Oleh: arantan | Mei 18, 2012

Akhirnya saya dan anak opname di RS

Sambungan dari posting sebelumnya, saya masih berjuang melawan serbuan virus Demam Berdarah. Sejak hari Minggu 14 Mei, badan panas naik turun, ya kemudian cek lab dan positif dari NS1 masuk si virus. Anyway masih untung… (*Jawa Banget) karena saya ketahuan terinfeksi saat trombosit masih 203 di 15 Mei, dan 187 di 17 Mei alias turun dikit, masih di atas batas normal yang 150-400. Sebetulnya saya masih bisa di rawat di rumah…

Cuman ada perkembangan lainnya, anak perempuan saya Kay juga punya gejala yang mirip, panas demam ringan naik turun nggak sembuh-sembuh sejak dari Minggu juga. Jadi waktu saya periksa tanggal 17 Mei, walau saat itu sebetulnya si Kay nampak sehat, just to be safe saya periksakan dia juga.

Saya masuk untuk ambil darah lewat UGD karena di hari tersebut lab libur, hasilnya ternyata kondisi Kay lebih parah dari saya, trombosit 138. Dokter jaga UGD langsung konsultasi dengan spesialis anak, si Kay langsung di infus dan opname.

Baca Lanjutannya…

Oleh: arantan | Mei 16, 2012

Saya terkena Demam Berdarah, kok bisa ya?

Image diatas saya crop dari hasil lab RS Siloam Kebon Jeruk. Saya dinyatakan positif terinfeksi virus Demam Berdarah

Hari Sabtu 13 Mei saya masih nonton Avengers bareng keluarga di Pacific Place, waktu itu kondisi badan saya masih normal, hanya saja kalau sekarang saya ingat-ingat, waktu itu pun saya sudah merasakan AC Blitz saat itu dingin sekali, sampai masuk ke tulang-tulang membuat nyeri…

Hari Minggu 14 Mei, dari pagi kondisi badan sudah ngedrop, mendadak bangun pagi dengan sedikit panas dan jantung berdebar, sedikit kram di tangan. Waktu saya temp lewat kuping, hanya panas sedikit, masih di bawah 38. Siangnya ketika saya merasa kondisi badan sudah pulih saya harus ke Citos, ketemu beberapa teman, janji ketemuan yang dibuat sejak 2 minggu yang lalu. Pulangnya hancur sudah… telerrr… di tempat tidur aja…

Hari Senin 15 Mei, tentunya harusnya saya masuk kerja tapi saya sakit panas naik turun. Ada meeting pagi yang terpaksa saya skip, saya masuk khusus untuk meeting Final Pre-Produksi sehabis makan siang, ini meeting penting karena ada project besar yang akan jalan…  Saya memaksakan saja masuk kantor karena panasnya saya naik dan turun, kadangkala normal di 36.5 tapi siang hari temperatur saya bisa 38. Ya nggak panas-panas amat kok. Saya pun sudah minum obat yang biasa dibeli bebas seperti panadol untuk penurun panas. Di samping itu memang saya minum tambah banyak, haus terus…. saya pikir harusnya nanti juga sembuh sendiri. Baca Lanjutannya…

Oleh: arantan | Mei 7, 2012

Piaggio X10 is coming…

Baru diperkenalkan di EICMA 2011, tahu-tahu sekarang sudah keluar websitenya, brosurnya, gallerynya dan lain-lain. Malah media roda dua di Perancis sudah juga mencoba si X10 ini.

Di salah satu halaman pada brosur X10 tertera perjalanan GT scooternya Piaggio:

Tipe seperti X-evo, nggak tahu kenapa nggak dimasukkan pada sejarah ini.

Fitur-fitur si X10 adalah:

  • 3 channel ABS dengan combined braking depan belakang
  • ASR, electronic traction control, satu-satunya dalam kelasnya
  • Adjustable shock belakang, yang bisa di set dengan menekan tombol di dashboard, sayangnya khusus tipe 500 saja.
  • LED strip daytime running lights
  • Parking brake menyatu dengan standard samping, sayangnya tipe 125 tidak punya fitur ini

Kalau menurut Bozz Sergio, X10 ini pun… akan masuk ke Indonesia. Kalau dari tipenya X10 500 ie, X10 350 ie dan 125ie, yang paling mungkin masuk memang 125 dulu, ya tapi siapa tahu 350 bisa masuk juga dan harganya tidak terlalu tinggi… Siapa tahu.

Baca Lanjutannya…

Replay mode, tapi grafisnya waktu main ya beginilah.

Konon inilah game racing paling cantik di iPhone, game ini di buat oleh Firemint, saat ini baru dibuat untuk iPhone, iPod touch dan iPad. Filesizenya memang agak besar yaitu 400 meg ++ sehingga harus pakai WiFi waktu download dan beli di Apps Store. Harganya USD 4.99 kok, alias lebih murah dari 50 ribu.

Game ini mirip dengan Gran Turismo di Playstation, tapi tentunya dengan pengurangan fitur-fitur, misalnya license tidak dibutuhkan, pilihan mobil pun tentu tidak sebanyak di Gran Turismo. Termasuk juga setting dan customizationnya terbatas. Terbatas otomatis lebih simple… Kalau di Gran Turismo kita mesti mengatur ABS? anti skid? ban jenis apa? rem depan sama belakang gimana? sirkuitnya butuh tarikan atau top speed? Dan seterusnya, kalau di Real Racing 2 tidak perlu sampai sedetail itu…

Cara memainkannya pun simple saja cukup rotate si iPhone ke kiri dan kekanan seperti menyetir mobil sungguhan, ada setting juga andai terasa settingnya terlalu sensitif atau sebaliknya. Rem pun juga bisa diatur, mau otomatis?  Baca Lanjutannya…

Gambar diatas diambil Young Machine dari brosur PCX 150 yang keluar di Jepang. PCX 125 muncul berdampingan, jadi confirm: PCX 125 pun masih dijual di Jepang. Selisih harga antara 125 dan 150 pun sedikit saja (*terlalu sedikit maksudnya)

  • PCX 125 ¥ 299.250 yang berarti 34 jutaan
  • PCx 150 ¥329.700 yang berarti 38 jutaan

So, kalau nantinya masuk ke Indonesia, melihat kalau di Jepang pun selisih harga begitu tipis dan harga PCXnya sendiri pun hanya sedikit selisih dengan di Indoensia, maka kemungkinan besarnya PCX 150 pun akan dijual dengan harga kurang lebih sama di Indonesia, harus di bawah 40, hanya selisih 5 jutaan.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 94 pengikut lainnya.