Oleh: arantan | Januari 2, 2013

WANTED: Blogger “pakar” safety riding…

Ini foto posting saya dulu di sini, soal masih pentingnya basic safety riding 

In overall, saya setuju dengan posting mbah dukun tentang sosialisasi safety riding di sini, supaya sebaiknya tidak di lepas dengan gaya menggurui. Dengan gaya guru nggak akan mempan…

Ujung-ujungnya kalau dengan gaya menggurui, pengunjung blog akan mengatakan simple aja, siapah elu? 

Polisi? bukan …

Expert? siapa bilang? …

Pernah sekolah soal kemananan berkendara?

Ada ijazah ISO atau punya sertifikat soal keamanan berkendara? Ya nggak punya…

But… sebetulnya blogger mana sih yang punya sertifikat? Pernah mengecam pendidikan soal teknik berkendara yang baik? Dan tentunya sudah teruji lho… hmmm… setahu saya tidak ada yang punya dari institusi yang terpercaya. Kita punya blogger yang montir tulen, pedagang tulen, reporter, editor, producer dan lain-lain, tapi soal safety riding? Maaf, sebetulnya pengetahuan ya sama-sama minim kok? Kita practice langsung tanpa pernah belajar ilmunya secara mendalam.

Sedikit intermezzo…

Dalam perusahaan broker saham dan investment banking (*sekuritas), pekerja di bidang komunikasipun tidak diperbolehkan berbicara langsung ke publik mengenai saran keuangan jika mereka tidak memegang sertifikat dari bursa efek. Yang dimaksud publik gimana? 5 orang atau lebih, siapa yang biasa memiliki sertifikat tersebut? Biasanya pemimpin perusahaan yang punya ijin dan mengerti betul, sudah lewat fit and proper test dan seabreg persyaratan lainnya…

Selain itu ada profesi-profesi yang memang mengharuskan ijazah untuk ngomong ke publik, contohnya: dokter, psikolog. Seorang “pakar” seksolog yang seorang dokter pun pernah ditegur keras oleh IDI karena mengasuh rubrik di media cetak, walaupun dia dokter tapi rubrik yang diasuhnya punya topik yang bukan bagian dari base ilmunya.

Itu advice soal duit dan nyawa, tapi soal nyawa terkait anjuran keselamatan berkendara? Siapapun boleh merasa benar dan pintar dengan memberikan advice! Aturannya memang nggak ada kok? Iya toh?

So? Kalau pengetahuannya levelnya sama-sama saja ya gimana bisa menempatkan diri mengkuliahi pembaca?

Artikel safety riding saat ini menurut mbah dukun lebih banyak memberi pengajaran soal hal-hal yang sudah diketahui umum, seperti: pakailah helm, jangan naik motor ber empat atau muatan berlebih, jangan naik trotoir dan lain-lain. Ini sudah diketahui umum dan memang kalau hal ini yang terus menerus di jejalkan ke pembaca lama-lama malah bikin antipati…

But wait …
Nyatanya kalau lihat data kecelakaan memang penyebab kecelakaan ya masih itu-itu saja kok, tidak menggunakan helm, ber-empat, naik busway, kondisi berkendara … Lha berarti edukasi soal yang ringan-ringan dan basic tersebut saja memang masih sangat relevan dan tentunya masih sangat-sangat perlu diteruskan.

Betul? Ini pendapat saya…

Basically soal edukasi yang itu-itu saja pun memang masih sangat perlu, tapi, edukasinya kepada siapah? Keperluan pembaca yang sudah melek teknologi dan punya akses berinternet berbeda dengan khayalak umum. Mereka (which is = kita-kita ini) mungkin sudah tersosialisasi dengan baik soal pentingnya pemakaian helm, sudah paham pentingnya pakai jaket, malah sudah ada juga yang all time berprotector walau cuman jalan ke warung depan saja… So apakah ke kita-kita ini, pantas dan belum bosan dijejalkan materi … “pakailah helm, jangan naik trotoir?” Waduh, padahal helmnya sudah mahal-mahal dan mengikuti standard kok.

Menurut saya memang materi untuk di blog dengan ke khayalak umum harus dibedakan. Ketika posting di web, materinya bisa sedikit lebih advance, gayanya juga harus dari teman ke teman jangan lagi ada soal menyalah-nyalahkan, ya kalau kita sebut jangan naik trotoir! Jangan bawa lemari, sepeda, boncengan ber empat! Ya umumnya kita-kita memang nggak melakukan itu bukan?

So… apakah ada something smart yang bisa di share soal kemanan berkendara? Mengingat level pengetahuannya masih sejajar, memang mungkin tidak dimungkinkan yang terlalu canggih… tapi best practice dan share pengalaman berkendara why not?

About these ads

Responses

  1. mantap nih artikelnya

  2. saling mengingatkan dalam kebaikan..

  3. yang menurut kita perlu disampaikan-sampaikan saja, minimal dari 2000 pembaca 1 orang terbuka hatinya dan tobat itu sudah sangat baik biarpun di hujat 1999 orang karena ngasih tau pake pelk cacing itu bahaya.

  4. Saran saya sih mas, artikel safety riding bisa dimulai yg gampang2 aja misalnya bagaimana melakukan teknik pengereman yang benar atau apa yang sebaiknya dilakukan ketika antri dalam kecepatan rendah supaya tidak saling bertubrukan. Kalau soal menggurui itu kan masalah gaya tulis dan persepsi yang membaca saja. Sudahkah pernah dilakukan poll terhadap pembaca blog-nya mas berapa persentase pembaca merupakan pengendara pemula dan berapa yang pengendara kawakan? Jangan digeneralisir bahwa semua pengguna internet otomatis paham gimana caranya mencari artikel bermutu di mbah google. :-)

    • Betul juga, tq. Memang materi harus di sesuaikan kebutuhan.

  5. kadang ada orang bicara safety riding tp hal paling dasar yg harus dipahami belum bisa diterima, akhirnya safety riding hanya sebuah slogan saja

  6. dlm ujian SIM hrsnya sudah ad edukasi soal keamanan berkendara, ad pihak tersndiri yg mengkampanyekannya. tgs sesama citizen adlh saling mengingatkan.

  7. mantap…
    http://trexton.wordpress.com

  8. pemikiran bagus mas. di setiap posting blog minimal ada ajakan untuk safety riding + gambar.
    blog ecek-ecek kayak saya gak bakal ada yang nggubris soal safety riding. tapi setidaknya para pemirsa (belum tentu baca soalnya) setiap buka blog minimal terpikir untuk lebih safety riding.

  9. bener juga ya, kalo yang sering akses blog ya udah paham lahh hal2 basic gitu, perlu yang lebih berguna lagi :D

  10. selain teknik safety riding yang dibahas, sekalian bahas tentang pola dan perilaku. Kadang ketemu dengan pengendara + protektor lengkap, tapi mentalnya belum safety, nyalip kiri kanan seenaknya….
    kata yang punya sertifikat OHSAS, safety dimulai dari diri kita sendiri,…kalo ane cuman sertifikat attandance doank….xixixix

  11. safety riding dan sopan-santun berlalu lintas, kalau perlu dibikinkan textbooknya, mantap benar…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 223 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: