Oleh: arantan | Februari 19, 2013

Cara pabrikan motor mengetahui permintaan tepat 100% tanpa stock galau

Arantan-7017

14 Februari 2009, its been 4 years … Ini foto waktu ke pabrik AHM Cikarang. Pertama kali blogger ngumpul di pabrikan, tanggal ini menjadi hari lahirnya Koboi. Siapa saja yang ada di foto? :) Di sini para blogger melihat proses pembuatan motor Honda

Back to topic, bagaimana bisa pabrikan menyediakan barang tepat 100% dengan kebutuhan pasar? Bisa kok … tapi bukan beli barang stock, tapi modelnya pesan. Ada pesanan baru di adakan.

Seperti beli rumah atau apartment melalui developer, para pembeli disodorkan gambar *saja. Boro-boro rumahnya, fisik infrastrukturnya saja belum kelihatan, masih pematangan tanah. Tapi dengan modal brosur si developer asal punya nama bagus, bisa sudah menjajakan  property nya ke publik. Nantinya duit dari bank kalau KPR disetujui, maka barulah bangunan di buat. Kalau tidak ada yang beli… ya nggak usah di bangun.

Repotnya memang model begini pembeli pilih-pilih kavling, yang menyulitkan developer. Si pembeli A pilih nomor 1, si pembeli B pilih nomor 10… lha terus nomor 2 sampai 9 kosong dong? Itu baru rumah, kalau apartment gimana? Ada pembeli pilih lantai 2, kemudian lantai 10 … Bagaimana kalau lantai 3 sampai 9 nggak ada yang mau beli? nggak usah dibuat aja? ha ha ha :D

Build to order (BTO) and sometimes referred to as make to order (MTO), is a production approach where products are not built until a confirmed order for products is received. BTO is the oldest style of order fulfillment and is the most appropriate approach used for highly customized or low volume products.

Ini build to order …

Anyway… penyediaan motor juga ada yang modelnya pesan baru diimport, tapi tentunya bukan untuk motor-motor umum.

Seperti PT Piaggio Indonesia menyediakan Piaggio MP3 Yourban dan Vespa GTS, mereka baru impor ke Indonesia kalau ada yang pesan. Karena jumlahnya sedikit dan harganya mahal, daripada nanti di datangkan dalam jumlah banyak kemudian nggak ada yang beli gimana?

Selain itu, ada juga yang modelnya di quota resmi dari pabrikan. Brand A memberi quota 5 motor untuk Indonesia. Jualannya gimana? Ya dari mulut ke kuping saja, melalui pertemanan saling meracuni. sssstttt mau nggak? Laku lho, karena ada prestige, Dulu-duluan punya motor eksklusif, jadi salah satu pemilik dari 5 motor yang ada se-Indonesia! Widih… biasanya ludessss, asal ketemu kelompok orang yang tepat. Padahal estimasi deliverynya baru 2 bulanan lagi.

Cara lain …

Uhuk … Bukan bongkar-bongkaran lho, saya kan nggak ngomong brand lho. Ada juga model yang seperti arisan. Si pabrikan bilang, kumpulin temen lu 10 orang yang mau beli motor sama, kalau kekumpul baru diimport. Cara pemasarannya? Tentu bukan lagi di mass media, tapi sama juga pakai pssstttt… mau motor *uhuukkk*?

Ini cara-cara yang umum digunakan pabrikan untuk motor yang jumlahnya sedikit dan biasanya sangat-sangat mahal. Gimana kalau motornya “umum”? Bisakah?

“Bisa” … dalam tanda kutip.

arantan-iphone-will-produce

Gambar atas adalah dari sini, mereka akan produksi kalau tercapai $50.000 saat ini terkumpul $2601, waktu tersisa 29 hari. Ya, nggak usah jauh-jauh lah, dalam bentuk lebih sederhana, ada juga jualan kaos di kaskus yang begini, mereka baru produksi kalau ada minimum pemesanan 20, bedanya cuman si pemesan nggak setor duit dulu.

Kalau posting saya sebelumnya adalah tentang ada orang cuman bilang mau beli. Mau lewat FGD pun orang tetap saja itungannya cuman ngemenk aja mau beli. Kalau ngomong asal ngomong siapapu bisa tapi nggak ada ikatan. Gimana kalau diikat suruh kasih tanda jadi dulu? Memang belum pernah dilakukan oleh motor.

 

Tapi konsep ini bukan tidak ada. Ini konsep dari barat, ceritanya ada start up company mau bikin casing iPhone tapi nggak punya modal. Dia kemudian menjual konsepnya ke publik lewat online. Dinyatakan di websitenya (*yang sayangnya saya lupa) Kalau ada yang mau beli sampai minimum sekian, maka dia akan buat casing tersebut. Di web tersebut terlihat jelas, status pemesanan saat ini, butuh berapa pesanan lagi. Lengkap dengan estimasi delivery. Bagi pemesan awal ini tentunya ada harga khusus yang lebih murah kalau sampai casingnya benar-benar keluar di pasaran. Tapi pemesan ini bukan cuman ngeclick tombol kemudian lari lho… pemesannya harus setor duit full… Kalau sampai nggak tercapai pesanannya ya duitnya di kembalikan.

Noted konsep ini bukan tanpa bahaya… malah sangat-sangat bahaya.
Karena si casing belum jadi, nggak tahunya sudah di copy duluan oleh Cina dan dijual murah! Serius kejadian.

OK ambil contoh Zoomer X…

Bisa-bisa saja AHM bilang, akan masuk ke Indonesia kalau tercapai minimum 1.000 pembeli. Si 1.000 pembeli itu harus transfer booking fee dulu taruhlah 2 jutaan. Kalau sampai tercapai angka minimum quota, baru masuk, kalau nggak ya nggak …

Mungkin nggak yah.

About these ads

Responses

  1. keren nih postingannya . . .

  2. sulit di cerna… :D

  3. maybe yes maybe no

  4. hampir mirip ama pabrik senjata / alutsista

  5. Ah PCX udah banyak yang pesen tapi dapetnya enggak seragam, ada yg 2 minggu udah dapet ada yg 2 bulan udah dapet tapi ada juga yg dikerjain sampe 6 bulan baru dapet….yg paling parah sih dealer sama ATPM saling lempar tanggung jawab gak bisa ngasih kepastian tanggal….

  6. kayaknya masuk akal untuk zoomer sm MSX tapiiii untuk after salesnya gimana klo sedikit

  7. yg topi’y ijo kaya’y sering liat ..xixixi

  8. keren nich artikelnya
    nambah ilmu

  9. Pengalaman tahun 2001 dulu, mau beliin GLMax buat anak saya. Dealer bilang: “Pak, GLMax ini dibuat berdasarkan pesanan dealer. Kalo seluruh dealer di Jawa Tengah jumlah pesanannya mencapai 1000 baru dibuat. Kami sudah pesan ke Pusat sejak 2 bulan lalu belum dilayani”.
    Akhirnya beli GLPro buat anak saya. Itu juga harus nunggu 2 mingguan.

  10. Noted konsep ini bukan tanpa bahaya… malah sangat-sangat bahaya.
    Karena si casing belum jadi, nggak tahunya sudah di copy duluan oleh Cina dan dijual murah! Serius kejadian. ==> Jadi inget ada beberapa model motor Jepang di thailand yang gak jadi dipasarkan di Indonesia karena modelnya udah keduluan di copy oleh produsen motor Cina trus dipasarkan di Indonesia. Malu dong kalau motor Jepang dikatain niru model motor Cina (padahal desain aslinya milik motor Jepang).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 236 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: