Oleh: arantan | Desember 31, 2011

Angkutan umum tidak akan pernah se ideal yang Anda mau, apakah bisa jadi alasan untuk tidak menggunakan angkutan umum?

Kalau memang mau tunggu angkutan umum membaik sampai keadaan sempurna ya sampai kapan pun tidak akan menggunakan tranportasi publik. MRT nantipun juga pasti ada kendalanya. Yang namanya penduduk dan pembayar pajak pasti complain dan demanding terus.

Apakah transportasi publik di negara maju sangat sempurna? Nyaman begitu? Ya nyaman kalau datang sebagai turis…

Coba lihat ini…

Dari sini.

For any visitor with the common complaint that Tokyo’s citizens are inscrutably, unnervingly polite, this reporter has the antidote: board the Yamanote line at Ikebukuro at 7:45 on any weekday morning …

From ECONOMIST.COM

With a population of 35m, greater Tokyo is the world’s biggest metropolitan area. Despite the tyranny of Japan’s shrinking demographics, it will be decades, if ever, before Mumbai or Mexico City dislodges Tokyo’s crown. In the meantime, the scale and efficiency of the city’s diurnal migrations present the sharpest possible contrast between Tokyo and those two competitors.

Shinjuku Tokyo station, world’s bussiest train station, 3.8 juta sehari di 2008. Orang disana jalannya pada cepat setengah lari.

Bedanya memang disana orangnya lebih keren pakai jas dan iklim lebih dingin.  Tapi di Jepang pun saat rush hour keretanya padat gila-gilaan, kenapa disana orang berketa? Alternative transportasi lain lebih mahal! Naik kendaraan pribadi harganya tinggi, mau naik taxi? Di sekitar Tokyo keluar 2 jutaan rupiah sekali naik taxi itu biasa. Singapore pun sama, naik taxi harganya cukup tinggi, harga mobil di Singapore 3 kali lipat dari Indonesia. Intinya penduduk Singapore dan Jepang naik MRT dan menggunakan transportasi publik lainnya karena ekonomis. Coba di kunjungi juga blog Ivan di sini kisah orang Bandung yang mesti pakai MRT di Singapore.

Di Jakarta gimana? Harga MOTOR MURAAAAH!!!! Bepergian naik motor udah paling murah!!! Parkir murah, bensin juga murah!!! kalau dibanding kendaraan umum ya malahan berat di ongkos! Di masa depan siap-siap telan pil pahit. Sama dengan negara-negara maju demi suksesnya angkutan publik, kehidupan berkendaraan pribadi mau nggak mau harus dipersulit! Dibuat lebih mahal dan lebih sulit dibanding transportasi publik.

Berapa ongkos parkir mobil di Jepang? Standardnya 100 yen per 15 menit, kalau 1 yen = 118 rupiah, maka 1 jam adalah 47.200. Kalau banyak pekerja kantoran di Jakarta yang masih mampu mengeluarkan sekitar 20-22 ribu untuk parkir mobil di gedung perkantoran tiap hari. Maka kalau di Jepang model seperti itu mau dilakukan, biaya yang dikeluarkan adalah 47.200 x 10 jam di kantor = 472.000 rupiah sehari, baru untuk biaya parkirnya.

Cara persulit kehidupan kendaraan pribadi misalnya gimana? Ini… extremenya

  1. Naikkan harga bensin untuk kendaran pribadi khusus Jakarta dan nomor B setidaknya 2 kali lipat!
  2. Naikkan pajak kendaraan pribadi 4 kali lipat
  3. Naikkan tarif parkir 4 kali lipat
  4. Hapuskan 3 in one, terapkan ERP secara mahal
  5. Naikkan biaya pelanggaran dan harus anti bribe, ambil sistem Jepang, sekali melanggar, catatan pelanggaran terus diingat dan diperhitungkan untuk 3 tahun ke depan

Tanggung, penduduk yang naik kendaraan angkutan umum akan naik secara signifikan walaupun angkutan umumnya nggak diperbaiki.

Anggap saja sekarang As good as it gets!

Jangan tunggu-tunggu karena tunggu 5 tahun lagi pun keadaan berangkutan umum kemungkinannya sama. Jepang aja sampai sekarang juga full padat!!!

Mau pakai angkutan umum ya sekarang, jangan tunggu, silahkannnn…


Responses

  1. @.@ hoo.. Jepang parah bgt.. sampe bgitunya..

    • eniwei.. mungkin sedikit OOT.. jika nanti indonesia dibikin MRT, maintenance perlu diperhatikan bener2.. kemarin ini MRT Singapore jalur merah (yg melewati Orchard) mengalami kerusakan (yg untungnya dalam 2 hari udah bisa ditangani).. alhasil pengguna MRT pun kelimpungan dan bus jadi super padat..

    • Lihat videonya ya?🙂 main di dorong-dorong aja…🙂 di dalamnya udah nggak tahu seberapa padatnya.

  2. itulah kenapa semua pabrikan otomotif menyasar market Indonesia…. jika nanti MRt dimari berjalan ya siap-siap pabrikan otomotif pada gigit jari. Pajak kendaraan dinaikkan, jumlah kendaraan dibatasi, jumlah produksi dibatasi…

    tapi sekali lagi ini Indonesia yg pandai ngakal-ngakalin, sampai hukum dan peraturan juga diakalin…

  3. persulit kendaraan pribadi sih gampang saja

    “stop kredit murah”
    “down payment harus diatas 50% dari price otr”

    malah bisa sekalian mengurangi populasi alay2 di jalanan

    • Kalau segitu masih kurang sulit kali ya…
      Harganya juga mesti di kali lipatkan.🙂

    • hmm.. ada benarnya juga.. mungkin bisa diawali dengan pemerintah menentukan batas terendah DP untuk sebuah kendaraan.. o.O pernah lewat daerah Jaksel di tengah2 kemacetan ada dealer motor baru super kecil (bener2 kecil karena dari luar cm keliatan 4 motor skutik dengan meja dan kursi seadanya) dan memasang papan bertuliskan “DP mulai dari Rp. 0”

  4. tak ad yg sempurna, yg penting bagimana membuat transportasi nyaman dan ekonomis..

    • Nyaman, maap aja, nggak bakal.
      Ekonomis sudah, sayangya naik motor lebih ekonomis lagi.

  5. ya udah tetep pake kendaraan pribadi mau gak mau😀

  6. wah.. wah.. kalau nanti motor ga laku harus berapa banyak karyawan pabrik motor yang kudu dirumahkan???

  7. betul sekali, soal nyaman memang tidak bisa diharapkan terlebih saat rush-hour / jam sibuk. saya (syukurnya) pernah mencoba berbagai moda angkutan umum di beberapa kota negara maju. tetap penuh, berdesak-desak, panas. yg paling berdesak-desak ya tokyo.
    yg perlu dibenahi sistem angkutan umum indonesia: KETEPATAN WAKTU. KA komuter saja yg agak lumayan, sisanya campur H2C (harap-harap cemas) soal keberangkatan/tiba. belum bisa diandalkan.

    • Banyak terimakasih mas Ary

  8. Akhirnya gw nemu jg ‘temen seide’ soal lalulintas…gw jg pengguna mobpri di jakarta sejak th 99, tp paling ndak suka, bahkan benci ama pengendara mobpri / sepmot yg demen nyalah2in angkutan umum (bus-angkot) bahkan sepmot sbg biang macet (coba dengerin radio sonora ama elshinta, mobpri2 paling banyak jd tukang keluh), padahal jelas2 biangnya adalah mobpri. Rasanya, sebrutal2nya sepmot, kagak bakalan stuck kalo kagak ada mobpri antri baris dan pd jalan lelet sambil sms, telp n BBM an di depannya. DP kredit tdk akan terlalu pengaruh ama kemacetan kalo bensin, pajak dan tarif parkir (pd hari dan jam kerja) mahal. Punya mobil n motor 10 biji pun di rumah kalo bensin harganya 25rb seliter, parkir 50rb per jam dan pajak nya mahal??? Kecuali kita memang orang super kaya, nah namanya jg super kaya, wajar2 aja kalo nikmat hidupnya…bayar mahal dan subsidi orang yg kagak kaya kok…apalagi kalo super kaya dr hasil kerja keras, dilarang sirikdong..heheee….Kalo besok bensin/solar, parkir dan pajak khusus kendaraan pribadi mahal, maka gw mgkin akan lgsg naik angkot dan kopaja lg spt waktu gaji gw dulu msh 2,5 jt an th 99, apapun kondisi angkutan umum. Dgn konsumen yg melimpah, so pasti pengusaha angkutan umum jg berlomba2 menaikkan kualitas armadanya. Salam pembela angkutan umum!!!

  9. wih baru baca, ane setuju ama ide om arantan dan om jack fair2 aje…karena kalau ga gitu ga bakal terurai macet di jakarta…masa perumahan harus digusur buat bangun jalan terus? mau tinggal dimana penduduknya?? di kolong jembatan?? dan soal kebijakan mobil murah, dihapus aja…karena kalau dijadiin malah tambah gila macet di jakarta.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: