Oleh: arantan | Desember 23, 2013

Cara mengemudi mobil matic

Ada masukkan kalau posting saya sebelumnya tentang cara mengemudi mobil matic agar dilengkapi lebih banyak foto penjelas. Baiklah, kali ini coba saya bahas tentang step by step cara menyetir mobil matic. Kalau ada masukkan, info tambahan silahkan ya para bro.

Pengenalan Perangkat

Mulai dari pedal kaki dulu

arantan-matic-3288

Pedal kaki pada mobil matic umumnya terdiri dari 2 pedal saja, yaitu pedal gas dan pedal rem. Seperti di gambar pedal gas berada di paling kanan, di tengah adalah pedal rem.

Satu pedal lagi yang ada di sebelah kiri adalah pedal yang berfungsi seperti rem tangan. Pedal ketiga ini tidak selalu ada pada semua mobil matic. Lebih banyak justru yang parking brakenya tetap di tangan seperti pada mobil manual.

arantan-matic-3291

Setelah di pedal, kita lihat ke tuas persnelingnya. Gambar di atas adalah tuas persneling mobil matic, biasanya di sampingnya akan ada petunjuk posisi gigi, P, R, N, D, 2, 1. Model gigi pun juga bisa bermacam-macam, ada yang dibuat seperti bergerigi, sampai ada juga yang mengakar lagi dengan tambahan operan semi auto yaitu “+” dan “-“.

Perletakan tuas persneling pun bermacam-macam, ada yang di console box, mirip seperti tempat persneling pada mobil manual, ada juga yang menempel pada batang stang di sebelah kiri, mirip tuas lampu dan rem.

Anyway, untuk pembahasan kali ini saya bahas yang urutannya P, R, N, D, 3, 2, 1.

Mulai berjalan

arantan-matic-3327

Sebelum Anda berbuat apapun, make sure kondisi mobil dalam posisi berikut ini:

  1. Posisi gigi di “P”
  2. Parking brake dalam keadaan full di tarik atau aktif

Setelah mengecek dan mengkonfirmasi keadaan tersebut, masukkan kunci mobil dan hidupkan mesin dengan memutar searah jarum jam.

Perhatikan posisi gigi di dashboard, pada gambar atas posisi gigi berada di “P”. Mobil matic hanya bisa di hidupkan dalam keadaan gigi di “P” atau dalam beberapa mobil lain juga bisa dalam posisi “N”. Biasanya juga ketika parkir, mobil akan dalam keadaan parking brake yang di aktifkan.

Demi keamanan biasakan untuk memindahkan gigi satu demi satu, dan selalu mengecek posisi gigi pada dashboard. 

arantan-matic-3313

arantan-matic-3293

Dalam posisi “P” berarti mobil tidak bisa di dorong. Untuk berjalan maju ke depan, pindahkan gigi dari posisi “P” ke “D”.

  1. Caranya adalah dengan menekan pedal rem, kemudian menekan tombol tuas persneling
  2. Turunkan posisi tuas persneling satu persatu 3 step , dari posisi “P” ke posisi “D”.
  3. Pastikan petunjuk di dashboard pindah ke posisi “D” sesuai tuas persneling
  4. Selama memindahkan tetap tahan pedal rem dengan kaki kanan.
  5. Turunkan parking brake/rem tangan
    Jika mobil yang menggunakan pedal sebagai parking brake, tekan pedal sampai habis dengan menggunakan kaki kiri. Dan lepaskan.
  6. Jangan lepas pedal rem dengan kaki kanan, final cek dulu untuk memastikan…
    Posisi gigi tuas di “D”, posisi petunjuk di dashboard juga di “D”
    Posisi rem tangan/parking brake sudah di lepas
    Setelah ini semua OK, Anda siap berjalan
  7. Lepas perlahan pedal rem. Mobil akan berjalan.
    Ingat: Pada posisi “D”, mobil akan berjalan begitu rem dilepas
  8. Jika memungkinkan dan butuh berjalan lebih cepat, tinggal tekan pedal gas secara berurut dengan menggunakan kaki kanan.

arantan-matic-3339

Demi keamanan, cukup gunakan satu kaki kanan saja untuk gas dan rem.

Macet stop and go

Kalau masih macet stop and go cepat, cukup tahan dan lepas rem saja dengan posisi gigi tetap di “D”. Kembali saya ingatkan pada posisi “D”, mobil matic akan langsung berjalan jika pedal rem dilepas. Jadi ingat untuk tidak langsung menekan gas.

Macet lampu merah

*edited, revised thank you Slevin, Bocah Koplak*

Kadangkala kalau diamnya lama, seperti stuck di kemacetan. Lebih baik untuk memindahkan ke “N” dengan bantuan parking brake. Karena jika gigi masih di “D”, bisa membuat kaki pegal menahan rem, atau terangkat tidak sengaja.

Mundur

Dari posisi “P” tongkat persneling perlu dipindahkan ke “R” untuk reverse.

Caranya dengan menggunakan rem kaki dulu sampai kendaraan berhenti total, kemudian pindahkan gigi ke “R”.

Hati-hati, sama juga dengan posisi “D”, pada posisi “R” pun mobil akan langsung berjalan perlahan ketika pedal rem diangkat. Kalau kurang cepat mundur, gunakan gas secara mengurut dan perlahan.

Meninggalkan kendaraan

Sebaiknya meninggalkan kendaraan matic dalam posisi “P” dan parking brake dalam keadaan aktif.

Urutannya begini:

  1. Tekan pedal rem sampai mobil dalam keadaan berhenti total
  2. Tarik parking brake atau tekan pedal parking brake sampai full
  3. Pindahkan tuas persneling dari “D” ke “P”.
  4. Cabut kunci

Meninggalkan mobil matic dalam keadaan free, untuk bisa di dorong

Ada saatnya dimana kita harus meninggalkan mobil dalam keadaan mesin mati tapi bisa didorong. Dalam keadaan “P” apalagi dilengkapi parking brake mobil matic tidak bisa didorong.

Tiap-tiap mobil matic mempunyai cara tersendiri untuk memindahkan ke “N” dalam kondisi mesin mati. Tapi umumnya punya basic sama. Mobil harus dalam keadaan mati total dalam keadaan mesin mati, baru pindahkan.

arantan-matic-3335

Pada mobil yang saya gunakan, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Matikan mesin seperti biasa pada posisi “P”
  2. Cabut kunci kontak
  3. Colok kunci dan masukkan kunci ke lubang di persneling
  4. Tekan dan tahan kunci dengan tangan kiri, tangan kanan memindahkan tuas persenling dari “P” ke “N”

Tidak semua mobil punya cara seperti ini, ada juga yang punya tombol tersembunyi, cari tahu dulu

Begitulah, terakhir jika masih dalam tahap pembelajaran, cek dan ricek selalu posisi gigi pada petunjuk di dashboard sebelum melepas pedal rem.

Sebagian besar perjalanan dalam kota akan dilakukan dalam posisi “D”, kecuali jika Anda perlu menanjak curam tanpa awalan seperti yang sering ditemui pada parkir gedung bertingkat atau basement.

Untuk kapan pindah ke gigi tersebut saya post di sambungan dari posting ini, di sini.

About these ads

Responses

  1. om, bukannya kalau posisi gear P itu sirkulasi oli berhenti? jadi tetap di N saat macet ataupun berhenti sebentar…

    cmiiw

    • Masih debatable, ada yang bilang transmisi di posisi P tidak bersikulasi ada yang bilang tetap sirkulasi namun memang terkunci dari aktif.
      Imo, tetap bersikulasi, hanya tidak scepat di N (dalam hal memanaskan mobil (transmisi) saat dalam dingin

      http://kobayogas.com/2013/10/26/pengetahuan-dasar-seputar-fungsi-transmisi-automatic-pada-roda-4/

    • Mobilnya freed di lampu merah posisi ‘P’ ga salah tuh? Langsung unlock semua pintunya…(soalnya sy juga pake ini mobil)…kl di cempaka putih sama aja mempersilakan kapak merah/banc* masuk ke mobil.
      Posisi ‘N’ + hand brake (pake kaki tapi) yg biasa sy pake.
      Ga tau jg kl freed terbaru sekarang ga otomatis unlock kl di ‘P’.

      • Salah-salah, saya revised, tq, iya di P langsung kebuka.

  2. Ada beberapa teman bertanya ke sama, apa yang terjadi jika mendadak mesin mati saat mobil berjalan (gear di posisi R, D, 3, 2, 1, atau L) ?

    Ini karena analogi di transmisi manual, jika versneling ada di posisi gear tertentu dan mesin mati, maka mobil akan berhenti mendadak karena transmisi terkunci.

    Kalau di transmisi matic, aman, mobil akan meluncur.

    Untuk segera menyalakan mesin, pindahkan posisi gear ke “N” dan start mesin (TAPI JANGAN langsung dipindahkan ke D, dan seterusnya).
    Posisi mesin menyala ini untuk membantu mengaktifkan power-steering saja !.
    Saat mobil sudah berhenti atau pelan sekali (<5 km/jam), transmisi bisa dipindahkan ke D, etc.

    – pengalaman dengan mobil matik yang berumur – :-)
    …………………

    • Ada yg terlupa :

      “Untuk segera menyalakan mesin, pindahkan posisi gear ke “N” dan start mesin (TAPI JANGAN langsung dipindahkan ke D, dan seterusnya).
      Posisi mesin menyala ini untuk membantu mengaktifkan power-steering dan master rem saja !.
      Sekedar membantu mengendalikan mobil.

  3. ijin menyimak om…belum punya mobil soalnya jadi belum ngeh :-D

    http://setia1heri.com/2013/12/23/helm-biru-laut-ciri-khas-anggota-tni-al/

  4. Saya malah lihat kakinya ha ha ha :-D

    • ada disturbing pic :lol:

  5. thanks om. Masih blm berani dgn matik, manual aja deh.

    • Sebetulnya sederhana, kok Bro.
      Sama seperti waktu belajar dgn transmisi manual, bagaimana mengimbangi antara pedal kopling & pedal gas.
      Teorinya sepertinya susah, tapi kalau sudah biasa akan mudah.

      Begitu juga dgn transmisi matik.

  6. Om mohon ditambahin untuk jalan tanjakan / turunan yang curam sebaiknya digunakan gigi yang mana? klo ngak salah D1 apa yah?

  7. Semua urutan yang diinformasikan adalah urutan yang seharusnya atau yang benar, prakteknya tidak serumit itu, apalagi kalau sudah biasa, lebih mudah dari MT kok..

    http://kobayogas.com/2013/10/26/pengetahuan-dasar-seputar-fungsi-transmisi-automatic-pada-roda-4/

  8. Nyeker… :mrgreen:

  9. sepertinya ribet juga yah

    • Itu kalau secara teori, Bro.

      Coba jelaskan bagaimana mengimbangi antara kopling dan gas di transmisi manual saat bergerak perlahan di tanjakan ? :-)

      Kalau ditulis memang ribet ……
      :-D

  10. Nanya dong….kalo mobil lagi bergerak, terus kita mau pindahkan dari gigi D ke gigi 1, sebaiknya pada RPM berapa? langsung geser tuas aja ya? thanks. :)

  11. Wah ane malah belum lancar bawa manual karena adanya matic, Sinia R A/T.
    @timahkota
    Kalau mau memindahkan giri D Ke D1/L tentunya jika memang perlu saja misalnya tanjakan/turunan curam, ini sebainya ketika kecepatan mobil rendah 0 ~ 15 KPJ. Kalau tidak perlu tidak usah di pindah. Kalau tanjakan landai tapi landai jika mesin terasa berat pindahkan dari D ke D3 atau D2, kurang lebih sama dengan manual.

    • Dibuku petunjuk penggunaan selalu ada penjelasan lebih rinci.

      Detailnya, setiap perpindahan tuas ke transmisi lebih rendah, RPM tidak boleh melebihi 5000RPM (tergantung tiap jenis mesin – baca lagi buku petunjuk).
      Ini untuk menghindari putaran mesin berlebihan …..

      Misalnya, dari D ke 3, atau dari 3 ke 2, atau dari 2 ke 1/L, rule-of thumb, perpindahan dapat dilakukan jika putaran mesin <4000RPM.
      Jika sebaliknya, misalnya 1/L ke 2, atau 2 ke 3, atau 3 ke 4, langsung saja.

      Itulah kenapa ada jargon, transmisi matik bisa merasakan sensasi transmisi manual tapi tidak sebaliknya ….
      Karena transmisi matik bisa dilakukan perpindahan gear secara manual …..

      Sebenarnya, perpindahan tuas yang dilakukan pengemudi, tidak secara langsung menyebabkan perpindahan bilah2 gear di transmisi namun sebenarnya memberi masukan kepada valve untuk mengalirkan tekanan olie kepada gear yang ditentukan.

      • Thank sharenya,

        Namun prakteknya juga tidak selalu bisa teoritis karena contoh pada saat melaju di kecepatan konstan 100/jam di Toll Rpm baru menunjukan angka 3500. NAh kalau pada saat tersebut di pindah ke gigi yang lebih rendah malah bahaya Bro.

      • Nggak juga, Bro.
        Dibaca lagi buku petunjuknya, di RPM berapa (maksimum) diperbolehkan untuk memindahkan ke yang lebih rendah.

        Contohnya kalau kick-down, seharusnya otomatis pindah ke gigi yang lebih rendah selama aturan maksimum RPM terpenuhi.

        Dan, transmisi matik saat ini, sudah pintar untuk mencegah hal ini.
        Misalnya, di RPM3500 pada 100KM/jam, saat akan akan dilakukan perpindahan secara manual ke gear yang lebih rendah, dia akan menolak jika ternyata akan mengakibatkan putaran mesin berlebih.
        Biasanya, tuas transmisi tidak mau digerakkan ….

        Coba dibaca lagi buku manualnya. karena feature seperti ini sudah ada di salah satu kendaraan Eropa buatan tahun 1997 yang pernah saya punya.

        Satu lagi pembahasan yang terlewat : kick-down.

        Ini yang jarang sekali dilakukan oleh pengemudi kendaraan matik.
        Jika diperlukan akselesari mendadak, langsung saja tekan pedal gas secara penuh, namanya kick-down.
        Otomatis transmisi akan memindahkan ke gear yang lebih rendah, bisa 1 lebih rendah atau 2 lebih rendah tergantung kebutuhan.

      • Contoh dari buku petunjuk manual Trajet 2.0 tahun 2002.

        Bagian penggunaan transmisi :
        – D (Drive) : “… Never downshift manually to “2” or “L” position when vehicle speed is more than 95 km/h (60 mph …”

        Kemudian dibagian “Advice” :

        “Slow down before shifting manually to a lower gear. Otherwise, the lower gear may not be engaged”

        [Ini pernah saya coba sendiri, dan tuas transmisinya tidak mau berpindah].

        Jadi, transmisi matik sebenarnya sudah pintar kok ….

      • Nah ini baru ane pham nih, yang ane simpulkan pemindahan gigi hanya bisa dilakukan pada saat range kecepatan tiap tiap gigi terpenuhi,

        misalkan Gigi D1 (0 ~ 35)
        Gigi D2 (20 ~ 60)
        Gigi D3 (40 ~ 105)
        Gigi D (60 ~ seterusnya)

        Artinya jika kecepatan mobil dalam range maka bisa shifdown ke tranmisi yang dituju begitu kan? sementara untuk memindahkan dari gigi D1 ke gigi di atasnya bisa dilkukan kapan saja.

        Memang dalam manual book banyak penjelasan tapi karena prkateknya lebih ke feeling jadi sedikit terabaikan, walau waktu pertama dikasih sudah dibaca. :) By the terima kasih sudah mengingatkan kembali..

      • yup …… sama-sama …..

        Transmisi matik sudah cerdas banget, bro ….

        Hanya saja, jangan pernah dicoba cara ini ya :
        – tuas transmisi di N
        – tekan pedal gas hingga putaran mesin mencapai 3500 – 4000 RPM.
        – tanpa menekan pedal rem dan melepas tekanan kaki di pedal gas, langsung pindahkan ke D

        …………………. dijamin 2x-3x jebol tuh transmisi…….. :-P

        ane sudah pernah coba ….. :-P

  12. Oh Ada tambahan bagi yang belum tahu,

    D = Perpindahan gigi otomatis dari 1 s/d 4
    D3 = Perpindahan gigi otomatis dari 1 s/d 3 ( posisi ini maximal gigi 3 setinggi apapun RPMnya )
    D2 = Perpindahan gigi otomatis dari 1 s/d 2 ( max giig 2)
    D1 atau L = transmisi hanya di gigi 1 tidak bisa berpindah

  13. yaah. . ane masih kagok pake matic. .
    kebiasaan pake manual. nginjeknya pake dua kaki melulu. wkwkwk

    tapi memang bener. Matic emang cucok buat kota2.. :)

    • Masak, sih, Bro ………

      Kurang tarikan saat berakselerasi ?
      Ada fasilitas kick-down ….

      Tidak bisa menanjak di tanjakan curam ?
      Transmisi bisa diatur secara manual ….

      Kurang handal & tangguh ?
      …. hmmmmmm ……. tank2 tempur sejak tahun 1970-an sudah menggunakan transmisi otomatis ,…

      Teknologi baru ?

      http://en.wikipedia.org/wiki/Automatic_transmission

      “… The first automatic transmission was invented in 1921 by Alfred Horner Munro of Regina, Saskatchewan, Canada, and patented under Canadian patent CA 235757 in 1923. (Munro obtained UK patent GB215669 215,669 for his invention in 1924 and US patent 1,613,525 on 4 January 1927). The first automatic transmissions using hydraulic fluid were developed by General Motors during the 1930s and introduced in the 1940 Oldsmobile as the “Hydra-Matic” transmission…”

      Di Indonesia ?
      – Bokap ane pernah punya Peugeot 405 tahun 1970-an dengan transmisi matic
      – Hoda Civic generasi pertama (taun 1970-an) sudah beredar di Indonesia. Dulu promonya adalah Civic Hondamatic
      :-)

  14. […] pada posting sebelumnya sudah banyak teman-teman yang menginfokan kapan harus mengganti gigi ke D1, D2 atau D3. Sudah […]

  15. Reblogged this on Jual Dodol Durian ASLI Khas Pontianak.

  16. mau nanya nih… bagaimana caranya mengatasi ketika mesin bolak balik mati sementara posisi di tanjakan / turunan..apakah rem kaki otomatis mati kalau mesin mati? bahaimana cara mengurangi/ menghentikan laju mobil ketika mesin tiba2 mati.dalam posisi tersebut bagaimana cara starternya…apakah berhenti dulu posisi “P” baru start.( cara ini sulit sekali kalau posisi jalan rame)…(setelah masuk bengkel ternyata riley pompa bensinnya eror, maklum mobil tua)

  17. Terima kasih banyak infonya.
    bermanfaat sekali.. saya jadi belajar banyak

    terima kasih

  18. terima kasih

  19. thanks so much..

  20. Reblogged this on Defko's Weblog and commented:
    info yang bermanfaat, terima kasih

  21. Mantapbs…
    Kalau ada videonya, upload dunk…

  22. […] pada posting sebelumnya sudah banyak teman-teman yang menginfokan kapan harus mengganti gigi ke D1, D2 atau D3. Sudah […]


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 240 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: