Oleh: arantan | Februari 5, 2012

Marilah me-modifikasi motor supaya nggak dijual dan tambah disayang

Mendingan di dandanin daripada ganti toooh?

Biasanya motor yang sudah di modifikasi ketika di jual second, biaya modifikasi tersebut akan jatuh secara signifikan, bahkan kadangkala kalau modifikasinya termasuk ringan-ringan saja, harga modifikasi tersebut jadi hilang sama sekali. Hanya di tambahkan sebagai added value saja alias nambah-nambahin bacaan spesifikasi.

Malah kalau modifikasinya terlalu bersifat personal jadi membuat motornya jadi sulit untuk dijual. Misalnya motor di airbrush gila-gilaan full body motif tengkorak pecah, calon pembelinya juga harus sreg dengan selera si pemilik sebelumnya. Kalau modifikasi mesin berlebihan, pemilik berikutnya tentu juga jadi mikir kalau ternyata pakainya untuk sehari-hari, masalahnya kalau mesin untuk nurunin barang-barang custom tentu sulit, perlu ke bengkel dan penyetelan lagi.

Cuci terus biar sayang….

Di motor-motor sebelumnya saya menahan diri untuk melakukan modifikasi yang berat, saya hanya berani untuk melakukan modifikasi ringan saja, waktu pakai Honda CBR 150R, saya cuman ganti ban, karburator, gas spontan, CDI Shindengen dan leher knalpot tsukigi. Kawasaki Ninja 250R malah cuman sebatas spatboard kolong, ban, windshield dan protector… sudah, pertimbangannya supaya kalau dijual kembali, nggak sayang duit.

Tapi di Suzuki Skywave, saya sudah modif yang nilainya lumayan nih. Yang paling mahalnya adalah HID projector dobel, yang sampai ganti accu, kiprok tiger, ban juga battlax. Sehingga rasanya kalau di jual, rugi biaya modifkasinya dong? Jadi sekarang pikir saya daripada di jual, mending sekalian saya modifikasi lagi ajaaaah! Modif apa lagi ya? Di cat pingin juga, warna orange-gold keemasan, tambahin box? GIVI, Kappa, Coocase, Shad? Ada perlunya nggak ya? Kalau masuk ke mesin rasanya nggak pingin.

Hmm, kalau modifikasi memang saya perlu merubah mindset jangan “perlu” atau “nggak perlu” tapi mind setnya harus just do it aja kali ya?

Sebetulnya modifikasi dalam batas-batas tertentu bisa menahan orang untuk membeli motor baru atas alasan bosan… ya kan?

About these ads

Responses

  1. hmmm betul juga

  2. gue kan naik skywave.. katanya rangka belakang nggak ok kalau dibebani top box.

    walaupun pakai modi hr 4 sekalipun.

    • yuk modif Don… airbrush, pakai ban profil tipis + jari-jari + stang nunduk… pasti kerennnn…

  3. siap siap ngurus stnk masbor dari pada tiap ada razia harus keluarin uang “lain lain”

    • Iya… Aslinya Skywave saya coklat night rider, STNK hitam.

  4. hmmm super duper galau nih postingannya bbrp hari ini soal kebosanan bawa skywave hihihihihi :D udah mentok kayanya udah jual aja :D drpd stress mikir

    semodif modifnya bakal bosen jg, dan meski udah modif berjut jut tetep keliatan jelek dan kurang

    *pengalaman pribadi :D

    bawa bebek newsoun125 modif sana sini tetep aja jelek namanya udah bosen sen sen eh giliran ganti motor ‘laki’ modif ganti ban stang box ehh udah bingung mo diapan lagi udah ngerasa ganteng motornya xixixi :mrgreen:

  5. yup sedikit sentuhan pribadi agar mtor sesuai karakter kita, klo dah nganggp teman hidup pasti susah dilego..

  6. Wah mantap gan,sw maniaxxx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 235 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: