Oleh: arantan | Februari 17, 2013

Saat brand oli membeli cinta

Kalau campaign banyak-banyakan nge-like dengan suggested ad dilakukan 3-4 tahun masih OK lah, tapi hari gini gitu rasanya kok kurang pas ah. Saya lupa workshopnya darimana, tapi intinya sih begini…

Customer itu tidak suka dengan brand yang insecure. Maksudnya brand yang memaksa minta dicintai. Ini seperti para cowok yang nembak cewek ratusan kali… dihujani lewat telepon, SMS, BB, facebook, ngetwit. Sok kasih perhatian. Udah jadi pasangan pun control terus, kamu dimana? kamu dimana? kamu dimana? lagi ngapain? udah makan belon? *haduh-haduh-haduh.

Apalagi kalau sampai dijadikan quiz? Waduh…
Si brand sampai membayar orang untuk mencintai produknya, membeli cinta.

Ujungnya sih, menurut saya:

Bentuklah brand yang PANTAS DICINTAI daripada sampai membayar, meminta, memaksa dicintai.

Kalau memang brandnya OK, buktikan, banyak caranya lah, get creative, memang campaign banyak-banyakan like bisa terukur jelas, tapi coba dipikirkan:

  1. Banyak-banyakan like walau terukur adalah bukan angka sales
    Banyak-banyakan “like” jangan dijadikan target campaign, tapi kalau mau tracking, ya lihatlah hasil salesnya, survey lah hasil campaignnya, responsenya bagaimana?
  2. Some people sungguh terganggu dengan campaign ini dan justru menjadi makin off dengan brandnya.
    Contoh: Yang tergganggu saya. Saya pakai eni, repsol, motul, motorex, eneos, amsol, sama yang oli Kawasaki dulu.
    Saya pakai brand oli karena bawaan pabrik, karena teman-teman bilang oli itu bagus atau karena oli itu dipakai Moto GP atau karena bengkel merekomendasikan oli itu. Saya tidak akan pakai oli merk tertentu karena ada campaign di facebook atau TV! Kalau lewat facebook yang ada setiap kali ada ad ini saya report spam, alasan: repetitive atau offensive
  3. Hari gini… semua itu perlu dibuktikan kenapa mesti oli anu daripada oli lainnya?
    Apa efeknya bagi oli? Diterangkan di slide, bisa saja, tapi semua pun bisa menggambarkan di projector.
    Yang paling bagus ya ajak lah offline, kasih 1-2 motor ke pentolan atau kepala suku komunitas, test, rasakan bedanya, dari situ kalau memang betul-betul WOM ya pastinya mengalir.

Belum tentu selalu jalurnya harus pakai mass communication umum.

About these ads

Responses

  1. Merk oli kalau kadung cocok males ganti (scr rp dan kualitas)

  2. yups, bikin oli yg bisa dicintai smua orang

  3. Hihihi ini yg punya ide pemasaran oli pake social media pasti jamannya FB baru keluar yg model tiap berubah posisi duduk aja dia ganti status.. :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 238 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: