Oleh: arantan | Agustus 25, 2013

Service Vespa LX di Piaggio, Kebayoran Lama, bagus!

arantan-Vespa4

Kemarin, 24 Agustus 2013 saya service Vespa LX 150 saya ke 3S Piaggio Indonesia di Jalan Raya Kebayoran Lama. Kalau dari jalan panjang mengarah ke Permata Hijau, di perempatan rumah sakit belok kanan, nanti kira-kira 200-an meter dari lampu merah sebelah kanan ada Piaggio. Ini foursquarenya.

Saya kesana dengan keluhan, si motor tidak bisa jalan smooth, kalau di kecepatan sangat rendah alias 20 kpj ke bawah, jalannya akan ON – OFF. Tidak bisa mengurut jalan perlahan. Pemilik sebelumnya mengatakan kalau sudah ada part racing di CVT. Parts itu justru mempersulit saya kalau di bawa jalan bermacetan.

Saya ke bengkel mau di standardkan total saja lah.

Saya sampai di bengkel pagi kira-kira sebelum jam 9 pagi, tapi Vespa saya baru ditangani hampir jam 12, nunggu 3 jam brooo! Ini kemungkinan karena weekend pertama sehabis libur lebaran, weekend sebelumnya ketika saya telepon masih tutup. Sekitar jam 11-an siang, permintaan service sudah ditutup. Selama 3 jam saya main game saja sampai baterai mau habis. Untungnya disana juga ada bro Adit, teman lama dari Sun Motor Fatmawati yang pindah ke Kebayoran.

arantan-Vespa3

Ketika dibuka ketahuan kalau CVT beltnya masih baik, tapi sudah diganti dengan belt racing pollini. Saya minta diganti saja. Pada service ini saya minta sekaligus diganti oli mesin dan transmisi sekalian.

Selain itu ada juga per kopling yang sudah diganti racing. Untuk parts ini tidak ada parts numbernya dan harus diganti se koplingnya, biayanya sampai 400 ribu karena harus diganti satu set kalau mau dikembalikan ke standardnya. Waaaa.

Setelah diganti belt standardnya dan service bersihkan CVT dan lain-lain, waktu pulang Vespa saya sudah beda total, motor  bener-bener beda!!! Jalannya sudah jauh lebih smooth, bunyi dari CVTnya pun tidak lagi berisik. Total biaya untuk parts dan service adalah 457 ribu rupiah.

Setelah di standardkan untuk performa memang tarikan terasa sedikit melambat, top speed rasanya juga sedikit berkurang. Sedikit saja lho. Untuk saya lebih baik kurang sedikit tapi lebih nyaman di macet-macet lah.

Tapi saya masih penasaran dengan si per kopling. Mau saya standardkan saja, tapi tanpa harus membeli keseluruhan parts koplingnya. Jadi siangnya saya meluncur ke Layur 88 tempatnya Oom Manto.

arantan-Vespa1

Diagnostic dengan colok pakai PADS, sudah berbahasa Indonesia dan kelihatannya sangat user friendly.

Bon1 Bon2

About these ads

Responses

  1. Total habis berapa? Jaman dulu belt-nya Fly ori saja sudah 500 ribu, sekarang mestinya lebih murah ya…

    • Baru di update harganya bro.
      Iya beltnya X evo malah dulu lebih mahal dari 500.

  2. Saya jg pake part racing di cvt, per kopling,per besar, per kecil, roller, dan variator.sempet pake modul dan koil racing tp malah bikin boros aki (2x ganti aki) jd skrg dicopot. Pengen balik ke standar tp tungguin roller nya peyang dulu. Sejauh ini sih gak ada kendala ngeden klo dibawa bermacet ria, dulu iya pas disetting rollernya utk akselerasi jarak pendek, tp stelah setting ulang utk middle speed dan high speed dah gak ngeden.

    Dulu pas pake cvt standard malah sering bgt “gregel” di cvt klo macet, skrg malah gak. So far, tarikan sih oke banget cuma bensin jadi agak boros (1 : 29), pas dulu pake modul dan koil racing entah kenapa malah agak hemat (1 : 30-33). Kedepannya klo dah standaran, mau setting ECU di salah satu bengkel non piaggio di fatmawati plus setting aliran udara di knalpot di salah satu bengkel depan itc permata hijau (gak sempet2 mau kesana)

    Btw, saya kapok servis di bengkel piaggio, for some reason

    Akhirnya maen vespa jg om, pantesan sering liat vespa coklat yg back rack nya unik di parkiran (saya pake vespa lx ijo)

    • Iya kembali ke groupnya Piaggio bro :)
      Ya memang tergantung cocok-cocokan sih.

  3. ini gmn judul artikel sama isinya beda??? kebayoran baru – kebayoran lama. yg bener kebayoran lama nih secara deket ma bedeng ane

    • Eh iya, udah di edit, tq.

  4. klw boleh tw, top speed vespa lx 150 ie standart kisaran brp on spedo om? thx.. :-)

    • Saya sendiri cobain sampai 100-an.

      • Di trek lurus cianjur pas turing kmrn temen standar tembus 120, tp pake doping octane booster coz gak nemu pertamax plus.

  5. vespa saya model S 150 warna kuning kunyit th.2013 akhir kok gak bisa distarter , kenapa ya ?,,aki, bagus,lampu semua nyala, lampu sen, klakson hidup semua,,,,kenapa ya..mohon bantuannya. tks.

  6. teruskan om nge-blognya keren nambah pengetahuan

  7. Mau nyari temen-temen yg masih pada pakai piaggio fly nih … Saya pakai fly 125 silver , lokasi sawangan .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 238 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: