
Saya baru baca tulisannya mas Tri tentang premium dan subsidi, setelah ada yang mention di group facebook.
Tulisannya Mas Tri tentang ajakan, kalau naik motor OK ya mestinya diisinya minimal pakai pertamax lah. Mas Tri bukan membagi secara engine/kompresi tapi lebih secara logika dompet, mestinya kalau bisa beli motor di atas 18 juta, si pemilik termasuk pada golongan cukup mampu sehingga harusnya motornya di design saja harus memakai pertamax. Setuju.
Tapiiiii….Banyak juga terjadi anomali …

Seorang General Manager pakai bebek supra, seorang VP pakai mio, saya pun pakai Suzuki Skywave keluaran 2009 yang diisi premium. Kalau dulu pakai CBR150, Ninja 250, MP3 atau X evo ya tentu pakainya pertamax karena mesin memang di design untuk itu. Tapi ada juga teman security dan office boy yang pakainya Tiger, dan MX malah di modif pula sedikit airbrush, stang tunduk, ban gede, ini kejadian beneran … Kenapa si GM dan VP milihnya bebek/matic? ya karena beliau umurnya sudah tua, carinya yang simple-simple aja cuman untuk alat transportasi dekat-dekat aja kok, niatnya malah untuk berbaur nggak ribet. Lha ada juga lho, posisinya direktur EO besar, dari kantornya sudah dikasih mobil kantor Camry terbaru, kebayang kan di garasinya pastinya punya lebih hebat lagi, tapi pulang pergi naik … kereta! Rumahnya di Bogor sih.
Apakah orang yang dianggap belum mampu sebaiknya tidak boleh punya motor bagus? (walau belinya agak maksa?). Sebaliknya apakah orang mampu kendaraannya juga harus keren (baca: mahal)?! Lha katanya ada ajakan berhidup secukupnya dan bersederhana.
Bottom line: Apakah saya bisa menjadikan ini jadi alasan ke bini untuk beli motor premium? (baca= KTM Duke)
Muter-muter sok keren, ujung-ujungnya minta motor ke bini… he h he.
Minyak bumi digunakan untuk sebesar-besar untuk setiap rakyat Indonesia… Mau miskin mau kaya tetap rakyat, kecuali PNS bukan rakyat.
Mesti pakai pertamax? PDB orang Indonesia berapa? Kalau macam tetangga (Malaysia, Singapura, Brunai) yang PDB nya melimpah, ya wajar musti pertamax, duit senilai Rp10.000 gak laku di sana tapi susah di sini….
Oleh: Novian Agung on Desember 27, 2012
at 7:33 am
hapus aja subsidi BBM. hapus premium. dan terutama… bantai koruptor.
Oleh: dona on Desember 27, 2012
at 7:57 am
yang bisa beli mobil alpard ja msih pake premium….apa lg yg cma motor sehrga 18 jta itu jga belinya kredit 33 bulan……
Oleh: warno on Desember 27, 2012
at 8:07 am
solusi premium naik ke 6500 pertamak turun ke 8000 dijamin pemakainya akan imbang
Oleh: gasspoll83 on Desember 27, 2012
at 9:08 am
selama tidak ada aturan penggolongan kendaraan yg boleh pakai premium ya syah syah saja, dan apa benar subsidi bbm bikin jebol apbn?
sudut pandang berbeda dari kwik kian gie
http://kwikkiangie.com/v1/2012/04/kebijakan-tentang-bbm-yang-sejak-lama-sudah-kacau-balau/
Oleh: jape methe on Desember 27, 2012
at 9:11 am
btw bener juga..
=======================================================
Apakah orang yang dianggap belum mampu sebaiknya tidak boleh punya motor bagus? (walau belinya agak maksa?). Sebaliknya apakah orang mampu kendaraannya juga harus keren (baca: mahal)?! Lha katanya ada ajakan berhidup secukupnya dan bersederhana.
=======================================================
orang kaya ga boleh beli motor murah wkwkwk
Oleh: jape methe on Desember 27, 2012
at 9:17 am
yeah like this maz………
logikanya yg terakhir oke
Oleh: hiulscm on Desember 27, 2012
at 9:27 am
Tanyakan pada diri sendiri aja, seberapa pantaskah kita memakai bbm kaum duafa….
Terus terang ane juga make premium, berkaca pada rumah ane yg masih nyicil tipe 22, anak2 masih kecil2, penghasilan yang dibawah 4jt, serta jarak kerja yang melebihi 100km pp, jonggol-rasuna said…. Juga motor ane yang mgapro tahun 2003
Kalo menurut ane, ane masih pantas pk premium,…. Meskipun ane juga tau, btapa berat subsidi pemerintah yang diberikan untuk ane kaum duafa ini….
Tp ane ikhlas, jika harga premium naik, ato bahkan dihapus sekalian…. Rizki kita ada yang atur…
Oleh: gc133hijrah on Desember 27, 2012
at 1:54 pm
Gpp bro, lagipula itu kan memang buat kebutuhan keluarga harus diutamakan. Cuma misal suatu saat ada uang lebih, terlepas dari kebutuhan keluarga ya iseng2 beli pertamax
Misal temen Saya, buat kebutuhan harian kuliah PP Muara Angke – Pasar Rebo motornya Ninja RR pas uang lagi pas2an ya terpaksa isi premium. Nah misal mau riding karena kebutuhan hobi, misal jalan2, nonton balap ke Sentul, night ride atau kopdar barulah pasti dia isi non subsidi
Oleh: haryudh4 on Desember 27, 2012
at 2:40 pm
Hehehe…. Memang begitu, ini juga ada niat untuk mengganti dengan kendaraan yang lebih irit, matic or bebek injeksi, pdahal berasa brat bgt pindah k motor kecil… ilang gagahnya…
2,5 liter sehari untuk megapro berat,…. Padahal masi pk premium……
Oleh: gc133hijrah on Desember 27, 2012
at 5:29 pm
beli aja bro, tapi kalo bisa jangan dijual itu Megapro. Ya buat JJS lah pas weekend
Oleh: haryudh4 on Desember 27, 2012
at 7:00 pm
Ya intinya tergantung hati nurani masing2 aja, kalo merasa masih mampu beli non subsidi ya sudah sepatutnya!
Alhamdulillah sih Motor Saya biarpun udah uzur selalu dikasih minum non subsidi. Sebenernya sih bukan karena spek motor, tapi lebih karena malu aja mengambil yang bukan haknya (menurut Saya). Ya walaupun terkadang di Kampus jarang jajan atau nongkrong dibilang kuper, ya abis mau gimana lagi uang cuma pas2an buat beli bensin?
Beda sama orang bebal, dari segi keuangan sebenernya mampu beli non subsidi tapi masih aja doyan beli premium. Sementara uangnya yang lain malah dipakai berfoya2, belanja, nongkrong gak jelas di minimarket dll.
Jadi sebenernya rada kasian sama orang yang bener2 gak mampu, dan harusnya itu uang subsidi diperuntukan untuk dia
Oleh: haryudh4 on Desember 27, 2012
at 2:31 pm
Laik dis….
Ane setuju sama anak kuliahan ini…. Just asking your heart….
Oleh: gc133hijrah on Desember 27, 2012
at 5:33 pm
Soalnya sering liat temen. Di rumah punya laptop, di tas bawa tab. Tangan pegang BB, minimal 3 hari sekali nongkrong di Sevel atau Mcd dkk.
Tapi begitu naik motor, isinya premium. Ya gimana ya, entah gak ngerti atau ngerti tapi masa bodo?
Oleh: haryudh4 on Desember 27, 2012
at 7:16 pm
bener bgt.
sekolah anak pgn yg bagus, mahal.gapapa
gadget mau yg bagus, mahal.gapapa
ke rumah sakit maunya yg bagus, mahal.gapapa
mobil mau yg bagus,.mahal.gapapa
bensin mau yg murah, tarikan jelek gapapa
WTF
Oleh: eko on Desember 28, 2012
at 11:45 pm
Subsidi kurangi terus.
Gaji pejabat naik terus…….
Oleh: andhika on Desember 27, 2012
at 2:45 pm
gaji pegawai jg bknnya naik trs?
Oleh: eko on Desember 28, 2012
at 11:34 pm
kembali ke pribadi masing2. toh subsidi juga dari dan untuk rakyat, artinya untuk rakyat seluruhnya. saya rasa yang beli premium juga “kesulitan” ekonomi di keluarganya. sawang sinawang. untuk pengendara motor masih ok lah, tapi kalau sudah bicara mobil bensin harusnya wajib memakai bbm non-subsidi.
Oleh: marga on Desember 27, 2012
at 3:51 pm
Tapi jangan semua mobil juga bro, ada yang cuma mampu beli Carry. Dan itupun hanya bekas, juga cuma dipakai sesekali buat acara keluarga aja. Belum lagi yang dipakai usaha, misal anter barang, kue dll. Ujung2nya kan demi perekonomian keluarga juga.
Nah misal yang mampu beli Innova, Camry, Alphard atau kelas atas lainnya. Barulah wajib non subsidi
Oleh: haryudh4 on Desember 27, 2012
at 7:04 pm
Demi perekonomian negara maksudnya, bukan keluarga
Oleh: haryudh4 on Desember 27, 2012
at 7:05 pm
betul bro, tambahkan kata “mewah”, “baru (non 2nd)”, “sport”, “plat merah” di belakang kata “mobil”.
Oleh: marga on Desember 27, 2012
at 7:11 pm
sebenernya kalo di telaah di artikel dan komen triatmono kayanya angka 18jt bukanlah patokan, lebih tepatnya siapa yg merasa mampu sebaiknya belilah pertamax, yg gak mampu ya premium. angka 18jt bukan mutlak, dan bisa diganti berapapun juga, yg intinya perbedaan antara si mampu dan si tak mampu.
Oleh: james on Desember 27, 2012
at 4:43 pm
Kembali lagi ke pribadi masing2 aja
Oleh: haryudh4 on Desember 27, 2012
at 7:06 pm
[...] tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Blogger Senior Pak Triatmono di sini, dan Pak Saranto di sini Bahwa betul kata Pak Saranto untuk kasus kepemilikan roda dua terutama kelas sampai dengan 250cc [...]
Oleh: Opini : Anomali bermotor di Indonesia. | Teras Belitong Blog on Desember 27, 2012
at 4:48 pm
jd balik kediri masing2,kl ada anjuran yg baik dan kitanya sanggup jg kenapa tdk dilakukan dan kl blm mampu sah2 saja pake premium
intinya sebenernya mendukung program pemerintah aja krn terlalu banyak subsidi buat premium,tp knapa dari dulu nggak dikoreksi mengenai premium ini kl subsidinya kebesaran atau knapa didiemin saja dan baru skarang teriak2 dan imbasnya masyarakat jg,inilah akibat ketidaksanggupan dari pemerintah sebenernya.
Oleh: yongki on Desember 27, 2012
at 4:56 pm
[...] salah loh, seperti apa yang disampaikan oleh Om Arantan di artikelnya memang ada benarnya. Memang ada juga kalangan “the have” mengandalkan motor bebek untuk [...]
Oleh: Motor bebek memang flexible « -BackStagE- on Desember 27, 2012
at 5:26 pm
Sy malah pernah lihat di suatu komplek rumah mewah yg minimal harga disana 20m seorang bapak berangkat kerja naik honda beat eh tidak lama kemudian sopir anak2nya datang naik ninja n nganter anak2nya pakai alphard.
Di garasinya ada accord, e 260 n sejenis jip apa gitu tapi beliau pilih naik beat, ternyata tempat usahanya dekat rumah kata satpamnya n memang orangnya sederhana tetapi istrinya yg gayanya borju n sosialita
Oleh: Honesty on Desember 28, 2012
at 6:42 am
yakinkan hati bahwa jika harga premium dinaikkan maka uangnya pasti akan digunakan untuk kepentingan rakyat dan yakin tidak ada kebocoran juga..
Oleh: jape methe on Desember 28, 2012
at 10:31 am
hahaha, kalo mobil premium pake Bio Solar (Fortuner) ?
Oleh: BolaGebok on Desember 28, 2012
at 11:03 pm
pengalaman pribadi waktu msh survey mo beli LX. dari hasil baca2 udh tau klo LX hrs pke oktan 95 tp beberapa sales di tempat berbeda yg saya datengin selalu refleks bilang “bisa pke premium kok pak” klo saya buka jok trs iseng puter tutup tangki.
bahkan setelah beli lx pun saat servis perdana di bengkel resmi bekasi, ada sales yg pke lx 125 blg dia pke premium gpp lx nya. biarpun 125 karbu tp ttp aj kompresi mesin lx kan tinggi.
Oleh: eko on Desember 28, 2012
at 11:41 pm
[...] menentukan siapa yang berhak membeli BBM bersubsidi itu sulit. Seperti yang Om Arantan pernah tulis di sini, memangnya si ‘the have’ ga boleh punya motor bebek 110cc? Memangnya si ‘the [...]
Oleh: Lingkaran setan subsidi BBM | V21-Society on Februari 28, 2013
at 11:37 am