Oleh: arantan | Februari 24, 2012

Honda PCX 150i, masa depan mu suram nak…

Honda PCX 125 tidak begitu sukses di pasar Indonesia, walau di pasarkan di dunia alias global model, nyatanya skutik ini dalam tahun 2011 hanya berhasil menjual sekitar 2.000-an unit. So… walau si 125nya baru diluncurkan, langsung muncul updatenya, cc  naik menjadi 150.

Sebetulnya apa yang salah dari PCX 125?

Yang pertama soal harga, terlalu tinggi. Ini bukan saya saja yang bicara soal ini tapi banyak teman, ya pemilik skutik yang harganya jauh diatas pun mengatakan PCX demikian: kemahalan.

Yang kedua juga sama pentingnya soal value. Memang “value” tersebut sifatnya subjective, “value” nya siapa dulu? Valuenya orang Indonesia bisa jadi lain dengan orang Jepang, valuenya orang dengan segmen atas tentu berbeda dengan segmen menengah dan lain-lainnya. Kembali ke PCX, saya masih mempertanyakan tentang idling systemnya, sensor-sensor yang membuatnya jadi mahal namun keuntungan ke konsumennya apakah worth dengan teknologinya? Skutik premium kenapa dibekali dengan teknologi tinggi untuk hemat bahan bakar? Apakah pemakai mobil premium peduli soal irit bahan bakar?

Dengan harga hampir tiga kali lipat Yamaha Mio pembeli dapat apa? Tetap perlu ada justifikasi pembelian yang masuk akal.

Valuenya segmen atas setahu saya: Lebih premium/gengsi, lebih kencang, bigger-better … Kalau memang skutiknya customer oriented/market oriented, pasti research dulu tentang ini. Siapa market yang disasar PCX?

Faktor luar: tekanan dari Itali

Selain itu juga tekanan besar dari Itali ke Asia Tenggara, mereka masuk Indonesia dan masuk India. Skutik mereka juga premium tapi harga di 20 jutaan, hingga saat ini market 20 jutaan dikuasai oleh group Piaggio, ya pemainnya cuman mereka sih? Untuk group Piaggio, brand mereka sudah aman duluan untuk segmen premium, secara umum brand group mereka: Piaggio – Vespa – Aprilia di perceive lebih atas dari Honda. Pandangan umum lebih pantas group Itali ini untuk berjualan skutik premium… daripada AHM.

Skutik dari Itali ini kalau saya pribadi melihatnya adalah benar secara harga dan secara value. Harga LX 2 kali lipat Mio, tapi di bawah PCX secara cukup jauh. Lha valuenya apa? body full metal, CC lebih besar, barang sama-sama build up, lifestyle juga Eropa -Italy. Padahal kenyataannya, belum tentu performa Vespa LX 150 lebih baik, soal akseslerasi-top speed belum tentu jauh diatas  Suzuki Skywave, tapi CC kelihatannya lebih tinggi duluan.

Sementara PCX galau…
Lifestyle: Nggak jelas, malah saya lihat ada juga yang memodif PCXnya jadi rasa Thailand, kesan elegan nya jadi hilang, yang ada skutik mahal ini jadi sama rasa dengan Mio-Vario, ada saja yang bilang kok jadi norak, murahan, alay. Padahal elegan itu kalau sudah main skutik premium adalah sesuatu yang penting. Mau PCX di modif apapun saya nggak lihat si PCX itu bisa kelihatan elegan…

Harusnya gimana?

Turungkan harga, sampai di 20-an di bawah sedikit dari LX, sulit untuk berkompetisi dengan Itali.  Yang berikutnya tingkatkan value, bikin upgrade yang secara psikologis mendongkrak value motornya, naikan CC jadi lebih tinggi dari LX, 180 cc, 200cc? Asal jaga harga lebih murah dari LX. Buang value-value yang nggak perlu… drop saja soal idling dan fitur-fitur lain yang nggak gitu perlu, revisi bodynya sedikit supaya tampak lebih baru.

Berikan justifikasi pembelian yang diinginkan segmennya PCX.

Note, ada teman saya Adham menambahkan… kalau beli Vespa LX, 10 tahun kedepan masih enak dipandang, PCX pasti bakal kelihatan tua 10 tahun lagi… bener sih. Walau ini nggak terlalu “perlu” untuk premium yang pembelinya jual-beli motor setiap 2-3 tahun, tapi banyak juga yang beli LX cuman just to have… pemanis garasi, di naikin juga jarang, di beli cuman karena bentuknya lucu.


Tanggapan

  1. setuju, PCX sebenarnya sangat over price, saya mikir klo PCX 125 di bandrol 22-25 juta aja, saya yakin banyak kok yang mau, tapi kenyataannya harganya 30++ ya jadi gak worth lah, mending beli LX 150 :p

    • setuju…..membandingkan harganya dgn di thailand aja yg cuma 20jt, terlalu jauh perbedaannya…..PCX 125 harganya maks 25jt. atau pasnya 23jt biar sama dgn piagio LX125.

      • lah dari sononya aja 21 juta masa mw dijual 23juta ahm yooo rugi

  2. kalu di belahan dunia sono gimana si pcx ini penjualannya?

  3. yang 125 harganya 23-25jt. Kalau yang 150 jadi dimari, kira-kira menjadi 29-32jt …

  4. pengamatan yg tajam dan mendalam. idealnya pcx 150 diharga 25 jt maksimal. buang aja fitur2 canggih yg gak kepake, biar bisa tekan harga.

  5. ane juga setuju banget kl pcx over price, heran kenapa Indonesia dikasih harga jauh dari thailand (20jtan) bahkan lebih mahal dari amerika / eropa (3299 dolar) main dibuletin aja dolar 10rb.

    kl piagio bisa bikin murah padahal CBU jg, kenapa honda tidak? minimal di CKD lah, kl memang serius mau main di segen premium jgn naggung, drpd honda terkenal overprice di segmen premium. bikin pcx 150 fit (hehe) utk menyelamatkan muka 2000 org. walaupun penurunan harga jelas bikin pembeli lama patah hati, tp drpd image ke depan hancur.

    ane liat pabrikan motor eropa mulai menggarap asia tenggara indonesia khususnya secara serius, melihat hasar eropa dan usa yg belum membaik jg akibat resesi, lihat langkah piagio, ducati, dan sekarang KTM. KTM dan bikin cc kecil dg bantuan bajaj. siapa tahu ducati jg akan turun tahta, seandainya Hero Honda gantian beli saham ducati yg lagi dijual.

    AHM dan Honda jgn liat PCX sebagai motor global dengan harga global, jadikan motor global dengan harga lokal fitur lokal, pake strategi Mc D, mereka tidak menyebut diri mereka sebagai global company, tp multi lokal company.

  6. kalu 25 jt aja , pasti laku keras

  7. awalnya memang jatuh hati sam PCX, tapi liat CCnya ga banget deh,,,

  8. AHM gitu loooohh…. :P

  9. :mrgreen: pedes banget, gak pake tudung eling eling, 1+1=2, analisa mantab dan berdarah dingin … kalo beli skutik mending zip !

  10. Betul bro Arantan, mosok skutik premium yg jelas2 ditujukan bagi konsumen segmen premium masih mikirin fitur irit? Itulah latahnya AHM/Honda, selalu nonjolin fitur itu, akhirnya salah kaprah salah tempat. Beda kalo utk segmen entry level yg jelas2 irit itu nomor satu dan gak bisa ditawar2.
    Memang bagi saya juga hrg PCX 125 ini sungguh keterlaluan. Harusnya hrg segitu untuk kapasitas 200cc mungkin lbh matching. Biasa lah… namanya juga AHM, kalo gak untung gede buat apa jualan? Semasih blm ada saingan, harga tinggi itu mutlak dan wajib diberlakukan.

  11. org yg beli pcx krn vespa vietnam blm muncul

  12. yah kita konsumen cuma bisa berharap
    secara saya baru mampu beli entry level produk AHM, itupun 2nd hand (^O^)Y
    hohoho…

  13. yah begitulah.. mending ambil vespa , elegan dan dinamis…

  14. kalo punya duit 25jt utk bli motor saya pasti pilih piagio LX150 injeksi…..

  15. strategi honda emang agak ngawur, dan ga memihak sama konsumen. cbf 250 aja di India cuma28 jutaan (non-abs), di sini kok bisa hampir tembus 40 juta.

    bentar lg piaggio mo rilis fly, yg kemungkinan besar akan makin menggerogoti market pcx sebagai skutik premium, karena harganya diperkirakan ga beda jauh di sm yg di vietnam (seperti ditulis di blog ini juga).

    saya yg tadinya penggemar motor jepang, sekarang jd makin antipati. dan saya mendukung tulisan seperti ini, supaya pabrikan jepang sadar kalau di luar sana konsumen punya banyak pilihan.

  16. :mrgreen:

  17. Gue yakin PCX 150 ini bakalan laku kok…. cuman tinggal tunggu timingnya aja… lagipula diIndonesia banyak juga kok masyarakat yang sanggup beli mobil….mosok beli motor tidak bisa. So? gue yakin PCX 150 ini bakalan laku dan terjual kok…

    • Bukan soal sanggup nggak sanggup (*saja), tapi setelah sanggup, mau atau tidak beli PCX 125 seharga 32 jutaan?

  18. yang jelas, gara-gara keserakahan AHM jual pcx 32jt-an, maka cbr 150 juga harus lebih mahal.

    • Saya rasa sih bukan karena “keserakahan” bro. Tapi lebih karena memang susah untuk memproduksi sebuah PCX, memang harga produksinya … mahal, kan CBU juga.

  19. harga sebuah motor harus jg dilihat dr jaringan 3s … berapa investasi yg telah di keluarkan AHM utk pelayanan 3s ini .. . coba dibandingkan dg DUCaTi yg memerikan bandrol motor yg secara itung2 -an operpress namun perlu diingat hal itu trjadi karena ducati menyediakan jaringan 3s utk konsumen

    • Kalau Ducati sulit lagi nggak bisa dibandingkan…

      3Snya Ducati kala dibanding jaringan AHM ya jauh di atas si AHM :) cakupannya AHM sudah nasional dari dulu sebarannya juga luas, dari kota besar, sedikit besar, kecil, sedikit kecil dst :) he he he

  20. mahal :(
    30jutaan cuma buat metik 125 or 150 cc?
    No,,,
    Menurut ane, PCX kurang Gambot :p
    Bener kata si owm.
    Ane mending lari ke Piagio, yang lebi punya gengsi :p

  21. untuk kasus CBR150 gimana,om arantan? :smile:

    • Saya dulu pakai CBR 150R, waktu masih jamannya di masukkan oleh importir umum. Waktu itupun saya melihatnya OK! :) lumayan sesuai harga, itu sekitar tahun 2006-2007-an.

      Tapi kalau sekarang saingan yang 150R banyak, mikirnya sedikit lagi sudah bisa dapat 250, entah CBR atau Ninja.

  22. Siapa bilang ahm oper press ntu tiger 2000 ,2000cc cm dijual 25-an juta ,murah kan ?

    • ho-oh :)

    • haha.. ^^ koment anda sangat lucu

    • murah dr mn tigor org yg buta informasi blg tigor murah

  23. Tapi, imej honda itu irit loh :cool:


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.