Oleh: arantan | September 23, 2011

Konsumsi bensin Nissan March antara 1:8 hingga 1:18

Kalau ditanya bensinnya berapa? orang umumnya bilang konsumsi terbaiknya suatu kendaraan, tapi gw lebih suka menceritakan konsumsi bensin berdasarkan pemakaian nyata normal, on average dalam pemakaian normal. Tulisan ini baru gw buat sekarang karena gw mau dapat gambaran tentang konsumsi bensin March secara keseluruhan, tulisan ini gw buat setelah March harus ngisi bensin setelah fuel meter berkedip minta diisi.

Perjalanan selama Sabtu hingga Rabu (5 hari)

Yang gw maksud pemakaian versi “normal”nya Jakarta adalah:

  1. Non eco-driving, ada jalan kosong ya gw gas, apalagi kalo macet sodok-sodokan, gigi 1 stop and go, rpm  bisa sampai 3000-4000 an… baru ngegas, ngerem lagi… ya ini pemakain “normal” nya Jakarta yang sebetulnya memang nggak normal
  2. Daily heavy rush hour Jakarta, pergi macet sejaman, pulang macet lagi 2 jaman

Alat ukur dan asumsi pengukuran

Gw mengukur dengan menggunakan fungsi odometer standardnya March karena setelah gw compare hasilnya dengan GPS waktu ke luar kota hasilnya tidak jauh berbeda. Malah kalau GPS ketika kita masuk parkir basement atau gedung parkir tentunya perjalanan tersebut tidak bisa dihitung dengan GPS. GPS yang gw gunakan pun bukan proffessional grade melainkan GPS keluaran dari handphone Android standard. So… akhirnya gw meninggalkan alat ukur My Tracks dari Android, pakai alat ukur odometer March saja.
Ukuran kapasitas tanki menurut informasi dari brosur, tanki March punya kapasitas 41 liter. Jadi kalau meteran bensin March  terdiri dari 8 strip, 1 strip kasarnya mewakili 5 liter.

Histori pengukuran

Tanggal 17 September 2011, March gw isi sampai full tank dengan memakai pertamax. Dari pemakai batch sebelumnya March sudah punya isi sedikit bensin jadi gw hanya cukup mengeluarkan 153 ribu untuk mengisi March dengan 17 liter bensin, dari dashboard meteran bensin pun sudah menunjukkan kalau bensin terisi penuh.
Tanggal 21 September 2011, atau setelah 5 hari gw mengisi lagi karena penunjuk di dashboard sudah berkedip. Gw ngisi dengan Shell Super, 22.98L, atau 200 ribu.
Jadi report konsumsi pemakaian bahan bakar ini di dasarkan pada pemakaian satu tanki sampai habis, dengan kondisi berkendara beragam dan pemakaian normal.

Konsumsi bensin luar kota

Hari pertama dan kedua gw mengajak March langsung perjalanan sedikit jauh yaitu ke Anyer.  Waktu gw pulang balik Jakarta – Anyer – Jakarta dengan jarak 270 km, bensin March hanya turun 3 strip! 270 km : 15 liter, maka konsumsi yang gw dapat 1 liter bensin untuk 18 km. Ini dengan catatan, gw ngegas sampai 140 kpj jika jalanan memungkinkan rata-rata di 100 keatas. Sementara isi March adalah 1 keluarga yaitu 2 orang dewasa, 2 anak. Juga yang harus masuk perhitungan adalah kondisi jalanan bervariasi, 1.5 jam bisa enak di tol, sementara 1 jam lagi cuman untuk 20 km, harus pelan-pelan karena jalanan rusak.

Konsumsi bensin dalam kota

Grafik atas adalah grafik waktu berkendara pulang. Kecepatan (Y tegak) dibandingkan dengan waktu (X mendatar). Terlihat selama 30 menit pertama speed gw rata-rata di bawah 20 kpj! Sepanjang perjalanan juga grafiknya chaotic, sebentar 50 kpj, kemudian cepat turun drastis.

Sehabis sempat sedikit ke luar kota, March digunakan full dalam kota, full rush hour! Kalau dilihat km dari odometer trip A, gw menempuh sekitar 430 km termasuk Anyer, maka total perjalanan dalam kota adalah 160 km. Dalam kota itu gw memakan 4 strip bensin atau 20 liter, jadi konsumsi untuk menembus rush hour dengan pola mengemudi gigi satu sodok-sodokan, ngedrop sampai 1 liter bensin untuk 8 km.

Kondisi berkendara waktu pergi memang masih lancar, tapi begitu pulang, gw harus lewat jalan Casablanca untuk menghindari three in one. Sepanjang Casablanca, dari Mega Kuningan sampai bawah fly over Slipi dan terus sampai Permata Hijau itu tiap hari macet parah. Apalagi saat ini ada pembangunan jalan flyover di depan Mal Ambasador, gw butuh waktu sekitar 30 menit untuk menempuh jarak 2 km an, baru untuk keluarnya aja dari Mega Kuningan… mantaps bukan macetnya Jakarta???

Juga termasuk tentunya kondisi extreme yaitu Linkin Park concert selama 2 hari di JCC dan ada nikahan besar di Hotel Mulia.

Fantastis bagaimana konsumsi bensin bisa merosot drastis pada waktu macet.

Konsumsi bensin keseluruhan

 Luar kota 1:18
 Dalam kota, heavy rush hour 1:8
 Pemakaian rata-rata 1:12

Kalau lihat hasil pemakaian bahan bakar si March selama gw gunakan memang tidak begitu istimewa, cuman harap diingat, kondisi berkendaranya, menyangkut kotanya apa, perginya jam berapa, kondisi berkendaranya seperti apa?

Kalau gw banding dengan Daihatus Xenia 1.3 yang konon juga termasuk irit, konsumsi pemakaian bahan bakarnya on averagenya tol + bermacet ria, konsumsi sekitar 1:5-1:6… ya memang March masih lebih irit.

About these ads

Responses

  1. kurang afdol klo di bandingin dengan xenia gan. kan xenia lebih besar dan bobot-nya juga lebih berat dari march.
    sebaiknya klo mau dibandingin dengan yg sekelas, kyk jazz,sirion,yaris,swift,sx4

    • karena gw belum pernah track mobil-mobil itu di jalur yang sama.

  2. manteb sob reportnya….

  3. jadi cuma 1:8 ya kalau kondisi ‘normal’ jakarta, thanks berat infonya.. dengan gembar-gembor irit ternyata masih kalah dengan rival 1200cc dari suzuki.

    • Suzuki apakah based on specs saja?
      Banyak kendaraan di brosur bagus nilainya, tapi begitu dicoba jeblog…

      Untuk fairnya coba di test 7 Days with Suzuki, berani?

  4. kalo 1:8 di rush hour, ga jauh beda dong sama oreo ane yang taun 2003..

    • Banyak yang bilang seperti gini sih…
      Hampir semua mobil – motor bisa dibilang sama, di brosur dan di orang lain kesannya bisa lebih irit, tapi kenyataannya begitu beneran gw test beneran terukur baru keliatan …. Nggak bisa disamakan, rush hour nya seperti gimana? Super macet 2 jaman? banyakan diem, gigi 1-2, max speed ya seperti terukur… apa bisa lebih irit?

  5. FC reviewnya Sama persis seperti keadaan MArch yg saya kendarai..sip ,mantap reviewnya..Jelas Anda masih adalah blogger yang jujur dan netral, tidak terpengaruh oleh angpao dari ATPM. Tidak seperti blogger lapak sebelah yg sdh banyak terpengaruh angpao ATPM.

    • bloger netral dan jujur banyak mas tapi jarang yang berani ngetes untuk Daily heavy rush hour Jakarta seperti bro arantan ini, salut buat bro arantan

  6. sejauh ini masih xenia 1000cc yg paling irit. ini hasil tezt ride bukan dr brosur pabrikan. city car yg di benchmark chevy spark, nissan march, suzi splash, daih sirion, jazz, yaris, xenia 1L dll ..

  7. saya baru bawa march sekitar 12 hari, route terbanyak emang cinere soeta + macetnya jam-jam pulang kerja. karena masih break in (inreyen) pakenya ga lebih dari 4000 rpm dan mask 100 kpj mode eco drive bbm pertamax 154,3 km pertama ngisi 9,41 lt = 16,4 km/l (di MID avg 16,8 km/l). km sekarang di 307 km belum ngisi bbm lagi tapi sudah terpakai 1 strip di avg FCnya dapat 15,1 km/l. kalo isi bbm lagi nanti saya report. setelah break in juga rencana pake ajrut”an ntar sy report lagi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 235 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: