Oleh: arantan | Maret 29, 2010

Tanya jawab dengan pramugari AirAsia

Air Asia dalam seragam standard, foto ambil dari web mereka

Posting ini adalah kenyataan yang saya alami, sama sekali tidak bermaksud menjelekkan tentang Air Asia, malah semoga posting ini bisa jadi publikasi positive mereka.

Ini journal dari kejadian nyata yang saya alami waktu perjalanan pulang naik Air Asia flight dari Denpasar ke Jakarta, 28 Maret 2010. Waktu itu saya terbang dari Denpasar sendirian, so, kalau sendirian memang kita akan mengalami hal-hal unik dan lucu, posisi kita akan mudah di approach baik dari tukang taxi, ojeg, dan lain-lain. Kadang saya lebih suka kalau pergi sendirian karena ini, ritme dan tujuan perjalanan bisa diatur sendiri juga…. oh, maaf back to topic….

Check in di counter Air Asia Denpasar saya dapat seat 3E, aduh! berarti posisi saya di tengah, karena duduknya 3-3, Jendela-seat A-B-C-lorong (aisle)-seat D-E-F-Jendela. Pikir gw gimana kalo kejepit diantara 2 bule gede… mati deh gw. Anyway ya harus boarding pesawat juga, apa boleh buat. Gw duduk duluan, sebelah kiri, duduk di kursi D adalah bule cowok, baru sebentar duduk tu bule pindah ke sebelah kursi temennya yang memang kosong. Sebelah kanan gw di kursi F ternyata orang Indonesia, wanita keturunan, dan die keliatannya asyik sendiri dengerin MP3 playernya, so gw bersiap bengong selama perjalanan 1.5 jam, nggak bisa buka handpone, nggak bisa lihat-lihat foto … idle diem total bengong.

Cuman saat akan take off dan lampu untuk memakai sabuk pengaman dinyalakan, tiba-tiba, “Misi Mas…” brug! seorang pramugari berpakaian seragam hitam hitam duduk di kursi yang tadinya kosong di sebelah kiri gw. Semua pramugari Air Asia selalu berpakaian merah-merah, hanya pada flight tertentu aja yang saya lihat ada pramugari berseragam hitam, rasanya mbaknya ini bossnya. Saya waktu itu lagi baca majalah 360 mereka, mbak Air Asia yang mengajak saya duluan…. Bukan pakai bahasa corporate, public relation, tapi pakai bahasa akrab, tapi tetap nggak masuk ke personal dan tetap berjarak.

Dia nanya tentang sudah berapa kali terbang sama Air Asia? sama ini bolak-balik baru 2 kali…
Gimana kesan-kesannya? ada keluhan? service ok? (kalau u di business jasa termasuk PD banget nanya kayak gini) OK sih… kalau sudah di atas, tapi saya seringkali lihat promo di koran besar-besar, tarif promo dst, tapi kok pas masuk ke webnya nggak ada? Tarif promonya biasanya secara terbatas dan memang cepat di booked orang. Mas sudah register di web? Wah belum, 2 kali itu yang reserve teman saya. Kalau namanya sudah pernah pesan, maka sehari sebelum iklan muncul, nama-nama di database itu akan di kirimkan SMS promonya, jadi Mas bisa pesan duluan. O oh oke-okeh….

Nginapnya di Bali di mana? Di kuta, Haris. Air Asia juga ada hotel, sama dengan Air Asia… low cost, untuk service lebih mesti bayar tambah :) Jadi mulai dari non AC pakai kipas, AC mesti bayar lagi, TV juga… Walaaaaah….

Tadi itu kita berangkat nunggu 3 orang penumpang yang telat boarding ya? Sebetulnya toleransinya bisa berapa lama? Kita sebetulnya nggak nunggu, ini masih masuk jadwal, karena ini flightnya sebetulnya kiriman dari Perth. Kalau sudah jadwal harus berangkat ya berangkat lah. Soalnya semua kan mesti masuk report.

Gw lupa selanjutnya tapi yang gw inget ngobrolnya berlnajut ke lain-lain. Gw akhirnya tahu kalau dia adalah observer, tugasnya adalah melakukan evaluasi performance pramugari lainnya. Setiap 3 bulan para pramugari Air Asia akan di nilai performancenya, dan itulah alasan kenapa dia pakai baju hitam-hitam. Karena dia sebetulnya bukan bertugas pramugari, dia menyebut dirinya “Ibunya anak-anak Bali”. Dia punya anak-anak sekitar 50-an pramugari! dan untuk Bali ya dia seorang diri. Selain di Bali, Air Asia juga punya base di Jakarta, Bandung dan Surabaya, saat ini Air Asia lagi proses rekrutmen untuk cabang di Medan… para bro atau sis bisa silahkan ikutan kalau mau. Gw juga jadi tahu walau suami dan anaknya berlainan kota, Air Asia memberikan gratis 1 kali sebulan penerbangan kembali ke kota asal, selain itu juga ada tarif yang asli murah banget, bagi dia kalau mau balik ke Jakarta….

Untuk observer posisinya tergantung flightnya apakah penuh atau nggak, kalau penuh dia nggak bisa naik. Sama juga kalau dia lagi mau pulang, kalau pesawat penuh maka penumpang berbayar penuh akan di dahulukan. Mereka kerja 4 hari, 2 hari libur… tapi kerjanya capek banget bo!!! Pulang sampai penerbangan sekitar jam 12-an! Sempat juga ngobrol tentang merchandize yang sebagian habis… Dia juga mengaku bukan boss dari cabin crew, mereka yang berseragam merah lah yang jadi boss, posisinya dia adalah observer saja.

Intinya gw impress banget dengan servicenya, sampai para karyawannya juga menyukai pekerjaan mereka, malah loyal dan mau menjual juga. Corporate Culturenya jalan, Good-Good-Good!

About these ads

Responses

  1. kirain ada pict mbak pramugarinya bro? 1,5 jam jd tak berasa tuh! :mrgreen:

    • Oh ya, ini bukan gw duduk sebelahan 1.5 jam bro.
      Di saat itu dia cuman duduk bersebelahan pas lampu untuk mengenakan sabuk di nyalakan. Jadi cuman take off, landing dan pas beberapa kali turbulence. Dia juga bantu-bantu dan melakukan monitoring atas quality service team. Sempat juga ada pramugari yang merah-merahnya duduk bersebelahan juga baik-baik, ramah, friendly, tangkas!

  2. weeww….minta nomer teleponnya ngk om??……xixixixiixixixi :mrgreen:

    • Hiiii, nggak lah bro! :)
      Prof dooong, dah punya anak ni! :)

      • hehehhehe…q kira…xixixixixixi :mrgreen:

  3. “tapi yang gw inget ngobrolnya berlanjut ke lain-lain”

    waaa…. kapan2 nyoba airasia ah.. :mrgreen:

  4. Air Asia, low cost carrier, kalo penumpang pesawat sdh pd turun semua (setelah mendarat), para pramugarinya bersih2 kabin. Beda ama maskapai lain yg pake tenaga cleaning service. Salah satu strategi Air Asia buat menekan biaya sehingga ujung2nya bisa menjual tiket dgn harga murah.

    • Bener bro…
      Mbak nya juga bilang, mereka nggak punya cleaner.

  5. ente di kelas bisnis ya??
    ane beberapa kali naek di kelas ekonomi, duduknya berebutan..soale gak pake nomor seat..untung gak ada yg berdiri :mrgreen:
    harga tiketnya emang murah, tapi lain2nya itu cukup nyiksa..pas pulang lebaran beberapa tahun lalu, ada orang yg check in pas depan ane..bawaannya overweight, kan kudu nambah biaya buat bagasi..dan biayanya ngelebihin harga tiketnya dia sendiri..parah..sampe tu orang cabut ke ATM dulu buat ambil duit :mrgreen:
    tapi harga tiketnya kadang gak murah2 amat kok…pas lebaran ane dapet tiket garuda yg lebih murah dari airasia..

    • Em, gw baru beberapa kali naik AirAsia, economy tentunya, ada seatnya kok, udah nggak jaman rebutan lagi.

      Wah gw nggak ada bagasi… kena per 15 kg.

  6. Pic nya ko ng ada. bikin penasaran..

  7. nais inpo..gan

  8. sungguh beruntung dirimu kisanak… halaaagh…. :mrgreen:

    • Beruntung apanya? Lha wong Ki Saranto malah diinterogasi gitu kok….
      *gajul wajan :mrgreen:

  9. bleh minta nama – nama pramugari yg brtugas tgl 29 juni ke kuala lumpur gag?

  10. bleh minta nama – nama pramugari yg brtugas tgl 29 juni ke kuala lumpur gag? dgn kode pnerbngan AK079

  11. misi gan,,bole minta daf nama pramugari nya kaga,,,
    kirim ke mail ane ye kalo bole…ty

  12. mbak,mau nanya berapa kg yah barang yang boleh naik kabin
    kalo pake cover,krn lebih nyaman aja kalo pake cover di banding tas jingjing yang harus bawa lbh dari satu?

    biaya tambahan apa saja yang dikenakan , di luar tiket pesawat?

    apa saja benda2 yang masih di perbolehkan di bawa di dalam pesawat?

    mohon penjelasannya
    thx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 225 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: