Oleh: arantan | Juni 6, 2013

Saran untuk Yamaha, recapture segmen matic, kuasai market share

Waktu dulu Honda sempat tertekan Yamaha, Honda fokus recapture satu-satu. Tapi visi AHM waktu itu terbukti bener, AHM kembali jauh dominan dengan langkah-langkah sistematis, recaputre bertahap dimulai dari yang paling penting, dari matic, sampai akhirnya baru sekarang fokus di alihkan ke road bikenya pun di gelontorkan juga.

Saat ini, siapapun yang bisa menang di matic, bakal jadi pemenang pasar. Ya iya, share bebek makin di gerogoti kok, road bike konon sharenya bertambah, tapi ya masih jauh bener lah. Yamaha pun bisa menggunakan cara yang sama, jangan dulu fokus ke Vixion – Byson – 250 cc, moge dan lain-lain. Kalau secara corporate mau fokus di situ, menurut saya adalah suatu kesalahan. Ya marketnya 250 cc, dan marketnya moge di Indonesia berapa sih? Sementara effort untuk mengembangkan kesana tentu memerlukan investasi segar.

Principal Yamaha pun harus bisa diyakinkan untuk dukung! Parahnya memang saat ini pengertian Yamaha global terhadap Indonesia agak aneh. Lagi tertekan begini disuruh jualan moge? Waduh? R1-R6, T Max? Yang beli sih pasti ada, tapi volumenya apakah signifikan? Jangan tertekan di pasar Eropa dan US kemudian barang yang sama di lempar kesini lah. Apakah Indonesia nggak kepingin moge? Ya pingin lah, tapi kemampuan ekonominya gimana? Kecuali bisa bikin moge seperti Kawasaki masih mendingan.

Masih soal principal, jangan juga tertekan di Asean – Indonesia malah kemudian pindah fokus ke India. Memang kalau pasar sedang tertekan pilihannya ada 2, seperti yang saya pernah bilang di tahun 2011 pada Suzuki. Tapi saat ini kelihatan strategi Suzuki adalah salah. Strateginya memang umum, saat tertekan/market terus menurun, tentu expenses di turunkan. Termasuk didalamnya, cost untuk promotion, marketing, inovasi produk baru, penambahan jaringan dan lain-lain. Tujuannya untuk menjaga margin setidaknya tetap. Tapi … sekarang dengan mengerem expenses, tentu market share pelan-pelan ambil kompetitor! Nah setelah market share hilang, bagi Suzuki mengambilnya lagi gimana? Bisa-bisa bikin frustasi.

So, principal harus dukung! Selama berapa tahun ke belakang ini deh, apakah pernah dengar pembukaan pabrik baru di Indonesia oleh Yamaha?

Back to matic, Mio sudah mesti di remajakan lagi atau di diversifikasi, mio kecilan? mio  gedean? Bikin line up baru diantara Mio – Xeon? Tapi jangan yang terlalu aneh-berani juga, seperti X ride/Fino pasarnya tidak akan besar. Pembedanya bisa dari size, atau bentuk tapi jangan terlalu extreme.

In the end, saran saya bagi Yamaha untuk saat ini tutup mata saja sama Vixion – Byson – Scorpio, Honda pun lama tutup mata sama jajaran road bike, benerin dulu di bagian yang penting. Kalau sudah menang di matic, duit hasil dari situ bisa diputar untuk investasi lainnya. Setelah itu CBU yang pas dengan permintaan dan kemampuan orang Indo lah. Setelah itu … baru CBU yang beneran.

So Yamaha, it is now or never! Bounce back! It’s time to fight!

About these ads

Responses

  1. pertamax kah?

    males nungguin yamaha…nouvo nya gak dikluar2in

  2. yamaha recapture matic, honda recapture batangan. dan hasilnya………..

    • No.
      Honda memenangkan di matic dulu baru pindah fokus ke road bike.

    • matic adalah ujung tanduk perusahaan… buat modal juga bisa. kalau modal sudah ada dan trend metik nya menguasai. tinggal sport…

      cincai lah…

  3. mantabbb, nih tulisan. Sharing terus ilmu nya Om

  4. strategi terbalik antara Y & H
    honda dari bwah bergerak ke atas
    yamaha dari atas bergerak ke bawah dan cenderung bareng. parahnya sektor matic ambil mentah2 dari thai yg dr bocoran udah dicibir. eh nekat dimasukin

    • Menarik. Dari atas ke bawah pun memang bisa… seperti Kawasaki yang sengaja atau tidak tumbuhnya begitu. Yamaha dulu pun sempat mengambil AHM dari bawah ke atas, sebelum akhirnya diambil lagi oleh AHM dengan cara yang sama, ya dari bawah ke atas.

      Kalau tujuannya market share yang dikejar, ya harusnya mesti mulai dari area yang marketnya paling gemuk.

  5. Tidak bisa berbarengan gan merecapture keduanya, road bike and matic? Segment road bike-nya memang masih kuat tetapi saat ini rongrongannya tidak hanya dari AHM, tetapi kawasaki dan suzuki juga dgn rencana P200NS dan suzuki 150cc jika keluar.

    • Kalau modal unlimited, sikat semua segmen langsung berbarengan. Kenyataannya AHM pun dulu nggak sanggup, dan mereka sadar kalau nggak akan sanggup.

      Jadi ya lebih baik fokus di satu area dulu, baru ke tempat-tempat lain.

  6. pantesan ngahaem kuat datengin duo cbr :D duit nya dari hasil jualan matic :mrgreen:

  7. mending yamaha stop aja jadi sponsor motoGp,duit nya d alihkan buat riset matic imho :D

  8. kesalahan yamaha ya mio-j . . . .
    dari desain jauuuuuuh ketinggalan dibanding soul-gt
    di indonesia nomer 1 tampilan dulu, buktinya ya penjualan soul-gt diatas mio.

    jangan pernah pikir buat ngalahin market leader, buktiin kalo yang nomer 2 juga ga kalah kualitas :D

  9. kayaknya yamaha terlanjur mencitrakan dirinya sebagai merek kencang, berarti perlu bikin matik yang lebih superior tuh dan karena performa bukan sesuatu yang kasat mata, tampilannya juga perlu ditingkatin

  10. Yamaha tampil all out dgn desain yg keren dan modern di type sport (kecuali Scorpio yg aneh) harusnya bisa di type matic,

    Soul GT paling oke dari segi desain body dan warna livery (spion perlu diubah jadi model lancip biar lebih cakep)

    Mio GT bagus dari segi desain dan warna livery (spion perlu diubah jadi model lancip biar lebih cakep)

    Fino kurang cantik di livery, kesan retro nya engga ada, kasih detail krom lebih banyak donk,

    X-Ride udah oke dari model dan livery,

    Xeon lumayan cakep, cuma warna livery nya jgn terlalu aneh2 dan rame gitu

    Mio-J sbg backbone harus di facelift major juga, headlamp dan lampu sein kurang agresif, harus dibuat lebih berkarakter

  11. wah tutup mata pada segmen sport???yg bener ni bro?
    padahal tulang punggung yamaha dari segmen itu lho…kalo dibiarin trus kompetitor makin banyak,segmen tumbuh terus,mau jd apa yamaha?
    segmen matic masih terlalu berat untuk direbut.lebih baik fokus mempertahankan dulu yg udah bagus,sedikit demi sedikit tetep bergerak di segmen matic,kalo habis-habisan memburu matic yg nyata-nyata berat dan ternyata gagal bisa-bisa beneran semaput pabrikannya
    sedangkan untuk moge,mereka niru strategi flagship dari honda,tujuan utamanya menancapkan mindset dulu ke konsumen,dan mindset itu sangat sangat penting di pasar indonesia

    • TQ commentnya.
      Road bike memang sexy, apalagi premium bike seperti R1-R6, tapi … dampak ke penjualan tidak begitu se-signifikan jualan matic *tentunya*. Marketnya road bike sangat sempit. Konon 8% an dari total penjualan *dulu*, kalau tidak salah sekarang naik sekitar belasan persen.

      Sedangkan kalau bicara market share, adalah bicara per unit sales. Ya mau jadi raja di road bike pun, ya percuma, mayoritas unit salesnya bukan datang dari situ. Kalau profit lain lagi.

      Setuju juga kalau di matic head to head lawan AHM, ya mungkin tempurnya lebih berat. Tapi memang worth it kan?! Dari pada tempur habis-habisan dengan biaya research dan investasi yang sama untuk road bike tapi hasilnya sedikit… Dan sekarang pun mulai juga digempur dan digerogoti AHM.

      Coba bro pilih, sebagai pengusaha, biaya research dan investasi untuk matic dan road bike katakanlah sama atau malah mungkin research road bike lebih sulit. Matic bisa dijual sekitar 4-5 kali lebih banyak dari road bike. Sedangkan biaya investasi akan dibagi perunit…. Sebagai pengusaha, lebih untung mana?

      R1-R6, T Max, akan dipasarkan di kisaran 200 an jutaan mungkin T Max bisa kurang-kurang dikit, ini beda sekali dengan strategi AHM dengan PCX dan CBR 250nya. Bahkan AHM pun sampai sekarang masih takut untuk memasukkan 400 – 500nya. Suzuki pun pernah memasukkan moge mereka lewat indomobil, tapi ya untuk bicara market share… ya quantity jualan moge nggak ada artinya.

      Yang paling bener memang buat premium yang diformat khusus untuk ASEAN/Indonesia, misalnya saja matic 200-250 cc. Sport bike di 250 cc, tapi itupun prioritas nomor sekian, yang penting matic! Recapture dulu segmen matic. Hasil jualannya bisa diputer lagi untuk research road bike-sport bike. <- ini yang sudah dilakukan oleh AHM.

  12. kalo diliat sih, memang Honda AHM yg paling tertata lini produknya. Dari entry level sampai premium, semua segmen terisi dan membentuk piramida.

    • Kalau melihatnya sekarang, iya.
      Tapi ÅHM pun mengeluarkan produk satu persatu. Mereka kuasai dulu di matic karena itu bicara kendaraan masa depan. Setelah kuat di lini matic, baru sekarang mengembangkan ke 150.

      Lihat saja lini 150 AHM sekarang seperti apa? Mau dilawan Vixion sama Byson saja? Ya syulit.

      Mau perkuat di road bike atau matic? Kalau saran saya, ya mending konsen dulu, recaputre matic.

  13. Agree…Mr.Arantan..hanya mau menambahkan,aftersalesnya di permantap…

  14. mungkin bisa mendatangkan Nouvo SX yang aduhai banget itu.
    mungkin untuk model gak terlalu parah juga,tapi yang harus d tingkatkan adalah KUALITAS
    banyak banget Mio,Soul (Xeon RC gak tahu juga) yang akinya ngedrop,bahkan bohlamp mudah putus,kalau d Soul GT sih ada kendala d sistem CVTnya.

    baru deh,kualitas bagus,modelnya drubah,pst kepercayaan masyarakat terbagi 2 (untuk sementara dpecah dulu aja,kalau untuk mengambil market share secara instant emang susah,)

  15. masalah utama mengendari yamaha kurang yaman , tidak lembut diatas, stomnya terlalu keras & ban yang kurang elastis (apa lagi di jalan kurang baik seperti jalan yang terjadi sumatera utara), juga termasuk yamaha cendrung boros, dan sistim marketingnya harus bebas untuk marketing tidak terkotak-kotak wilayah penjualan. Konsumen sudah banyak kapok memakai yamaha akibat borosnya mesin, Sementara honda lebih nyaman dijalan buruk dan bensinya lebih hemat @/hour. ini keluhan pemakai yamaha (konsumen), kalau dapat lagi yamaha produksi yamaha seperti sepeda motor advanture enduro tahun 80 an tapi 4 tak 160 cc hemat.
    trims penggemar yamaha percetakan temugija stabat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 223 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: