Penjelasan dari Fahmi Idris yang bikin SNI

Pernah lihat tanda tangannya Bapak Fahmi Idris di akhir dokumen peraturan menteri tentang helm?… Yap, beliau ini yang menanda tangan dokumen itu saat beliau masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian…

Menteri perindustrian kok ngurusin lalu lintas seeeeh???

Gw pernah ikut seminar dimana beliau sebagai pembicaranya, waktu itu bukan khusus untuk perhelman dan lalu lintas tapi gw jadi tahu kenapa soal ini masuk ke perindustrian dan kira-kira latar belakangnya, berdasarkan penjelasan dari beliau.

Kalau ngomong tentang standarisasi mesti ngomong latar belakangnya yang agak jauh… mulai sebelum jaman penjajahan Belanda… (alias udah lama bangetttt)…. hi hi hi.

Baiklah gw mulai ajah, kalau bicara tentang keselamatan, maka perlu diketahui bahwa pada abad 17 dan sebelumnya… pekerja itu dianggap SAMA dengan alat kerja. Dalam arti orang dianggap sebagai barang, kalau rusak tinggal ganti orangnya aja. Sama seperti palu, gergaji dan lain-lainnya, rusak… ganti baru, that’s it!

Nah tapi sejalan dengan era industri, penemuan mesin tenun, mesin uap dan sebagainya mulai ada kesadaran untuk mulai melindungi para pekerja pabrik… Tujuan ujung-ujungnya perusahaan mulai sadar bahwa pengalaman (experience) orang itu tidak mudah digantikan, apa lagi kalau sudah lewat masa training, masa kerja tertentu. Mulai ada usaha-usaha nyata supaya membuat orang bisa kerja-pulang… dan yang paling penting besoknya bisa kembali lagi bekerja dengan selamat. Proses berkelanjutan.

Pada jaman Belanda, sudah ada aturan-aturan baku tentang mengoperasikan mesin-mesin “canggih” saat itu, menurut beliau sudah ada aturan cara mengoperasikan mesin-mesin uap untuk di Indonesia, gimana aturannya, siapa yang boleh mengoperasikan dan lainnya. Aturan tersebut di daftarkan, nomorkan, dan di dokumentasikan … Belanda gitu loh.

Lepas setelah kita merdeka, ada konferensi Internasional PBB untuk mengatur buruh/pekerja… sifatnya bebas. Para anggota negara bisa tandatangan konvensi dengan segala konsekuensinya kalau mau, tidak pun tidak apa-apa. …. ini ngetik dah panjang bener bro…

Kira-kira latar belakangnya peraturannya seperti itu…

So lepas dari DOT, Snell pelaksanaan helm ini itu… yang penting kita tahu dulu, kenapa sih perlunya standardisasi … SUPAYA KITA BISA PULANG PERGI DENGAN AMAN!!! Intinya supaya sama dengan buruh pabrik aja, kerja – pulang – kerja – pulang, proses berkelanjutan.

END of story.

Bawahnya OOT, tapi mungkin berguna juga …

Gimana tentang ragam untuk keselamatan kerja? Per industri per kegiatan itu sudah ada pengaturannyah!!! Environment juga berperan!

Pak Fahmi pernah berkunjung ke suatu pabrik keramik, dimana setelah selesai bekerja para buruh pabrik di bagian pengepakan dan tempat-tempat tertentu DIHARUSKAN untuk minum susu yang disediakan pabrik! Ini susu beneran yang mahal lho! Lho? enak bener yakkk? Sedangkan karyawan yang kerjanya di dalam kantor justru nggak mendapat jatah susu? kenapa? Karena ada particle di keramik, dan menurut penelitian ya susu itulah yang bisa menurunkan racun-racun dari particle… Jadi tergantung environmentnya, ada yang dikasihkan ada yang tidak.

Juga tergantung dari jumlah pekerja buruh
Untuk konveksi yang jumlahnya 10 orang tentu lain dengan ribuan orang… Kalau sudah ribuan tentu perlu dibantu dengan pengudaraan bantuan, naruh kipas angin misalnya. Perlu juga disediakan tenaga keselamatan yang lebih advanced, kalau 10 orang buruh mungkin cukup kotak obat… kalau sudah ribuan? mungkin perlu tenaga medis standbye…

Begitulah-begitulah, semoga bermanfaat.

3 Comments Add yours

  1. blognyamitra berkata:

    Teller2 bank ama petugas gardu tol tiap minggu dpt jatah susu karena lingkungan kerja mereka polusinya cukup tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s