Oleh: arantan | Januari 1, 2013

Selepas lampu merah, prajurit silahkan maju duluan

ls-magneto-and-his-merry-band

Boss Magneto ditengah, barisan depan orang-orang penting, di barisan kedua saat menyerang di umpankan maju duluan dan tentunya mati duluan… Nama-nama di barisan kedua pun saya sudah lupa, hanya barisan depan yang saya ingat Juggernaut, Magnetto, Pyro. 

Noted:  Except Jean Grey/Phoenix maju di depan atau di belakang sama saja, “mutant” kelas 5 atau alien super entity, lagi pula Phoenix bisa hidup lagi… 

Ungkapan

In chess, the pawns go first

diucapkan Magneto, bossnya brotherhood of mutants dalam film X-men 3. Strategi Magneto di akhir film waktu menyerang lab  senjata simple saja, Magneto mutant ber kelas 4 mengatur komando dari belakang. Mutant dengan kelas lebih rendah dari 3 di suruh maju duluan, di umpankan saja untuk mati duluan. 

Peperangan di dunia nyata pun berlaku sama, posisi jenderal dan pemimpin malah nggak ketahuan diamana, mereka berada di posisi aman dan terlindungi, sambil mengatur dan memutuskan strategi. Ambil contoh waktu perang gulf war terakhir. Pihak barat tentu mengambil cara-cara aman berbasis teknologi, kacaukan komunikasi dulu, kemudian serangan udara untuk menghancurkan titik strategis, sambil melakukan pemetaan udara yang rapih dan detail berbasis GPS. Akhirnya, ya serangan darat. Posisi jenderal-jenderal barat? Ya entah dimana…. Sama juga di pihak Iraq, yang kita lihat tentu cuman rekaman videonya saja, posisi pastinya tentu tidak diketahui dari mana. Dalam setiap peperangan siapa dulu korbannya? ya tentu para pelaku serangan darat/ground troops, sedangkan para jenderal dilindungi atau malah punya exit strategy untuk kabur duluan, punya simpanan emas, duit, banyak rumah persembunyian.

In the end… siapa yang Anda ingat dalam peperangan? Jenderal Norman Schwarzkopf? Bush? Saddam? … Coba sebutkan nama prajurit yang mati? Hmmm….

motorcade1

depan tumbal

Di jalan, sehabis lampu merah saya juga memposisikan diri sebagai jenderal saja. Silahkan kalau ada yang mau maju duluan geber-geberan. Kalau mau memperlihatkan power motornya… monggo memberikan hiburan gratis untuk saya. Ketika berhenti di lampu merah saya juga mending di belakang saja, saya juga patokan ke lampu jalan saja, jangan depan maju kita ikut-ikut maju.

Dengan berada di belakang kita lebih aman, anggap saja pengendara di depan kita adalah prajurit atau para scouters yang memberikan peta bagi saya, mereka sudah memilihkan jalan. Mengamankan diri dari lubang-lubang ataupun aksi berbahaya, andaikan ada kendaraan lain yang nerobos lampu merah…

Ketika jalan sudah di bersihkan dan diamankan, saya baru maju…

About these ads

Responses

  1. Josh. .

  2. Analogi yg menarik…
    Mngkin krena itulah rossi di anngap jendralnya motogp,krena jarng ngacir dluan,ngacirnya setelah stoner dan hohe mbersihin jalan…

  3. buset pengawalanya

  4. Hehehe…kalo saya sih tergantung. Kalo kebetulan dapet row paling depan atau ngga ada mobil atau angkot yg menghalangi jalan, ya langsung ngabrit sengabrit2nya, apalagi kalo di lampu merah/persimpangan berikutnya saya harus belok kanan. Itung2 booking posisi jalur kanan :mrgreen:

  5. jendral cm maju duluan pas upacara ato rapat..

  6. Damn…. Mas bro… U re really right…. :D
    Ane bakalan ikut gayanya masbro…..
    Thanks ilmunya…
    Selama ini gaya seperti ini ane pk kalo lg bawa mobil…. :)

  7. Jenderal malahan bisa mundur, ngumpet di belakang kalau pas ktauan ada kasus korupsi/pelanggaran HAM.
    Tapi saya setuju, santai saja di TL, lha wong bakal kena TL lagi habis ini.

    akhirnya kami berdua pun sah

    https://7leopold7.wordpress.com/2012/12/28/dan-akhirnya-bpkb-bianka-pun-jadi/

  8. Walopun yg depan ngebut,, tapi nanti ujung2nya bakal ketemu lagi d lampu merah selanjutnya..

  9. kecuali perang 10 nopember 1945 jendral sekutu mati, diganti mah mati pula :D

  10. absolutely aggree mas broo…..tks

  11. Jagoan dateng-nya belakangan mas broo… hehe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 236 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: