbagi dua model total loss yang hanya mengganti kalau sampai mobil hilang ataupun rusak hingga lebih dari 75% dan model lainnya lagi yang menjamin semua hal yaitu yang umum disebut all risk. All risk pun ada macam-macam modelnya dan harus dipelajari klausulnya, ada beberapa yang tidak dijamin, seperti rusak karena huru-hara, rusak karena banjir bisa-bisa item tersebut dipisahkan dari all risk standard. Kalau mau dicover akan pengaruh ke premi tahunan asuransi.

Apa yang terjadi umpama si mobil di tabrak ya katakanlah sebuah angkot begitu? Bener-bener double shit kalau sampai di tabrak! Soalnya mobil saya pernah ditabrak angkot sih. Bukan Avanza, untungnya sampai saat ini yang terjadi di Avanza saya adalah goresan-goresan.

  1. Saat kejadian sebetulnya nggak perlu ngotot, cukup catat nama supirnya, urutan kejadian dan siapa saksinya. Kemudian telpon call center asuransi, yang biasanya ON 24 jam, pasti akan ditanyakan nomor polis asuransinya. Jadi harus selalu bawa nomor polis asuransi tersebut pada mobil, kalau-kalau terjadi kecelakaan.Durasi waktu kalau mengerti prosesnya sebetulnya cukup satu jam kok, dengan catatan kalau mengerti, karena si penabrak sebetulnya cukup tandatangan selesai kok. Tapi seringkali ngotot-ngotot yang nggak perlu jadi malah bisa habis waktu hingga setengah hari cuman untuk ngurusin yang nggak perlu.
  2. Setelah melapor pada call center, kita diharus membawa si mobil ke kantor asuransi terdekat.  Ini memang sangat merepotkan jika mobil tersebut di gunakan untuk kendaraan harian, si pemilik harus merelakan waktu untuk melakukan pengurusan mencari kantor asuransi terdekat.Di kantor asuransi biasana akan selalu mengantri dan mengisi form panjang, sekaligus kantor asuransi tersebut akan memfoto dan melingkari bagian-bagian yang rusak dengan kapur. Setelah itu pihak asuransi akan meminta kita untuk membayar own risk atau resiko sendiri, yang besarnya sekitar 100-200 ribu per pelaporan.Durasi waktu yang dibutuhkan sekitar 2-3 jam di kantornya asuransinya. Termasuk ngantrinya belum termasuk perjalanan ke kantornya tentu
  3. Setelah membayar own risk, tanda tangan ini – itu si pemilik mobil akan dirujuk bengkel rekanan yang bisa dipilih pemgegang asuransi, ya cari yang paling dekat dengan rumah dan kesannya paling OK saja. And then si mobil langsung harus di bawa ke bengkel rujukan tersebut. Bengkel akan melihat berita acara dan hanya memperbaiki sesuai lingkaran-lingkaran tersebutSampai di bengel proses umunya adalah ketok – mengketok, dempul kalau perlu kemudian pengecatan si catnya harus menunggu betul-betul kering baru kemudian di poles.Durasi waktu sekitar 4-5 hari bergantung kerusakan, sudah termasuk cat berlapis dan poles. Kalau bengkelnya ternyata pas lagi penuh?🙂 tentunya akan lebih lama lagi.

Garda Oto, mogok pun mau di derek, bagus mereka covernya

Kerugian Materiil

  1. Own risk 200 ribu
  2. Selama 4-5 hari mobil di bengkel maka si mobil tidak bisa digunakan. Umumnya asuransi tidak memberikan penggantian mobil. Jadi selama mobil sedang direparasi, 4-5 hari pemilik harus menggunakan sarana transportasi lain. Kalau menggunakan taxi coba dihitung 5 x 70 ribu x 2 (pulang pergi) = 700 ribu.Jika si mobil untuk mengantar orang tambahan misalnya 1 anak sekolah atau isteri bekerja, maka … tentunya akan ada biaya tambahan lagi. Taruhlah  di kali lipat jadi 2 kali alias jadi 1.4 00 ribu.
  3. Nilai mobil akan turun. Tentunya tergantung dari besar tabrakannya. Kalau gores-gores pastinya nggak pengaruh, tapi kalau sampai ada yang melesek… pasti pengaruh.

    Pengguna motor pasti tahu, kalau motor misalnya sudah kena segitiga, dibetulin siapapun dan sejago apapun rasanya nggak akan seenak bawaan pabrik! Ya nggak? Tapi taruhlah si mobil cuman mengalami melesek dikit, tapi di betulin sebagaimana pun akan berbekas, ya paling tidak dempul, kalau sampai cat belang sih harusnya nggak…Efeknya tentu akan ke harga jual… kalau sampai ketahuan dan bukan lagi gores-gores saja, tentunya harga jual turun! Berapa besar turunnya harga bergantung dari besar tabrakan, kalau sampai kena rangka, tertekuk… waduh… siapa yang mau beli? Melesek dikit pun harga bisa terkoreksi kira-kira 10 jutaan, umumnya nggak sampai 10% harga mobilnya sih.

  4. Terakhir premi asuransi untuk tahun berikutnya otomatis akan naik! Ya dikit aja kok, paling 200 ribuan max.

Coba kita hitung total, sekali mobil ketabrak walau di tanggung asuransi, kerugiannya berapa? 200 +1.400 +10.000 + 200 = 11.800.000 atau seharga motor bebek bekas yang masih bagus lah, ini baru kalau melesek dikit lho.

Selain materiil ruginya apalagi? Tentunya rugi waktu, dan tenaga karena capeknya harus pergi kesana kemari… Waktu adalah juga duit, oportunity cost lah, kalau si pengemudi kerjanya ngejar setoran, misalnya dia seorang dokter yang kehilangan pasien atau seorang pengacara, biaya kehilangannya jadi berapa ya?

So be carefull guyz, karena biaya yang harus di tanggung si pemakai mobil cukup tinggi, taruhlah kita pakai motor bebek kemudian karena kesalahan kita menabrak mobil di kecepatan 60 an kpj, selain badan kita sendiri yang remuk, bisa-bisa kita minimal fairnya harus mengganti 10 jutaan keatas lho…

Untunglah kebanyakan pemakai roda 4 terbiasa pasrah saja dengan keadaan ini, biasanya walau sudah ngomel-ngomel habis-habisan, si pengendara roda dua biasanya di biarkan pergi ya kadang setelah di tonjok (*bener kejadian) atau ganti rugi semampunya si pengendara roda dua aja.


Responses

  1. selalu keep safety aja bisa apes…

  2. Buat catatan tambahan saja masbro :
    – Own Risk / Resiko Sendiri itu dikenakan Rp. 200.000,00 per kejadian dan bukan per laporan untuk partial loss / kerugian sebagian ataupun total lost / kerugian total, tetapi jika akibat kerusuhan / huru hara dan bencana alam dikenakan 10% dari nilai klaim minimal Rp. 500.000,00
    – Hitungan premi juga akan menurun mengikuti harga pasar dari kendaraan yg diasuransikan kecuali jika loss ratio kendaraan tersebut tinggi atau srg kecelakaan maka rate akan naik hingga dirubah menjadi Total Loss Only melalui pemberitahuan sebelumnya.

    • Betul, betul, betul🙂 TQ tambahan infonya!
      Baru-baru ini ada 3 kejadian yang saya satukan, saya kira bisa satu kali own risk🙂 ternyata di kali 3🙂

  3. Perlu disadari juga kalau bagian dari mobil tidak semuanya bisa dicopot-copot dan diganti. Tidak seperti motor yang kalau retak bagian tersebut bisa dicopot, kemudian di beli dan tinggal dipasang.

    Untuk mobil ada bagian-bagian yang menyatu ke rangka, sehingga tidak bisa dicopot, harus di ketok. Bagian seperti bumper depan-belakang-pintu-kap mesin bisa di copot dan bisa diganti kalau betul diperlukan. Tapi bagian lain contohnya bagian di atas ban – spatboard, samping-samping baik depan setelah pintu atau belakang sebelum pintu, sampai ke atap itu menyatu dengan keseluruhan rangka.

  4. nice article! mmg jelas sekali kerugiannya bukan cuma “200rb”, mudah2an dibaca semua pemakai jalan, apapun kendaraannya.

    thx masbro

    #yg pernah bawa mobil kondisi macet, diserempet motor yg langsung kabur, cuma dapat “lambaian tangan” tanda kasih sayang #prett

  5. Kereeen..🙂

  6. oia, kan biasanya di beberapa bengkel rekanan asuransi ada mobil penggantinya tuh, ya ga semua bengkel sih😀

  7. resiko punya mobil..wani nggetih.. wani cucul..

  8. walah… mbengkel sendiri aja…. murah koq…. tabrakan ampe blesek pun cuma bayar 400rb-600rb …. kalau emang udah ama ahlinya ketok… ga bakal kelihatan…. like brand new…. kalo sampe masi kelihatan ya tuh bengkel masi kacangan berarti.. btw kecelakaan terparah di mobil saya itu pintu sampai bengkok … dan diasuransikan dapet ganti pintu baru se interiornya…. ^^ ga maen getok getokan….

  9. Emg selalu pengguna mobil yg dipersalahkan, gua pribadi pernah di sundul sama motor Bebek, ampe pecah itu stop lamp belakang + baret baret di bodi mobil bagian belakang
    Bodohnya lagi si pengendara bebek celaka karena skill yang “beda tipis” ama rossi jadi malah nyungsep,dan bonyok sana siin karena cium aspal dengan mesra, bawa ke rs , gua lagi yg keluar duit, karena dah keburu ada polisi, dah ngobatin alay, mobil pun di bawa ke pos polisi, duit maning buat keluarin itu mobil. Di minta berdamai karena klo sidang mobil gua bakalan nongkrong lama di polantas yang alamat bakalan gak aman mobil gua.
    Dengan sangat terpaksa gua berdamai dengan Biker Sruntulan, tanpa ada kompensasi dari Biker tsb, karena gua orang miskin, motor kreditanlah, dll, dll.
    Dengan terpaksa gua relakan perdamaian yg terpaksa.

  10. nice infonya.. ttp berhati-hati dan berdoa.. asuransi memang bukan jaminan..

  11. bawa mobil di jakarta harus bermental baja, udah ati2 masih disrundul, kabur lagi,semoga yg nyrundul dimudahkan rizkinya,sehat anak istrinya.amin

  12. memang ampun…. udah mobil sendiri penyok, baret2. masih kena damprat motor yang nyangkut footstepnya di bumper mobil… bawa mobil di jakarta, yang bawa motor lebih galak dari yang bawa mobil, padahal yang bawa motor lupa nkali ya ada di jalan raya, bukan di sirkuit… rugi duit, rugi hati, rugi waktu….gubrak

  13. Agak berlebihan sepertinya.
    Mau pake asuransi ato kagak, kalo kecelakaan maka point #2 & #3 ya bakal tetep ada. Poin #4 juga kasuistik, di luar kenaikan akibat faktor2 finansial (suku bunga & inflasi).
    Loss karena pengurusan asuransi krn kecelakaan ya cuma biaya own risk aja (yg #1).
    Dan sbenernya kerugian asuransi itu adl kalo ‘kalah gambling’, dah bayar mahal jutaan pertahun ternyata ga pernah klaim ato biaya kerusakan yg diklaim jauh lebih kecil drpd premi🙂

  14. Aduh kasihan … selain asuransi untuk kecelakaan mobil, ada juga lho solusi pengamanan mobil lainnya … Coba deh kunjungi : http://www.alarmmobilpintarku.blogspot.com

  15. kalau nabrak motor urusanya malah lebih gawat, misal patah tulang, masuk ugd rsi operasi pasang pen, rawat inap infus dll, minimal abis 50 jutaan, makanya kalau supir pribadi yang pengalaman mending nabrak trotoar daripada nabrak motor, belum urusannya masuk penjara minimal berapa hari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: