Oleh: arantan | Januari 4, 2012

Apakah kita jadi lebih kaya atau lebih miskin kalau naik motor? Atau maju kena mundur kena?

Mari menghitung perbedaan biaya  penggunaan 2 moda transportasi selama tahun, yaitu dengan pulang pergi naik motor vs angkutan umum.

Saya memang sedikit diuntungkan karena biaya angkutan umum saya hanya 2 kali, yaitu mikrolet dan bus transjakarta, banyak juga teman-teman yang harus naik ojeg ataupun busway pada waktu keluar dari rumah ataupun ketika turun dari halte menuju ke kantor.

Ketika menghitung biaya naik motor saya menggunakan asumsi sebagai berikut:

  1. Motor adalah Yamaha Mio Soul, motor matic yang populasinya konon paling banyak. Harga cicilan saya dapat dari harga cicilan dari dealer Yamaha Abadi Motor di sini
  2. Harga pembelian helm tidak di masukkan dalam pembelian melainkan di dapat gratis pada waktu membeli motor

Hasil:

  • Total pengeluaran untuk 2 tahun dengan menggunakan motor adalah 37.452.000 rupiah
  • Komponen biaya terbesar adalah cicilan, yaitu 42% disusul biaya parkiran dan biaya bensin
Tabel perhitungan di bawah jika menggunakan angkutan umum secara full, dan kebetulan tanpa keluarga dan tanpa pacar alias pada waktu Sabtu – Minggu, tidak dibutuhkan moda angkutan pendamping.
Jika dibandingkan dengan penggunaan motor, maka beda biaya naik angkutan umum sangat fantastis. 37.452.000 rupiah kalau naik motor vs 7.800.000 rupiah kalau naik angkutan umum. Pada akhir tahun pengendara motor akan mendapatkan motornya yang bisa dijual kembali mungkin seharga 7.000.000, jadi selisih harga antara motor vs angkutan umum adalah kira-kira sebesar 30.000.000 an.
Biaya akan jauh membengkak, jika Sabtu – Minggu harus keluar menggunakan motor atau taxi. Jika di akhir pekan ingin menggunakan motor maka komponen terbesar yaitu mengkredit motor tentu diikut sertakan, otomatis berikut juga komponen lainnya. Jika sudah berkeluarga dan menggunakan taxi di akhir pekan, biayanya akan lebih besar lagi.
Ini untuk biaya transportasi di akhir minggu, dengan motor ataupun taxi.
Kalau untuk motor ada belanja modal yaitu pembelian motornya sendiri. Walaupun cuman di pakai 2 hari seminggu, tapi biayanya juga sudah 2/3 dari harga menggunakan motor sepanjang minggu.
Kesimpulannya:
  1. Kalau biaya hanya memperhitungkan untuk kebeutuhan kerja, perhitungan 2 tahun antara naik angkutan umum vs motor,  maka biayanya akan jauh lebih irit menggunakan angkutan umum, dengan catatan bisa naik angkutan umum tanpa ngojeg lho.
  2. Kalau di akhir pekan harus keluar dengan motor atau taxi juga, biaya akan membengkak. Biaya transportasi akhir minggu bisa lebih besar dari biaya untuk transportasi waktu kerja
  3. Kalau akhir minggu mau naik mobil, maka yang diperhitungkan tentunya hanya saat kerja. Total biaya transportasi hanya memperhitungkan komponen waktu hari kerja.
About these ads

Responses

  1. ini cash basis ya..belum memperhitungkan depresiasi motornya..

    dan ada intangible cost seperti lama perjalanan, resiko keamanan dan energi untuk mencapai akses menuju angkutan umum..

    • Ini cost spend, seperti ditulis di atas saya tulis kalau dihitung harga jual kembali setelah 2 tahun pemilik motor masih punya tambahan uang kembali sekitar 7.5 jutaan.

      Kalau naik angkutan umum, otomatis tanpa maintenance, tanpa harta yang berarti tanpa pajak dll.

      Resiko naik angkutan juga banyak lho, resiko kecopetan, di palak, di bius, ketabrak atau jatuh dari halte sangat bisa saja terjadi.

  2. Premi asuransi belom dihitung juga??

    Yang jelas kalo pake motor segi praktis dan fleksibelnya, waktu tentunya tidak bisa dihitung dengan angka

    • Asuransi TLO untuk 2 tahun pertama sebelum kredit lunas kan include di harga. Agree untuk fleksibilitas.

  3. nah kalau kasus seperti saya, kalau naik umum rumah-kantor, dalam 1 hari (nai langkot 2x, PP) Rp.10.000. Sementara kalau naik motor bensin 10.000 bisa 1minggu (5hari kerja) plus minus dengan yang lainnya saya ambil dari tabel diatas rasanya masih mendingan naik motor, waktu tempuh pun, naik angkot bisa 45menit – 1jam (muter, nunggu penumpang, macet), naik motor paling lama 15menit (jalur normal)

  4. naik angkutan umum lebih murah vs naik motor lebih fleksibel, karena sesekali waktu bahkan kerap kali harus jalan ke tempat tertentu dengan minim angkutan. Ditunggu lanjutan kisahnya

  5. kalau di liat dari tabel di atas (angkot) itu cuman 2 x nah kalau yang daerah macam kapuk seperti rumah saya dan pak Tri, angkot bisa 3 x dan jarak tempuhnya juga tergantung situasi dan kondisi macet or tidak, belum termasuk dioper2 (tipikal angkot jakarta) rasanya harus mengeluarkan extra lebih lagi. belum di tambah dengan masukan pak Benny, masalah keamanan dan kenyamanan di angkot yang kadang masih di bawah harapan yang diinginkan. :D cuman mau komen, kalau angkot bisa nyaman dan aman macam di singapore saya akan puter haluan naik angkot, kalau masih di bawah harapan ya ,, naik motor lagi pak hehe :D

  6. saya kenal dengan seorang sales mobil.

    awal kerja cuma punya 1 motor. supra fit.

    dengan motor, dia wara-wiri lebih mudah.

    setelah setahun kerja, bisa nyicil mobil
    beberapa tahun kemudian menikah
    skrg punya 2 anak
    beberapa mobil lain

    skrg 7 tahun berlalu setelah saya pinjam supra fitnya.

    motor itu jelas telah berjasa.

    begitu juga dengan pekerjaan lain.
    guru
    polisi
    tukang ac
    pengantar paket
    tukang cat
    dsb

    jelas, motor bikin orang naik golongan…

    nb; buat yg punya blog…salut dan terima kasih dah buat itungannya

  7. sangarr manteb itungan nya :)

  8. itungannya memang berlaku khususon bwt empunya blog :D

    klo yang tinggal didaerah kaya saya, dan pengendara motor pada umummnya sih point apparael yg ampir 2 jt itu di corettttt

    untuk SIM jg klo disini paling mahal 150rb, resmi
    pajak mio soul 200rb-an per tahun

    ganti oli dan perawatan motor 150rb per bulan?? hmmm cukup 60-70rb saja

    jadi klo saya sih cenderung biaya yang kedua weekend by motorcycle itulah yang pas buat ‘ilustrasi biaya’ pengendara motor pada umumnya, apalagi didaerah parkir motor paling 500-2000 paling mahal :D

    *enaknya tinggal didaerah, klo didaerah pilihan transportasi umum memang belum semudah dikota besar,jadi bawa motor tetep lebih bermanfaat

    • Yap, harga-harganya memang harga Jakarta, cuman mungkin harga angkutan umum semoga juga bisa lebih murah.

  9. sy di daerah, kalo naik angkot bs 1,5 jam habis 15rb coz ganti 2x. naek pulsar135 cm40mnt hbs bensin 5rb (60km), 2 bulan bensin+oli+perwtn kr2 cmn 250rb, gak ada biaya parkir, kalo pake angkot hbs 15rb x 25 x 2 bln= 750 rb,
    jd ada selisih 500rb/2bln utk 2 thn selisih 6jt, msh murah pake motor om…

    • Pagi Mas Waludjo,
      Saya hitung kembali ya.
      Kalau yang dihitung operasionalnya mas ada selisih 10 ribu perhari. Jadi untuk 2 bulan, 10 rb/hari x 25 hari x 2 bulan = 500 ribu. Dikurangi maintenance kalau setiap 2 bulan mas cukup mengeluarkan 250 ribu, berarti selisihnya antara naik angkutan dan pribadi setiap 2 bulan di mas adalah 500-250=250 ribu. Ini kalau awet Pulsarnya ya :). Ganti rantai aja mahal kan.

      Selisihnya untuk setiap bulan adalah 500 ribu

      Tapi karena ada sedikit maintenance setiap 2 bulan: selisih setiap 2 bulan hanya 250 ribu: 500-250=250 ribu.

      Selisih untuk 2 tahun adalah: 250 ribu x 12 kali= 3 jt. (betulkah?)
      //====================
      Cuman yang mungkin belum masuk di perhitungan adalah beli pulsarnya gimana? Termasuk administrasinya, pajak dan jaket untuk mas.

      Coba lihat tabel di sini: http://www.kredit-motor.com/bajaj_pulsar135.html. Saya lihat kalau DP 3500 + 737×22 cicilan bulanan total yang mesti di bayar adalah = 19.714.000. Andai setelah 2 tahun si Pulsar masih laku 9.000.000 an, masih selisih di atas 10.000.000.

      Jadi kalau untuk menghitung 2 tahun saja.
      Selisih harga (*untuk mudahnya) masih lebih irit menggunakan angkutan umum: 10 – 3 juta = 6 juta.

      Kalau dengan memperhitungkan pembuatan SIM Mas, Pajak Pulsar, bedanya akan semakin tinggi.

  10. Yang pasti, punya motor berarti naik golongan (kebanyakan orang Indonesia, sambil melihat kondisi transportasi umum saat ini yang sungguh buruk). Itu yg menurut saya intangible cost yg gak bisa diukur dan dibandingkan dengan ukuran-ukuran tadi. :p

  11. ongkos transport gw sehari-hari kalo naik publik transport dari cibubur ke sudirman:
    – ojek = 15,000
    – mikrolet = 4000
    – transjakarta = 3,500
    – mikrolet lagi = 3,000
    – total = 25,500 x 2 = 51,000
    waktu tempuh, 2 jam, panas, berdiri, jalannya jauuuhh.
    Ga usah dibandingin sama motor, naik mobil aja ongkosnya masih lebih mending secara 51,000 bisa buat 2 hari. lebih nyaman, lebih fleksible.
    Notes: Kalo secara akuntansi, duit buat beli motor/mobil ga boleh dimasukin sebagai biaya karena dianggep sebagai harta.
    Kesimpulannya:
    Kalo rumah dicibubur, kerja dibilangan sudirman, punya kendaraan pribadi, ga disarankan naik kendaraan umum.

    • Buset Mas Tatag, ganti angkutannya berapa kali tuh 5 kali, waduh.

      Modal/harta masuk ke capex, pastinya harus diperhitungkan dong. Kalau secara tertutup hanya melihat operational cost memang kelihatannya lebih mahal angkutan. Kecuali kendaraan pribadinya bersifat pinjaman…

      Capital nya itu kan ada nilai susutnya.
      //================
      //Anyway
      //================
      Rasa-rasanya sih kalau saya lihat comment2xnya mending nggak usah dibuat pembenahan sektor angkutan umum ajaaa, karena toh percuma, rakyatnya terlanjur cinta mati dan merasa tergantung dengan angkutan pribadi.

      Rasanya memang dugaan awal adalah betul, rakyat pingin punya angkutan umum yang bagus, sebatas keinginan cuman ingin punya saja, bukan berarti ingin menggunakan angkutan umum.

      Mungkin usulannya perbaikannya bukan angkutan umum, kalau memang maunya gitu mending duitnya pemerintah nggak usah di spend untuk pembenahan angkutan umum, permudah kepemilikan, perbaiki perangkat jalan demi kenyamanan berkendaraan pribadi saja.

      • yupzzz…setuju….seharusnya angkutan umum yg dibenahi pak… saya yakin klo fasilitas umum nya mudah dijangkau, bagus, bersih, aman n Murah..pasti semua beralih ke angkutan umum… ^_^

        Kalau beli nya cash apa akan selisih nya sebesar itu juga?
        Dan memang semua hal itu ada positif n ada negatif..jadi setiap orang ada yg lbh mementingkan waktu, nyaman, aman, invest, dll.

  12. Selisih waktunya signifikan buat sy, umum 2jam-an, motor/b2w 1jam-an. Itu sekali jalan, baliknya relatif sama.

    Benar, harus ada disinsentif signifikan klo mau memaksa masy beralih dr kend pribadi ke umum, mulai dr tarif parkir yg tinggi, bensin wajib non subsidi, ERP, dll. Otomatis kend pribadi bakal lebih banyak buat akhir pekan.

    Yg penting jg angk umum harus mampu menampung tambahan penumpang akibat pengalihan ini. Armada d tambah, trayek TJ jd 20 koridor lengkap dg jumlah bis yg mencukupi, KRL yg mengitari kota, jangan cuma tol yg kayak gitu.

    Kenaikan 1 komponen sj misal parkir motor jd 4000/jam, yakin pasti banyak yg menghitung ulang antara pilihan umum atau motor, benar2 menghitung ulang.

  13. Om, artikel nya bagus2… Salut…

    Itu hitungan untuk 2 tahun, rata2 orang beli motor untuk pemakaian lebih dari 2 tahun. Dan pastinya biaya kredit akan dihilangkan. Untuk jangka panjang, pake motor akan lebih murah dibanding naik angkutan umum.

    Misalnya setelah 6 tahun (?), total biaya naik umum sama dengan total biaya naik motor (mirip2 BEP gitu deh), maka extrimnya kalo pun motor hilang, udah ngga rugi, jual murah juga masih untung. Beli motor kedua juga oke, mulai hitung lagi dari awal. Motor pertama bisa buat keperluan lain :)

    Btw, bener juga ya om, rata2 masih belain naik kendaraan pribadi/motor dibanding angkutan umum. Market otomotif kita belum jenuh soalnya om, nanti kalo udah jenuh, mungkin pada pengen naik angk.umum, entah berapa tahun lagi :p

  14. Ini bener2 artikel mantap.
    Tapi naik angkutan umum banyak banget faktor tak terduganya. Dan juga masih jauh dari kata manusiawi. Mao ke suatu tempat mungkin bisa 2 sampai 4 kali ganti angkutan. Dan ongkosnya sama tiap angkutannya. Kalo naik motor kan tinggal gas aja.
    Masalah waktu juga jadi salah satu kendala. Kalo naek angkot bisa 2 jam, naek motor mungkin cuma 1 jam bahkan 30 menit. Ya coba dibayangkan aja kalo rumah di daerah Depok, harus naek angkot ke kantor di daerah Sudirman. Ngebayanginnya aja udah ngeri.
    Masalah keamanan. Kayak yang kita tahu naek angkot jangan berharap sama kenyamanan. Desak2an, berdiri sepanjang perjalanan, dll.
    Masalah keamanan. copet, resiko kecelakaan karena sopir ugal2an dan kurangnya maintenance kendaraan, pelcehan, dan yang baru2 ini ramai di media, masalah pemerkosaan di angkutan umum.
    Intinya sih perbaiki dulu transportasi massal yang ada. Kalo udah bagus orang2 pasti bakal pindah sendiri.

    • Sampai diluar pun, ganti-ganti angkutan nyambung-nyambung pasti begitu, pasti ada nunggu, ada jalan jauh, juga pasti berdesak-desakan sih mas. Di Jepang pun juga pelecehan sering terjadi. Dan disanapun tentunya naik kendaraan pribadi memang lebih enak, kuncingnya memang satu, angkutan pribadi harus jauh dimahalkan.

      Kalau nunggu pindah sendiri… nggak bakal rasanya, selamanya angkutan pribadi itu lebih enak.

  15. heum, nyoba ngitung aahhh.. :D
    dari/ke rumah naik ojeg 2*3000
    naik angkot pertama dari/ke terminal 2*2000
    naik angkot kedua dari/ke tempat kerja 2*4000
    naik ojeg lagi ke kantor dari/ke terminal 2*4000
    tot sehari = 18000
    tot 1 bulan = 18000*25= 450.000

    naik motor bensin sehari = 1 liter * 4500
    maintenance rutin sebulan = 1*30000
    tot 1 bulan = (4500*25)+30000 = 142500
    ps: motor sehat wal afiat tanpa rewel tekewer kewer :mrgreen:

    wew, ongkos kalo ane naik motor dibanding ongkos angkutan umum g nyampe setengahnya ternyata, lumayan selisihnya bisa dipake buat beli ratjoen :mrgreen:

  16. great analysis! i had this in my head for years … and still didn’t write it.

    asumsinya menjulang karena transjakarta yang memang hampir ideal sebagai transportasi umum. jika saja transportasi umum bersifat (dan tarifnya) mendekati transjakarta, memang jakarta terasa nyaman.

    balik lagi sebagian orang memang memilih menggunakan motor untuk angkutan komuter ke Jakarta karena tadinya belum punya motor sama sekali :P … apalagi mobil.

    jadi punya keuntungan tambahan karena keluarga bahagia bisa jalan2 di saat weekend dengan bebas. transportasi umum di saat weekend seringkali tidak sebanyak weekdays.

  17. yaaa mungkin berkorban dikit kali ya…kalo semuanya mau praktis mau pake kendaraan pribadi ya tambah macet kayanya deh, terus kalo bner nanti mau di kasih angkutan yg nyaman tapi harga lebih sedikit dari yang biasanya beneran nih ya harus mau ya heehe kan semua demi kebaikan dan jakarta yang asri…dan faktor jakarta yang bikin macet terbesar itu kendaraan bermotor pribadi


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 241 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: