
Vespa S di website Vespa Netherland, tersedia dalam 50 cc 4 stroke dan 50 cc 2 stroke selain 125 nya.
Tulisan ini terpicu dari postingnya mbah dukun, aka Satar di sini, silahkan di baca-baca dulu. Setahu gw betul ada aturan pembeda bagi skutik, tingkatannya ada skutik/moped, kemudian ada motor, artinya aturan skutik dan moped berbeda dengan aturan pada motor.
Di Australia, yang masuk klasifikasi moped adalah moped dengan mesin berkapasitas maximum 50 cc, dengan kecepatan maximum yang di restrict sampai 45 kpj, itupun pengendaranya harus mempunyai SIM mobil.
Untuk Uni Eropa (EU) pengendara moped harus mempunyai license dengan AM drivers’s license, itupun moped yang bisa dikendarai sama juga dengan Australia, max speed 45 kpj dan 50 cc, bagi anggota EU yang belum menerapkan aturan ini akan ada toleransi sampai selambatnya tahun 2013. Juga mopednya tetap harus memakai plat nomor sebagai bukti ikut asuransi.
Salah satu negara Eropa yang beda adalah Jerman, mereka punya 2 kategori moped, yang pertama Mofa, dengan kecepatan max 25 kpj tanpa diperbolehkan boncenger. Untuk Mofa pengendara tidak usah menggunakan SIM, sementara kategori kedua sama juga max speed 45 kpj, pengendara harus mempunyai SIM.
Di Jepang pun sama ada saudara yang pernah beasiswa disana juga pakainya Genski (sebutannya begitu). Aturan yang berlaku di Jepang juga hampir ada klasifikasi lebih rendah dengan motor beneran sama dengan aturan yang berlaku di Eropa, motornya di bawah 50 cc harus memakai helm, dengan kecepatan maximum yang diperkenankan hanya sampai 30 kpj.
Aturan ini saya dapat dari Wikipedia sini. Juga lihat nomor plat yang beda-beda seperti di Netherland di sini.
#eh perlu juga tahu tentang aturan AM drivers license di sini, ada AM M dan H: Two-wheel vehicles or three-wheel vehicles with a maximum design speed of not more than 45 km/h and with a cylinder capacity not exceeding 50 cubic centimetres.
Di atas 50 cc, walau bentuknya sama-sama moped, tapi karena kapasitas mesinnya beda, aturan yang dikenakan pun beda atau lebih ketat.
Pilihan model untuk Piaggio Zip di Netherland pun sama dengan Vespa S, 50 cc 4 stroke dan 50 cc 2 stroke. Kalau di Indonesia 50 cc 4 stroke siapa yang mau beli? 2 stroke pun kalau di restrict 45 kpj… hmmm…


untuk Indonesia sendiri gimana om untuk motor yang di bawah 50cc?
kalo gak salah jaman engkong aye dulu di taon 60an ada sim C1 (sim terbatas) hanya untuk kubikasi di bawah 50cc..
apa jaman sekarang masih berlaku gak om?
Oleh: zaqlutv on November 23, 2011
at 7:42 am
Yuk, tanya Briptu Avvy.
Oleh: arantan on November 23, 2011
at 7:48 am
hayuuuuukk..
Oleh: zaqlutv on November 23, 2011
at 7:58 am
[...] hanya karena tidak memakai helm (aturan helm berbeda beda di tiap negara) bisa disimak di sini dan sini. Jika kita bertindak sedemikian rupa, boleh lah kita dicap sebagai orang yang masih “gagap [...]
Oleh: Pencerdasan Otomotif – Enggak sekedar bersikap Kritis dan Sinis Brooo « INDOBIKERMAGS on November 29, 2011
at 12:01 am
ini yg diiklanin sama moped listrik … gak perlu sim … biarpun tongkorongan segede vario
Oleh: moronbikerid (@moronbikerid) on Januari 19, 2012
at 2:48 pm