Boss Magneto ditengah, barisan depan orang-orang penting, di barisan kedua saat menyerang di umpankan maju duluan dan tentunya mati duluan… Nama-nama di barisan kedua pun saya sudah lupa, hanya barisan depan yang saya ingat Juggernaut, Magnetto, Pyro.
Noted: Except Jean Grey/Phoenix maju di depan atau di belakang sama saja, “mutant” kelas 5 atau alien super entity, lagi pula Phoenix bisa hidup lagi…
Ungkapan
In chess, the pawns go first
diucapkan Magneto, bossnya brotherhood of mutants dalam film X-men 3. Strategi Magneto di akhir film waktu menyerang lab senjata simple saja, Magneto mutant ber kelas 4 mengatur komando dari belakang. Mutant dengan kelas lebih rendah dari 3 di suruh maju duluan, di umpankan saja untuk mati duluan.
Peperangan di dunia nyata pun berlaku sama, posisi jenderal dan pemimpin malah nggak ketahuan diamana, mereka berada di posisi aman dan terlindungi, sambil mengatur dan memutuskan strategi. Ambil contoh waktu perang gulf war terakhir. Pihak barat tentu mengambil cara-cara aman berbasis teknologi, kacaukan komunikasi dulu, kemudian serangan udara untuk menghancurkan titik strategis, sambil melakukan pemetaan udara yang rapih dan detail berbasis GPS. Akhirnya, ya serangan darat. Posisi jenderal-jenderal barat? Ya entah dimana…. Sama juga di pihak Iraq, yang kita lihat tentu cuman rekaman videonya saja, posisi pastinya tentu tidak diketahui dari mana. Dalam setiap peperangan siapa dulu korbannya? ya tentu para pelaku serangan darat/ground troops, sedangkan para jenderal dilindungi atau malah punya exit strategy untuk kabur duluan, punya simpanan emas, duit, banyak rumah persembunyian.
In the end… siapa yang Anda ingat dalam peperangan? Jenderal Norman Schwarzkopf? Bush? Saddam? … Coba sebutkan nama prajurit yang mati? Hmmm….


Di jalan, sehabis lampu merah saya juga memposisikan diri sebagai jenderal saja. Silahkan kalau ada yang mau maju duluan geber-geberan. Kalau mau memperlihatkan power motornya… monggo memberikan hiburan gratis untuk saya. Ketika berhenti di lampu merah saya juga mending di belakang saja, saya juga patokan ke lampu jalan saja, jangan depan maju kita ikut-ikut maju.
Dengan berada di belakang kita lebih aman, anggap saja pengendara di depan kita adalah prajurit atau para scouters yang memberikan peta bagi saya, mereka sudah memilihkan jalan. Mengamankan diri dari lubang-lubang ataupun aksi berbahaya, andaikan ada kendaraan lain yang nerobos lampu merah…
Ketika jalan sudah di bersihkan dan diamankan, saya baru maju…

Josh. .
Oleh: Sukhoi-50 on Januari 1, 2013
at 10:49 am
Analogi yg menarik…
Mngkin krena itulah rossi di anngap jendralnya motogp,krena jarng ngacir dluan,ngacirnya setelah stoner dan hohe mbersihin jalan…
Oleh: hiulscm on Januari 1, 2013
at 11:02 am
buset pengawalanya
Oleh: BolaGebok on Januari 1, 2013
at 11:13 am
Hehehe…kalo saya sih tergantung. Kalo kebetulan dapet row paling depan atau ngga ada mobil atau angkot yg menghalangi jalan, ya langsung ngabrit sengabrit2nya, apalagi kalo di lampu merah/persimpangan berikutnya saya harus belok kanan. Itung2 booking posisi jalur kanan
Oleh: Basho on Januari 1, 2013
at 11:21 am
jendral cm maju duluan pas upacara ato rapat..
Oleh: kasamago on Januari 1, 2013
at 2:45 pm
Damn…. Mas bro… U re really right….
Ane bakalan ikut gayanya masbro…..
Thanks ilmunya…
Selama ini gaya seperti ini ane pk kalo lg bawa mobil….
Oleh: gc133hijrah on Januari 1, 2013
at 4:45 pm
Jenderal malahan bisa mundur, ngumpet di belakang kalau pas ktauan ada kasus korupsi/pelanggaran HAM.
Tapi saya setuju, santai saja di TL, lha wong bakal kena TL lagi habis ini.
akhirnya kami berdua pun sah
https://7leopold7.wordpress.com/2012/12/28/dan-akhirnya-bpkb-bianka-pun-jadi/
Oleh: Leopold S on Januari 1, 2013
at 5:53 pm
Walopun yg depan ngebut,, tapi nanti ujung2nya bakal ketemu lagi d lampu merah selanjutnya..
Oleh: manSar on Januari 1, 2013
at 7:16 pm
kecuali perang 10 nopember 1945 jendral sekutu mati, diganti mah mati pula
Oleh: van der syur on Januari 1, 2013
at 10:58 pm
absolutely aggree mas broo…..tks
Oleh: bund3l on Januari 3, 2013
at 7:45 am
Jagoan dateng-nya belakangan mas broo… hehe…
Oleh: Dwi Setiyadi on Januari 5, 2013
at 3:44 am